06/11/2009

" Kepada Angin "

Dengan malu-malu ku kutip sebuah lagu tentang kisah para pencinta,
Berharap kau memberi seulas senyum nan memerdekakan jiwa-jiwa yg kerap merasa letih dan gundah.

Lalu diam-diam ku bingkai sebuah puisi,
Tentang rindu para gadis remaja…
Tentang para tetua yg mendongeng sebuah hikayat lama.
Lalu kutemui dirimu menyentuh putik bunga,
Meluruhkan dedaun….

Lalu,kau mulai membelai selaksa nestapa.
Memberi penawar ,
Sempat kau gugurkan putik-putik mawar,
Menghadirkan buliran hujan beraroma tanah,
Menghalau mega menjadi pelangi di senja sehabis rinainya.

Kepada angin yang sepoinya terkadang memabukkan,
Kealpaanku tak urung menghadirkan badai,
Kusaksikan kau menghancurkan segala….

Waktu beranjak tua,…
Matahari tlah menarik cahayanya,
Dan angin tetap saja berhembus kemana ingin.
Terkadang menerbangkanku,
Bercumbu dengan langit atau dengan sepoi bisikannya.

Entah sampai kapan sgala bermuara,
menepi atau terhenti,
Karena angin terkadang letih berhembus,
Dan aku lelah berayun…..

Kepada angin,
sesungguhnya kemana kau ingin ???




Fantasy Myspace Comments
MyNiceSpace.com

34 comments:

  1. Puisi yang Indah
    seperti biasanya...
    Met sore Ir...
    mampir sebelum mati lampu.

    ReplyDelete
  2. Wahai angin..apakah hujan masih bersamamu? Aku lelah mencari mu :)

    *Seperti biasa untaian kata yg indah!.

    ReplyDelete
  3. Ingin menghapus galau hatimu, Senja..
    Adohh...
    Puitisnya bikin ngiler....

    ReplyDelete
  4. angin tak dapat membaca, sayang
    biarkan dia lewat
    dan ikuti...
    atau tinggallah diam
    dan tersenyum padanya sekali lagi...


    nice poem...

    (^^)

    ReplyDelete
  5. Kalau aku adalah angin yg kau maksud. Aku disini...lagi bercengkrama dg hujan!.

    ReplyDelete
  6. anonim: bercengkrama dg hujan ti ati ah nt disambar petir.... < *

    ReplyDelete
  7. Hmm ..puisi indah seperti biasa mba..

    Btw,gambarnya indah sekali...

    ReplyDelete
  8. Hmm ..puisi indah seperti biasa mba..

    Btw,gambarnya indah sekali...

    ReplyDelete
  9. dimana irama desiran angin, disitu ada kehidupan, ada pilihan kemana harus berjalan, diam dan pura-pura tidak mau tahu apapun tidak lebih hanya menggambarkan kemunafikan sendiri. hidup adalah pilihan, tentukan sekarang, baik & buruk hanya sebuah sketsa, hidup dan pilihan seperti satu hubungan yang saling tidak membutuh...kan. nikmati saja. bersalah bukan dosa berbuat benar juga bukan bencana, destroy all the boundaries

    ReplyDelete
  10. so----much..... i like "s
    sedih..sedih..sedih...klu boleh sekalikali yg happy...mba...
    tp thk ..notes yg memukau ***

    ReplyDelete
  11. puisinya indah, mbak
    kapan ya saya bisa bikin puisi bagus kayak gitu? paling ribet dan nda bisa deh bikin puisi

    ReplyDelete
  12. Sebuah Renungan Yang Dalam
    butuh hati yang bersih untuk meraba arti dari semuanya, so sweet :-x

    ReplyDelete
  13. ingin ku berjalan terus menembus semua aral rintang yang ada

    memulai kembali apa yang dulu sempat tertunda

    ingin tak ku hiraukan rasa kecil dihati

    karna rasanya aku telah menemukan sesuatu nan indah

    namun aku tidaklah pasti, tidaklah juga aku boleh bertanya
    karna aku tau segala sesuatu itu sudah ada jalurnya

    ReplyDelete
  14. Wah wah wah....
    entah kenapa kuc\baca berulang-ulang...
    Bagus...
    :D

    ReplyDelete
  15. Puisinya aku suka banget mbak...
    Keren banget.. apalagi ditambah dengan gambar yang indah itu.. Lengkap sudah..!

    ReplyDelete
  16. Angin nggak prnah egois seperti yg kau katakan, dia selalu memberikan tempat pd kemarau dan hujan bahkan ketika kau butuhkan saat kau kepanasan angin hadir dg kesejukannya, namun dia juga adalah ciptaan sama seperti kemarau dan hujan secara alami datang silih berganti 'tuk melengkapi ciptaan-Nya.

    Angin bisa jadi badai ketika diabaikan akibat keegoisan yg selalu menuntut kesejukan. Jadi bukan karena angin egois. Demikian jg kemarau dan hujan ketika mereka diabaikan, mereka bisa mengakibatkan kekeringan, kelaparan dan meluluhlantakkan. Ketika kau diabaikan, kau jg akan menuntut keadilan bukan? Demikian jg angin, kemarau dan hujan.

    *Puisi mbak bagus. Seperti harta karun di dasar laut dalam yg belum tertemukan!.

    ReplyDelete
  17. Angin selalu menyambut setipa langkah, bahkan dia selalu menciumku dengan halus...

    ReplyDelete
  18. Sesungguhnya angin menginginkan berhembus dan terus berhembus sampai ayunanmu menepi atau terhenti atau sampai kau lelah dan kau hentikan ayunanmu, atau sampai matahari lelah dan bosan memandang mu yg tak jua lelah berayun hingga matahari bergegas pergi tuk menggantikannya dg senja yg telah menanti di batas kota. Angin memberi tempat, ruang dan waktu pada mu tuk menghentikan ayunanmu sambil menghembuskan kesejukan dikala kau terjatuh:

    *Salam kenal mbak. Puisi dan photo profile nya bagus!.

    ReplyDelete
  19. lalu angin pula yg membawaku kembali ke rumahmu untuk mengunyah puitika manis dan estetis, karyamu yg semakin bernas.

    ReplyDelete
  20. wew.. seperti biasa, indah dan dalam..

    ReplyDelete
  21. aA:
    "the mind is its own place, and in itself, can make a heaven of hell, a hell of heaven." penjara mental(John Milton)

    ReplyDelete
  22. puisi di blog ini asik2...kunjungan pertama, barangkali saya akan sering lagi berkunjung ke sini.
    :D
    Salam

    ReplyDelete
  23. Kepada angin sayapun mengatakan hal yang sama, kemanapun kau ingin. Tapi angin saya (sang angin selatan) selalu berada di sisi saya, kelihatannya sampai kapapanpun. Begitulah. Mungkin hingga raga saya tak lagi bisa merasakannya. Nice poem senja.

    ReplyDelete
  24. selamat menikmati akhir pekannya sahabat
    salam hangat selalu
    wah nice banget.......

    ReplyDelete
  25. pasti, putik-putik mawar slalu merindukan anginnya:

    ReplyDelete
  26. kepada angin juga kau titipkan harap
    bersama segenap rasa yang kau idap
    walau desirnya tak seelok dulu
    karena racun dan debu telah menyatu
    tapi kau dan juga aku
    masih sering mencumbu angin yang berlalu
    berharap esok masih bisa menikmati waktu


    puisi yang indak mbak...

    ReplyDelete
  27. SIFAT ANGIN YANG SELALU BERGERAK DAN BERHEMBUS DAPAT MENERBANGKAN APA SAJA TERMASUK SALAM DAN PESAN. MENITIPKAN SALAM DAN PESAN MELALUI ANGIN ADALAH LANGKAH YANG TEPAT, KARENA HANYA CUKUP DENGAN BERBICARA ATAU BERBISIK PADA ANGIN YANG LEWAT TENTANG ISI PESAN. SEANDAINYA ANGIN BISA BICARA YA. SELAIN ITU GRATIS ADMINISTRASI, ALIAS TIDAK DIPUNGUT BIAYA. TIDAK PERLU PAKAI PERANGKO DAN BELI AMPLOP SERTA TIDAK PERLU CAP POS, HEHEHEHE.
    HAL YANG LAIN ADALAH ANGIN DATANG TANPA DIUNDANG DAN PERGI TANPA DIUSIR,KAYAK JELANGKUNG AJA, HAHAHAHA. NGGAK NYAMBUNG YA SAMA ISI SYAIR. TERIMAKASIH SUDAH MELUANGKAN WAKTU UNTUK MEMBERI KOMENTAR DALAM KUNJUNGAN KE RUMAHKU.

    ReplyDelete
  28. To All : angin selembut hembusannya yg kerap membelai sepi dan keletihan jiwa...

    meski terkadang meluluh lantakan segenap rasa,

    angin tetap dengan sgala adanya menemaniku melukis lembar demi lembar catatan dan cerita.

    * trima kasih sahabat, komentar kalian disini menjadi suport luar biasa buatku ^_*

    ReplyDelete
  29. Hemm..Nice poem. Lam kenal mbak senja. Met weekend :

    ReplyDelete
  30. happy weekend,....
    lam kenal,pasti weekend nya seru ya !.

    ReplyDelete
  31. Kebahagianmu...kebahagianku jua...
    berkarya trusss....sukses slalu

    ReplyDelete

Terima kasih kunjungan dan komentarnya, salam.... :)