22/03/2017

Gerakan Buku Untuk Indonesia



Jika untuk seorang Bapak Andy F Noya, duta baca sekaligus presenter " Kick Andy " buku memiliki kekuatan dahsyat dan menumpuhkan keyakinan juga kepercayaan dirinya ketika masa-masa kanak-kanaknya yang lumayan sulit sehingga menginspirasi beliau membagikan sebuah buku di setiap episode acaranya, berharap menularkan semangat membaca kepada banyak orang. Maka untuk saya pribadi, buku menjadi sebuah harapan di suatu waktu tepatnya beberapa tahun yang lalu.

Ketakutan, kesedihan dan berbagai macam pertanyaan sekaligus keengganan berdiskusi dengan banyak orang membuat saya memilih mencari jawaban dan harapan pada buku-buku. Vonis kanker membuat saya hilang kendali terhadap hidup saya, saya butuh banyak jawaban untuk segala macam pertanyaan tentang penyakit yang saya derita... saya butuh harapan dan banyak jendela untuk melihat banyak kemungkinan dari kondisi yang saya alami. Dan saya menemukan banyak harapan dan kekuatan pada buku-buku. Buku menemani sebagian perjuangan untuk sembuh dan keyakinan saya menemukan harapan kembali. Buku menguatkan sekaligus menyembuhkan hati saya saat itu.

03/03/2017

Find Out Coffee, kedai kopi asyik di Harapan Indah

 " Kita tidak bisa menyamakan kopi dengan air tebu. Sesempurna apa pun kopi yg kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tidak bisa kamu sembunyikan " 
Filosofi Kopi - Dee

Me time ala saya selain nonton film, dan ngeblog ... ya ketemu dengan sahabat. Sekedar ngobrol, makan siang atau ngopi bareng. Sebagai ibu dan istri yang notabene kerjaannya ngurusin keluarga, anter jemput anak dan segala tetek bengek berjudul riweuh ngurus ini itu, me time seperti bonus dan hiburan di kala hati lelah #weewwww


Entah sejak kapan, ngopi dan ngumpul dengan sahabat menjadi salah satu agenda rutin saya setahun belakangan. Berawal dari rutinitas harian yang sama, sesama tukang anter jemput anak, sesama penyuka kopi ( saya masih amatir sih ), sesama ibuk-ibuk tsakep kata suaminya masing-masing, jadilah salah satu agenda rutin saya dan 3 orang sahabat ya ngopi dan menjelajah tempat ngopi di,... seputaran rumah ajah hahaha, yang bisa ditempuh 15 sampai 30 menit dengan nyetir sendiri. Karena meet up ala saya dan teman-teman adalah di sela waktu menunggu anak-anak sekolah.

22/02/2017

Entah, hanya curhatan


HALO, selamat siang rasa pagi ... karena matahari masih malu-malu meski angka di jam dinding sudah pukul 11.24 WIB. Setelah dua hari kebelakang hujan habis-habisan mengepung jabodetabek, meninggalkan kenangan dan genangan berpuluh-puluh centi bernama banjir di beberapa lokasi.

Saya mulai tertatih lagi beraktifitas setelah satu minggu tepar tak berdaya karena demam, flu dan sakit kepala hebat yang seenaknya datang dan pergi. Oleh-oleh nekad mudik ke Cirebon nyetir sendiri itu ternyata sakit selama 1 minggu lebih. Sebelumnya memang belum fit sih setelah sakit sehabis dari Jogja awal bulan lalu. Kesimpulan cerita alinea ini, saya tidak bisa kecapean seperti kata hubby. Dia bosen jadi suster sepertinya karena istrinya super kolokan kalau sedang sakit :))))

Saya sakit maka satu rumah terbengkalai sudah !

08/02/2017

Puisi Untuk Gusti di Museum Ullen Sentalu

Kembali ke kota Yogyakarta seperti kembali ke romansa tentang perjalanan lalu. Iya... Yogyakarta salah satu kota yang memiliki cerita manis tersendiri di dalam arsip perjalanan hidupku. Kota pelajar, kota keraton, kota yang menyimpan banyak sejarah masa lalu tentang negri ini, kota gudeg, kota bakpia, kota di mana salah satu keajaiban dunia borobudur berada. Kota dengan candi dan pantainya, kota dengan berjuta cerita manis yang mengendap di setiap relung kenangan mereka yang datang dan pergi di kota ini, kota yang ramah dengan inggih-inggihnya warga Jogja yang membuatku merasa pulang.

Awal bulan lalu aku kembali menemukan alasan untuk lagi merasa jatuh cinta pada kota ini. Bukan hanya pada setiap lintasan kenangan yang pernah terjadi kala itu. Bukan hanya tentang sebuah kedai dengan lampu-lampu redup menampilkan bayangan teduh yang menatapku dalam. Bukan tentang jalanan bertabur lampu malam yang mengendap dalam ingatan, karena sekeping asa yang berpendar di sana. Bukan hanya tentang cinta tanpa kadaluwarsa, tanpa spasi dan koma. Aku kembali merasa jatuh cinta pada sebuah tempat di mana labirin masa lalu membawa kita melewati waktu seolah kembali ke masa itu, masa di mana para putri dan raja berada di balik tembok istana. Yang bercerita tentang budaya, sejarah juga cinta.

Museum Ullen Sentalu Yogyakarta

02/02/2017

Tips Merawat Perabotan Berbahan Teflon

Enak banget ya punya asisten rumah tangga di rumah, jadi gak usah cape ngerjain kerjaan rumah tangga ?? SIAPA BILANG ??? tahu sendiri donk Mak kalau ART memiliki keunikannya masing-masing, bukan hanya bikin kita tersenyum senang, tapi seringkali malah bikin kita jadi drama dan ngelus dada. 

Si Mpok ART di rumah ini sering banget membuat saya ngelus dada dengan urusan dapur dan perabotan. Ada yang bilang, biasanya kalau tidak merasa beli tanggung jawab terhadap barang menjadi seenaknya. Piring atau gelas yang pinggirannya pecahlah atau panci pada penyot. Pakaian yang kelunturan, kabel setrikaan yang melinting lalu akhirnya putus, jumlah piring atau gelas lama-lama berkurang, perabotan plastik meleot karena siwer kena panas sampai kuali atau panci teflon yang gugus dan akhirnya tidak bisa di pakai lagi.

Abaikan semur daging dingin di atas teflon lama,
fokus ke teflon baru VKB dari Alfamart aja ya :))

Kehangatan Pesona Jogja Homestay

Halo Bloggers,...

Akhir minggu kemarin saya berkesempatan kembali jalan-jalan ke kota Yogyakarta. Dengan sahabat dan makmin KEB untuk menghadiri syukuran ulang tahun komunitas KEB tercinta di kota Jogja. Menghabiskan waktu 3 hari di kota istimewa Jogja jelas meninggalkan banyak kesan dan cerita, selain kehangatan para emak blogger disana dan kedekatan para makmins yang tentu saja meninggalkan cerita manis. Banyak sekali yang ingin saya tuliskan, salah satunya di mana saya menginap akhir minggu lalu di kota Jogja.

19/01/2017

Harapan di Rumah Singgah Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia



Hari ini tanggal 19 Januari 2017 saya berkesempatan mengunjungi sebuah rumah singgah Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia ( YKAKI ) yang beralamat di percetakan negara Jakarta. Meskipun agak maksain diri karena sebenarnya saya sedang kurang fit. Sudah lama sekali saya ingin mengunjungi rumah singgah yayasan kanker, dulu saya bersembunyi dan cenderung tidak ingin menjenguk apalagi melihat pasien-pasien kanker. Ada rasa trauma, tapi belakangan saya justru ingin melihat dan mengunjungi mereka yang masih berjuang. Sebagai pengingat betapa beruntungnya saya, dan betapa harus bersyukurnya saya masih diberikan kesempatan waktu untuk kembali sehat setelah di vonis menderita kanker usus besar stadium menengah beberapa tahun lalu.

Hari ini saya berkesempatan bertemu dengan beberapa pejuang kecil di sana, sempat ada ragu untuk mendekat, saya khawatir adik-adik kecil itu tidak nyaman melihat keberadaan kami disana. Ada yang sedang bermain dengan teman-temannya, ada yang diam dalam gendongan ibunya, ada yang aktif mengobrol dengan kami, bahkan ada yang asyik mendengarkan musik. Diam-diam saya menahan air mata, apa yang mereka rasakan ketika ketakutan dan rasa sakit menghimpit ? ketika bermain layaknya anak-anak yang sehat harus terlupakan oleh jadwal pengobatan panjang yang tak kalah menyakitkan. Ada seorang anak yang ikut menjawab ketika saya sedang mengobrol dengan seorang ibu yang sedang menemani anaknya yang sakit Leukimia. Ibu itu bilang leukimia katanya tidak ada grade stadium. Lalu si anak yang ada di ranjang sebelah menjawab " kalau kankerku ada stadiumnya " lalu saya menjawab " kamu stadium berapa nak, dulu tante stadium 3 awal ? "  Lalu anak lelaki itu menjawab " saya stadium 4B " berbarengan dengan jawaban stadiumnya, saya terhenyak. Ya Tuhan,... mungkinkah dia tahu bahwa kankernya sudah stadium lanjut, atau stadium 4B baginya hanya angka ? meski begitu ada binar harapan di matanya, ketika saya bilang, tante juga dulu menderita kanker dan lihat sekarang tante baik-baik saja. Kelak kamu juga akan sembuh, lalu dia bilang Amiin. Akhhh,... hati saya runtuh.