17/12/2008

Kehidupan dan harapan

Harga kehidupan seseorang itu ditentukan oleh kemampuannya menikmati setiap saat dari kehidupannya.

Lihatlah langit dengan kekokohan fisiknya,gemerlap bintang-bintangnya,keindahan sinar mataharinya,kedahsyatan tata suryanya,keteduhan cahaya rembulannya,keelokan angkasa dan kecantikan pelanginya.

Aku tidak percaya bila orang yang berakal bisa kehilangan keceriaan,atau orang yang beriman bisa berputus asa dan kehilangan harapan.Seseorang memang tidak mungkin menyandarkan kebahagiaannya kepada selain dirinya sendiri,kita bisa menikmati kebahagiaan itu dari berbagai pengalaman dan perjalanan hidup kita,dan karena ada Dia yang slalu memberikan petunjuk.

Rasakan dan nikmati apa yang ada,sgala sesuatu pasti ada ujungnya sampai kapan pun juga,sebagaimana mereka ada pangkalnya.
Berbahagialah dengan apa yang engkau peroleh,terimalah dengan senang hati sgala pemberianNya dan abaikan mimpi-mimpi yang tidak sesuai dgn kemampuanmu.
Aku belajar menerima saat dokter memvonisku dengan kanker saat usiaku baru 22 thn,dokter blg penyakit ini byk menimpa org di atas usia 40 thn tp aku mengalaminya,bayangkan bagaimana buruknya kondisi tubuhku. Aku tidak merokok,tidak pernah menyentuh minuman keras apalagi drugs.Tapi,Tuhan memberiku ujian dengan penyakit yang mengerikan ini,yang keganasannya hampir merenggut nyawaku.Tapi aku introspeksi diri,aku tidak menyalahkan faktor genetik atau pun takdir.mungkin karena aku suka fastfood,junkfood,dan tidak suka olah raga ?? lalu apa yg hrs kulakukan karena sel ini sudah bersarang dalam tubuhku selain berjuang dan berjuang untuk sembuh dan bertahan.
Aku kehilangan kesempatan meraih impianku untuk belajar,cita-citaku menjadi wanita bekerja yg mandiri pun menguap seperti awan.



Kita tidak akan pernah bisa mengubah masa lalu dan melukis masa depan sesuai dengan keinginan kita.Jadi mengapa harus membunuh diri sendiri dengan bersedih atas sesuatu yang tidak mungkin kita ubah ?
Bila harapan menjadi kenyataan,itulah sebaik-baik harapan.Pun,bila tidak menjadi kenyataan,kita tetap bisa hidup senang dengan 'harapan'.

4 comments:

  1. sering orang berkata pada saat ditimpa seperti ini pada saat ditimpa musibah.. "aduh, saya sedang diuji oleh Allah SWT"...

    bolehkan saya berpendapat lain?
    mudah2an berkenan, saya percaya dengan sesuatu yang terjadi didepan itu karna pengaruh perbuatan dimasa lalu, apa benar kalimat ini : "dengan menyebut nama Allah Yang maha pengasih lagi maha penyayang"... pasti benar, karna selalu kita baca hampir disetiap langkah hidup kita.

    jadi apakah mungkin Allah Yang Maha Pengasih Dan Penyayang ini memberikan cobaan?? saya rasa tidak, saya lebih beranggapan jika cobaan yang disebutkan ini adalah kesalahan jalan/arah dimasa lalu..

    dikatakann juga pada Al-quran, "tidak diciptakan suatu penyakit adapun bersamaan dengan penawarnya (obat)"...

    ReplyDelete
  2. Yupz,,,setuju tuch ma komentar diatas...

    Siapa sich yang koment??Misterius amat nich orang.hahahaha

    ReplyDelete
  3. dn sedih itu mnusiwi ktika qta tak bisa menggapi mimpi bkn berarti hidup atau mimpi (tujuan) hrs brkhir!bukn berarti tdk menerima dng keadaan!
    kehidupn yg kita jlni adalh bgian dari mimpi(tujun) dri hidup!

    ReplyDelete
  4. semua ketikan dari jemarimu selalu melahirkan sesuatu yang indah...

    dan ini adalah motivasi terindah yg menjadikan ku lebih tegar...

    karena hidup yang kita jalani harus kita lewati penuh kesyukuran...

    thanks sister

    ReplyDelete

Terima kasih kunjungan dan komentarnya, salam.... :)