26/07/2009

Aku kalah.....

Sungguh aku kalah,saat menyadari dia mulai bermain di setiap waktuku
aku mulai lengah,
ketika dengan tiba-tiba dia menjadi warna,
menjadi cerita...menjadi alasan.

Aku kalah...
saat perlahan rindu bermain di siang malamku.
harus kuakui aku kalah kali ini.
Aku mulai melihat senyuman disetiap pantulan garis matahari.

Aku tahu...
Tak ada asa disetiap cerita kita.
Aku dan kamu tak boleh berangan.
Dan kenangan tak kan kudekap.

meski aku merasakan kehadirannya,
entah nyata atau tiada,
aku kalah kali ini.
Sungguh aku merasakannya di setiap saat hariku.


Thinking Of You Myspace Comments
MyNiceSpace.com

12 comments:

  1. kadang kekalahan adalah juga metafora dari sebuah kemenangan. I like your phoem.

    ReplyDelete
  2. ???
    puisinya bagus sih mbak, tapi kenapa sedih??

    ReplyDelete
  3. kalau memang kalah
    kita harus memilki lain pandangan
    kalah untuk menang
    hehehehehe
    semangatttt

    ReplyDelete
  4. kenapa mbak? mencoba melawan tapi nggak bisa ya? hehe...
    cuman menebak ni. :)

    ReplyDelete
  5. Sedih ya puisinya...?
    Kata orang bijak, kekalahan bukan akhir dari segalanya...
    Semangat..!!!

    ReplyDelete
  6. Mana musuhnya ir? Sini biar Nadja getokin palanya biar menang.. hehehe..

    Kunjungan pertamaxx di hari Selasa.
    Semangat Pagi!

    ReplyDelete
  7. Wandering spirit : trima ksh mas...sdh mampir,

    Sastra radio : iya...km benar sob,bisa jg kekalahan adalah kemenangan yg tertunda...setuju ?

    Henny : mksh,tp ini gak sedih kok hen....ini ungkapan aj.kalah juga ada kalah yg membahagiakan...hihihi,hayoo..apa coba ?

    Yanuar : bener bgt sob...

    Farieska amelia: mksh komentnya dik,salam kenal ya...

    Jimox: hihihi,kok tau ?

    ReNi: hehe...iya mba,meski gak sedih bgt kok...ada hikmah indah disetiap hal meskipun sebuah kekalahan.

    Nadja tirta: iya nadja...tolong yah ketok kepalany hehehe...
    mksh sob,...

    ReplyDelete
  8. Ternyata jadi juga yah puisi ini hahaha... I can hardly beleive this!! =P

    Kalah tdk selalu bermakna pecundang. Mengakui kekalahan akan jauh lebih mulia dan agung dari pada meneriakkan yel yel kemenangan yang arogan. Kalah dan menang adalah dua sisi mata koin yg saling menopang. Tidak akan pernah ada kemenangan tanpa ada kekalahan. Berterimakasihlah pada kekalahan karena tanpa dia kemenangan tiada makna. Jadi siapa sebenarnya yg mulia dan agung itu? Jawabannya yang jelas bukan Aku. hahaha...dah nggak nyambung nih ir =P

    Any way. Nice poem!!

    -Ray Nicola-

    ReplyDelete
  9. Anonim: hehehe...mksh untuk idenya ray....
    kekalahan tidak selalu menyedihkan,meskipun buatku tetap saja menyedihkan hahaha....

    ReplyDelete
  10. jgn2 irma bosan liat koment aku yang isinya izin comot puisinya...xixixixixixi ;D

    ReplyDelete

Terima kasih kunjungan dan komentarnya, salam.... :)