15/10/2009

Hening,......

Tak ku dengar apapun,meski bisikan angin...
udara seolah tiada,
nada gundahku setia meski tak berlagu.
Aku yang tercekam sepi ataukah tak ada lagi suara-suara ??

Kepada rembulan pernah kutitipkan angan,
mereka sampaikan rindu
kini smuanya tak berlagu.
Aku sendiri mencari kekuatanku yg dulu,
Aku menghayati hariku,
seolah aku akan mati esok.
Mungkin saja keheningan ini mampu mengembalikan setitik asa,
yang sekejap lalu pupus meninggalkan puingnya yg tak bernama.

Aku sungguh tak siap,
menghadapi kematian jiwaku.
air mataku masih mengalir menandakan jiwaku masih nyata.
Tak bisakah selain sepi ?
tak adakah selain sunyi ?
Aku tak tahu sedang menuju kemana arahku,
aku hanya berjalan,...dan terus berjalan.

Sungguh rangkaian kalimat yg buruk !!!
bernada kesedihan dan hati yg patah,
Hanya bercakap-cakap dengan hati sendiri,
mengeluh dan protes pada Nya...
tidakkah lelah ?
tidakkah ingin pulang ?
tapi kemana,....
kemana rumahku kini,
pada keheningan malam
atau pada teriknya siang.

Seandainya aku bisa menghindarkan sebuah hati,
dan hatiku dari kehancuran....
hidupku tak kan sia-sia.

Aku gembira,...
Sang pemilik kehidupan menghadirkan hening !
mungkin saja kutemukan jawaban.
Dari smua pertanyaan...dari sgala kegelisahan,
meski kurindu kerianganku,
ku peluk hening,...kurasakan hening !



Thinking Of You Myspace Comments
MyNiceSpace.com

6 comments:

  1. anonim: iya, tulisan itu aku simpan bukan di hapus pasti aku terbitkan lagi sob.
    knp ? ...agak sedih soalnya *_*
    mngkn krn saat ini suasana hatiku sdg tdk bgt baik.
    itu tulisan yg mendalam,..... mksh untuk komentnya sahabat anonimku :)

    ReplyDelete
  2. Ah... sepi... kenapa engkau selalu hadir menemani diri... biarlah keheningan ini semakin mendekatkanku kepadaNya... salam terkasih untuk sahabat terbaik...

    ReplyDelete
  3. kau dan hening berebut takdir,
    kau dengan sepenuh rindu
    dan hening merebutnya....

    segera dimasukkannya 'harap' dalam kubik2 hati...
    dijejalkannya berpuluh2 'jika',
    bertumpuk dengan helai demi helai 'semoga'...

    sambil berharap,
    keheningan mampu menyempurnakannya...
    ah....

    ReplyDelete
  4. ahh, sunyi sepi sendiri..
    dari situlah aku terlahir setelah kematian cinta menjelma
    dari situlah juga nanti aku tiada setelah rindu tak lagi bermakna

    *have a nice fate*
    salam kenal..

    ReplyDelete
  5. Wah yang nulis jago banget bikin puisi, yang kasih komentar juga pada jago bikin puisi. jadi bingung mau komen apa nih, hehe.. memang suasana hening bisa membantu kita menemukan jawaban yang selama ini kita cari mbak :)

    ReplyDelete

Terima kasih kunjungan dan komentarnya, salam.... :)