29/08/2015

To Kill a Mocking Bird

 

Sejak Sean di operasi dua minggu lalu dan alhamdulillah sekarang sudah pulih tidak berbanding lurus dengan mood dan kondisi fisikku. Mood dan tubuhku up and down, seminggu terakhir malah lambung dan pencernaanku bergejolak. Mudah masuk angin, bolak-balik muntah kalau sedikit saja telat atau salah makan. Lemas dan kurang bersemangat. Diantara jadwal rutinitas harianku, seringkali aku memaksakan diri padahal badan gak fit. Padahal pengennya diem aja di sudut kamar, tapi gak tega sama anak-anak kalau mereka harus naik ojek. Kadang suamiku bahkan gak sadar kalau istrinya ini sedang tidak nyaman dengan tubuhnya, jangan salahkan dia karena meski badan gak fit aku masih belingsatan kesana kemari.

Diantara kejenuhan karena kesehatan yang kurang fit, aku bertemu kembali dengan sahabat lamaku...sahabat yang sudah lamaaaa sekali aku abaikan, aku jauhi dan kutinggalkan. Ya, sahabat lamaku itu adalah buku. Sering berada di rumah dan di atas tempat tidur sambil menikmati rasa tidak nyaman pada tubuh ternyata mengembalikan 'kemalasanku' membaca buku. Banyak buku-buku baru yang teronggok begitu saja, tidak kusentuh atau kubaca. Atau kalau sedang ingin, dua tiga halaman biasanya langsung kututup kembali. Bukan karena bukunya tidak bagus, tapi entahlah...

Seminggu ini selain anter jemput sekolah dan les aku praktis hanya di rumah, iseng aku ambil buku di rak buku yang tersimpan di kamar anak-anak. Mengambil satu buah buku, bukan buku baru tapi buku yang pernah kubaca bertahun lalu. Salah satu novel & sastra favoriteku , buku yang tentu saja aku sudah tahu jalan cerita, tokoh dan endingnya. Tiga hari ini sukses ku baca ulang dari awal hingga akhir. Buku itu To Kill a Mocking Bird karya dari Harper Lee.

26/08/2015

Gaun Pesta Impian yang Cantik

Pernah ngalamin gak ? ada kakak atau adik kita yang akan mengadakan pesta atau hajatan trus kita yang ikut heboh beli baju atau bikin baju ? hahaha...ngaku, pasti saya gak sendirian kan ? :p
Kalau jadi si empunya hajat sih wajarlah ya, tapi kalau sekedar jadi kerabat dari yang mau punya hajat trus rempong bikin baju juga ? banyakkkk :)))

Nah ceritanya kaka ipar saya mau menikahkan anak perempuan pertamanya kurang lebih dua bulan lagi nih, trus berhubung gak disediain seragaman jadi kita akan menyiapkan sendiri, warnanya aja kita janjian dengan saudara-saudara yang lainnya supaya senada. Kalau ngikutin selera pribadi sih saya maunya hitam dan gold tapi ya sudahlah kita ikut kesepakatan bersama Yess ;), untuk kali ini wananya nuansa hijau. Gak kudu plek sama warna hijaunya sih, yang penting senada.

Berhubung kali ini saya pingin banget kompakan sama putri saya kaka Taz, kayanya jalan terbaik ya harus bikin donk. Gak harus dengan model yang sama sih, karena kaka Taz harus tetep ada unsur remajanya. Minimal bahan atau warnanya sama. Tapi trus mendadak galau juga, modelnya gimana yaaa ??? browsing-browsing... ngintipin instagram orang :))

Ada beberapa model yang jadi incaran nih, tinggal didelegasikan ke penjahit untuk konsultasi berapa meter bahan yang di gunakan dan lain-lain. Sebenarnya kemarin sama kakak ipar si empunya hajatnya di tawarin pakai kebaya dari penyewaan baju pengantin gitu, tapi hemmm... pengennya sih pake dress aja. Hunting gaun di mall juga pilihannya sedikit, apalagi untuk kembaran sama kaka Taz agak susah nyarinya.

Nih beberapa model yang rencananya jadi rujukan saya saat ke penjahit nanti. Semoga penjahitnya canggih dan bisa membuat gaun seperti yang saya inginkan. Iiihh bingung, cantik-cantik yaaa.... menurut teman-teman model yang mana yang paling pas buat saya ??

Credit
Cantik bangetkan gaunnya,... ini pilihan pertama saya, nuansa hijau lumut dan krem/gold ^_^

24/08/2015

Sister In Law

Dear Sister In Law  ( bersama dua kaka ipar dan adik ipar )

Beberapa bulan terakhir menjadi penengah dua ipar yang sedang berkonflik sangat tidak mengenakkan. Apalagi saya akrab dan dekat dengan keduanya, sungguh disayangkan kami tidak bisa leluasa berinteraksi atau bercengkrama bersama. Menjadi tempat curhat keduanya juga membuat saya serba salah, sebisa mungkin berusaha berada di posisi netral. Sebisa mungkin komentar atau reaksi saya tidak membuat konflik semakin keruh.

Konflik sesama saudara ipar rasanya bukan persoalan yang aneh ya , saudara sekandung saja seringkali konflik dan masalah tidak bisa terelakkan apalagi kakak atau adik yang terjalin karena pernikahan/ipar tentu sangat mungkin terjadi. Menanggapi konflik yang terjadi antara dua orang ipar membuat saya banyak belajar, kadang kala masalah terjadi hanya karena urusan sepele. Karena dua kepala yang berbeda, yang otomatis cara berkomunikasi dan menanggapi sesuatu hal berbeda. Seringkali kita lupa untuk lebih banyak maklum, tanpa sadar luput bertenggang rasa. Seringkali kita berkomentar atau bereaksi sesuai dengan 'peta' yang ada di kepala kita sendiri. Dan akhirnya hal-hal yang sebenarnya tidak kita niatkan, tidak bertujuan menyakiti akhirnya menjadi masalah. Pola pikir berbeda, kebiasaan berbeda, tidak legowo dalam menyikapi sesuatu bisa memicu konflik. Dan tidak di komunikasikan dengan baik akhirnya menjadi kekesalan yang menumpuk dan menumbuhkan kebencian. Allhamdulillah ketika akhirnya konflik bisa diselesaikan dengan baik, dan keduanya sama-sama legowo...saya benar-benar ikut legaaaaaa. Horaaaayyyy.... Yukk teh kita coping fashion & aksesories bareng-bareng lagih :)))