01/06/2009

Aku menunggu

Beribu-ribu siang dan berjuta-juta malam
aku menunggumu seperti ini,
merasakan kau datang mencariku,
merasakan bertemu denganmu...
kalau misalnya aku mati,
lalu terlahir kembali jadi serangga kecil,
aku akan mencarimu...
kemudian,tanpa harus menghisap darah manismu aku akan setia...
Meskipun misalnya suatu saat tanganmu itu merenggut nyawaku sebagai serangga.


Quotes Myspace Comments
MyNiceSpace.com

35 comments:

  1. Mauuuttt..
    Klepek..klepek..
    :)

    ReplyDelete
  2. hehehe.. tau aja klo semar lagi nungguin seseorang nih.. hihihi

    ReplyDelete
  3. Nadja tirta : hihi..kok klepek-klepek gt ?

    Semar : hayoooo,semar lg nunggu siapa?

    ReplyDelete
  4. kalaupun kamu reinkarnasi dalam bentuk serangga,.... kedatanganmu akan tetap kunantikan.

    ReplyDelete
  5. mbak, kalau jadi serangga, jangan berantem ama semut yaks...??? hehehe...

    weks, link saya gaks ada di blog mbak rupanya hehehehe...

    ReplyDelete
  6. Halloooo...cantiiiik...Nice post.

    ReplyDelete
  7. wah,,sama seperti aku nih kisahnya
    menunggu terus..
    tapi masih lum tau juga hasilnya
    hiks..hiks..

    ReplyDelete
  8. kenapa harus menunggu...
    indahkah menunggu sesuatu yang tak pasti?
    datanglah..
    temui dirinya...
    katakan kepadanya...
    walau luka jawabnya...
    tapi setidaknya...
    dirimu telah mencoba
    tanpa harus menunggu hingga menjadi serangga....


    salam kenal mbak irma...maaf ya di komentari poem manisnya..

    ReplyDelete
  9. menunggu memang tidak mengenakkan,,bahkan menyakitkan,,namun anehnya dengan menunggu itu kita mendapatkan suatu kepuasan tersendiri,,walapun lelah dan sakit..

    ReplyDelete
  10. Menuggu, kebosanan yang kadang indah? Entahlah...
    Yg jelas Neng Irma dah mulai rajin posting, kekekekkkk!!!

    ReplyDelete
  11. Nice Posting....
    agak merinding dengan kesetiaannya menunggu..
    salam kenal

    ReplyDelete
  12. Wah... kalau serangganya secantik embak... pasti aku merelakan darahku untuk dihisap... he...he...he... bercanda lho...

    ReplyDelete
  13. selamat malam saahabat mayaku apa kabar
    sekian lama aku menunggu untuk kedatanganmu rupanya engakau telah berjanji kita jumpa disini datanglah.........kedatanganmu ku tunggu tlah lama telah lamaku menunggu.....
    walah penyakit dangdutku kambuh deh teteh habisnya pinter sih memancing andrenalin aku

    ReplyDelete
  14. Menunggu memang hal yang paling nggak mengenakkan...
    cuma waktu dan takdir yang bisa menentukan,,sampai kapan penantian itu akan berakhir...

    ReplyDelete
  15. menunggu.. hiks hiks... apalagi untuk sebuah ketidak pastian... hmmm...

    ku pinjam puisi yang bikin trenyuh ini untuk seseorang yang ku tunggu jg, walau aku tahu per-me-nunggu-anku mungkin jauh dari per-temu-an tapi aku bahagia bisa menunggunya karena aku menunggu dengan di iringi doa-doa...

    ReplyDelete
  16. Duuuuh tersentuh neh, puisinya selalu menghujam...

    ReplyDelete
  17. Setia terus menunggu ya ?
    Walaupun akhirnya harus kehilangan nyawa sekalipun ?
    Wuih.......

    Aku paling tidak suka menunggu soalnya, mbak. Aku suka yang pasti-2 aja deh...

    ReplyDelete
  18. Duh..dalem..jadi ingat seseorang yg jauh nun disana..

    ReplyDelete
  19. mutiara di rumah katamu indah
    tak salah sejenak berkunjung kesini
    semoga nanti...
    aku bisa kembali berkunjung kesini.

    ReplyDelete
  20. Capek Menunggu ya
    Sambil menunggu mari saling berbagi dan menta Masa Depan Dengan Uang Melimpah...salam

    ReplyDelete
  21. sob ada award buat km nieh.. di cicipi eah . . hehe..


    weahh . . setia banget nh romannya hihi

    ReplyDelete
  22. selamat malam yu kita sama sama dukung prita yang teraniaya oleh rumah sakit di tunggu dukungannya

    ReplyDelete
  23. wah....selalu ada yang baru dan menarik kalau Ge main kesini, kali ini bener2x menggetarkan hati, karena kisahnya mirip. Tetap semangat berkarya dan sukses selalu kawan, (^^;)

    ReplyDelete
  24. ada pelangi ketika kubaca syairmu...
    sungguh,dalam kelebat kita ku terperangkap sepiku...
    itu menerangi..
    itu menerangi..
    tetap duduk dengan penamu!!
    kan ku tunggu karyamu di lembar selanjutnya.

    ReplyDelete
  25. malam2 enak minum kopi di temani dengan ubi rebus,
    saat ini saya mapir untuk meliha postingan yang bagus ini!nenk lg nunggu sapaya? apa nuggu abank ya!

    diharapkan kunjungan kembali!!!!!

    ReplyDelete
  26. Mb' Thanks bgtz taz postingan puisinya. Saya yang pemula membuat puisi jadi terinspirasi. Abisna kalo membuat Puisi nunggu mood bagus he...he... Tolong kasih tips membuat puisi. Thanks b4

    ReplyDelete
  27. "Menunggu adalah pekerjaan yang sangat menyebalkan, walau sesaat!"

    ReplyDelete
  28. puitis sekali neh irma. he3,,... makin solid aja neh blognya

    ReplyDelete
  29. Duuuh demam ridho rhoma neh...menunggumu...hehehhe...
    Bercanda mbak...

    ReplyDelete
  30. tinggal 1 folder lagi yg blm di buka ...folder yg bln juli 2009....

    yg ini jg aku ambil puisinya....toooooppp

    ReplyDelete
  31. Puisinya bagus-bagus Sist.. Apalagi judul yang di atas itu... Miris bacanya tersentuh hatiku.. hehehehe Lam Kenal :)

    ReplyDelete

Terima kasih kunjungan dan komentarnya, salam.... :)