08/01/2010

" InGkaR "

Kau ingkar,...
pada bunga-bunga yg bermekaran
pada rerumput dan gerimis di musim penghujan
pada sebait puisi yg kurengkuh dalam pelukan.

kau ingkar,...
pada sepotong senyuman kecil dibibir seseorang,
pada ribuan detik yang membunuh waktu,
pada kegelisahan yang memupuskan angan.
pada gelak tawa dan air mata.

begitu banyak waktu kubiarkan lepas.
alangkah naif,...
menitipkan sebentuk asa,
pada angin yang selalu berhembus.
kau bukan angin utara atau angin selatan,
kau angin yang menerbangkan segala,
yang menyapu kepercayaan,hingga habis...

akh,....semudah itu engkau ingkar !



60 comments:

  1. Ingkar datang setelah terucap....ingkar pergi dengan sesal... tanpa pamit pada hati yang berkabut sesal...
    Luar biasa aku suka...appalagi kalau ini ungkapan hati..

    ReplyDelete
  2. Ingkar sama dengan lari dari hutang..

    ReplyDelete
  3. Mengamankan zone pertamaaaxxxx dulu!!!
    horee!!

    ReplyDelete
  4. Ingkar tak serta merta khianat...walau terdengar naif (bukan band oldies itu, hehe)namun terkadar ingkar adalah bentuk kearifan. bila itu dilakukan untuk membuat hal trtentu menjadi lebih bermakna...mungkin di sini kita bisa menyebut satu contoh: ingkar atas nadzar dendam...

    ReplyDelete
  5. ingkar itu sama dengan tidak tepat janji ya.. sering tuh saya ingkar. tapi namanya manusia ya begitu. suka khilaf bu haji, tapi yang penting mah harus bisa memperbaiki diri dimulai dari sekarang.. betul tidak ? betul..

    jadi ingat pelajaran waktu SD kalo baca puisi teh..

    so nice article sis.. keep blogging and smiles 4 u.. (artinya mangga ah dikantun bade GOLF heula sareng mang wahyu tos ngantosan.. permiosss)

    ReplyDelete
  6. siapakah yg inkar pd mu sahabat....
    ^_*
    hingga bunga yg kau sirami dg ketulusan berubah layu,
    hingga melebuhkan asa yg kau miliki,
    dan menghapus kepecayaan itu....
    ....
    aku ikut sedih sahabat...

    ReplyDelete
  7. kenapa harus ingkar..aku tak ingin..

    ReplyDelete
  8. biarkan hati bicara
    tentang semua rasa yang pernah ada

    biarkan mata bicara
    tentang semua indah yang pernah singgah

    biarkan berjalan seperti apa adanya

    dan jika saatnya telah tiba..
    waktu yang terlepas akan terganti dengan waktu-waktu yang lain
    yang Insya Allah akan lebih indah...

    ReplyDelete
  9. Ingkar...
    minta dikasih sambel thu mulutnya ;)).
    keren mba puisinya :D

    ReplyDelete
  10. janji itu sama dengan, kalo kamu mengingkarinya sama aja kamu menumpuk utang, dan utang itu hukumnya wajib untuk dibayar

    ReplyDelete
  11. Melati tak pernah ingkar janji
    Pria sejati tak pernah ingkar janji

    Gen juga nggak pernah ingkar janjin loh..! hehe, salam hangat selalu buat si teteh ku yg senyumnya paling manis ini...

    ReplyDelete
  12. ingkar... manusiawi tapi pikasebeleun saur si kabayan mah.. :)

    ReplyDelete
  13. Puisi yang indah
    Photo yang cantik
    Pemilik yang menarik
    Rasanya lengkap jika selalu mampir ke sini

    ReplyDelete
  14. Pastinya nggak ingkar mbak, hehe...

    ReplyDelete
  15. udah tak benerin mba, :D, maaf nyepam :D

    ReplyDelete
  16. Mbak.., aku tak bermaksud ingkar padamu lho... Beneran..!
    ^_^ Miss you much...

    ReplyDelete
  17. semua manusia pasti pernah ingkar walaupun ga ngrasa hehe

    ReplyDelete
  18. kesel sih tiap ada orang ingkar... tapi biasanya saya lihat dulu alasannya apa mbak..

    ReplyDelete
  19. kesel sih tiap ada orang ingkar... tapi biasanya saya lihat dulu alasannya apa mbak..

    ReplyDelete
  20. Lee : terima kasih untuk komentar nya lee, iya..ingkar ^_^
    manusiawi meski menyakitkan !!

    Ramlan: hehe,...gak itu sih kabur ramlan :p

    insanitis37: iya,ingkar tak sellau buruk...contohnya sperti mas insan bilang,ingkar pada nadzar dendam...tapi bukan ingkar itu namanya. ingkar lebih tepat melanggar janji,tidak memenuhi janji,melukai dan hal2 yg tidak sesuai dgn yg disepakati.

    Siapih : betul kang,ingkar janji tidak menepati janji,hatur nuhun kang ^_^

    Hdsence: terima kasih sobatku ^_*
    yup,sedih...

    JONK: iya,entahlah...

    sigit purwanto: aku pun tak ingin dingkari !

    Willyo alsyah P isman: iya,..sungguh tak mudah,sungguh menyenangkan jika bisa kuingkari juga.

    inuel: yup,...makasih ya inuel ^_*

    kang sugeng: benar sekali kang,setuju ^_^

    gen22: betul,pria sejati tak pernah ingkar janji... mksh ya gen ^_*

    nadja tirta: leureus pak,pikaseubeuleun hihi...

    enes: awas janagn ingkar ya kang,...janji loh ?? ^_*

    reni: syukurlah mba,..jgn ingkari persahabatan kita y ^_^

    idanz: betul,...setiap manusia pasti pernah ingkar.dan di ingkari sangat tidak enak ya.

    anyin: ingkar ? adakah alasannya selain tidak konsisten....

    ReplyDelete
  21. siip ingkarnya mbak...salam kenal...

    ReplyDelete
  22. bepi: salam kenal juga,mksh ya... ^_^

    ReplyDelete
  23. hehe.. sepertinya sedang dirundung serapah, senja? sedemikian parahkah?

    ReplyDelete
  24. Ingkar bukan angin selatan atau utara.. mungkin angin puting beliung... hehehehe.

    Jadi terhanyut neeh....

    ReplyDelete
  25. terkadang ku dapat menjaga seekor burung itu di kandangnya hanya untukmu . . . .

    ku rawat burung itu,
    karna ku tau burung itu memiliki indah warnanya . . . .
    merdu suara kicawnya . . . .
    damai kibashan sayapnya~

    ada masanya dia tiba" tersenyum,
    tanpa ku hendaki . . .
    tapi membuatku rapuh . . .

    ternyata benar . . .
    setelah dia tersenyum,
    dan stlah ku pergi burung itu menyucurkan airmatanya . . . .

    tak sanggup ku melihatnya,
    tak sanggup ku menjaganya lagi,
    tak sanggup ku ingin memilikinya lagi,

    biarlah biar kulepas saja,
    krna mungkin di sini bukanlah tempatnya. . .
    msh bnyk dan lbh luas dan layak lagi tempatnya hidup,
    tapi tak bersamaku . . . .

    kuharap KAU kan mengerti mngp ku melepasnya dari sisiku . . .

    hny satu harapku wahay burungku . . .
    ttaplah ingat dan kenang akan diriku . . .

    smg itu mnjdi sbaik"nya obat dalam hidupku . . . .

    "maafkanku . . ."



    nice poet~
    maaf klo nyambung puisi jelek . . . .(hhah . . . .)


    smg terbayar untuk hutang yang lalu~

    wsslm . . .

    ReplyDelete
  26. aemua orang pasti pernah ingkar ya....baik disengaja ato gak disengaja *salam kenal*

    ReplyDelete
  27. Salam...

    Entry yang baik dan komen2 yang baik dari sahabat semua, salam ziarah...

    ReplyDelete
  28. manusian yang baik adalah yang omongannya bisa dipegang jadi jangAN inkar

    ReplyDelete
  29. kunjungan balik nih...
    terimakasih dah coment di blogku ya..
    salam blogger

    ReplyDelete
  30. kunjungan balik nih...
    terimakasih dah coment di blogku ya..
    salam blogger

    ReplyDelete
  31. aku juga punya temen yg suka ingkar janji..kenapa ya orang suka ingkar janji?

    ReplyDelete
  32. sebenarnya manusia hnya biSa berencana tp Tuhanlah yg berkehendak jd terkadang org itu ingkar...

    ReplyDelete
  33. Cinta seharusnya dialamatkan pada keindahan seperti tersirat dalam puisi ini, bukan pada keindahan imitasi.

    Salute for u, slam peace... :)
    http://gaelby.blogspot.com

    ReplyDelete
  34. kau salin keingkarannya...menjadi puisi yang indah.

    walaupun dapat kurasa pahitnya senyummu...
    aku tahu, pengkhianatan itu
    akan membawanya hancur bersama bayu.

    ReplyDelete
  35. note yg sangat menggetarkan jiwa-jiwa yang tertiup angin..

    ReplyDelete
  36. Siapa yang ingkar ni, Senjaku nan manis?

    ReplyDelete
  37. diingkari memang selalu menjadi pengalaman yang tidak enak...

    ReplyDelete
  38. diingkari memang selalu menjadi pengalaman yang tidak enak...

    ReplyDelete
  39. waaahhhh saya telat nimbrungnya hehehehheeh

    memang cukup menyakitkan dan menyebalkan mbak ketika di ingkari,,tapi diambil hikmahnya saja buat pelajaran dihari nanti

    ReplyDelete
  40. siapa yang ingkar? are you ok?

    ReplyDelete
  41. Kau yang mulai, kau yang mengakhiri...kau pula yang mengingkari.
    Apakau kau adalah aku buat senja?! atau dia, yang menyapu kepercayaan itu?

    ReplyDelete
  42. Hendrie K bejo: ngantosan tukang bajigur kang ^_^

    pohonku sepi sendiri: gak pohon,...aku baik-baik saja,serapah cukup dalam hati saja. cukup lewat barisan tulisan saja....

    kelirirenk: bener yg kamu bilang,mungkin angin puting beliung ya :p

    zone4health; terima kasih untuk puisi indahnya sahabat ^_^

    Rosa: salam kenal mba,mksh udh mampir ya...

    Pakmie: terima kasih pak ^_^

    Munir ardi: setuju mas ^_^

    Frank: terima kasih frank.

    Clara: kenapa ya? coba nanti aku tanya sm yg ingkar ? hihi....

    Fais cwakep: hemm,...gitu ya? mksh y

    gaelby salahudin: terima kasih ya untuk kmntrnya ^_^

    setiakasih: terima kasih kakakku,...
    keingkarannya membuat aku lebih dewasa dan kuat ^_*

    mutiara: angin barat,angin selatan,atau angin puting beliung ? hehe...

    Gek: siapa ya...? mungkin angin barat? ^_*

    albertus goentoer tjahjadi: benar sekali mas ^_^

    Dees: betul banget dees,terima kasih ya...setiap hal ada hikmahnya.

    Quinie: i'm OK bu,apalagi kalo diajak bertualang sama dirimu ke tempat2 indah itu bu... *_*

    Yans dalam jeda: hemm,...sulit dijawab sobatku ^_^

    ReplyDelete
  43. Tumben belum ada yg baru Non...

    ReplyDelete
  44. kang sugeng: iya kang,....inspirasinya belum mampir he.. ^_^

    ReplyDelete
  45. begitulah manusia suka ingkar janji. btw, tuh fotonya siapa?
    akh, bisa koment juga nih.

    ReplyDelete
  46. Bila kau ingkar pada segala, maka kau telah ingkar pada rasamu sendiri. Maka janganlah tebar janji bila kau berisap ingkar, hiks. Maka kelak orang-orangpun akan berkata..."kau yang mulai kau yang mengakhiri. Kau yang berjanji kau yang mengingkari....", nyanyi boooo. Nice poem SeNja.

    ReplyDelete
  47. sang cerpenis bercerita: akhirnya bisa komentr juga mba fanny,senangnya... itu foto aku mba hehe...

    newsoul: hemm,mba elly enak juga suara nyanyiannya hihihi...

    ReplyDelete
  48. seng sabar y :)
    aku da awod tukmu, diambil y :)

    http://ayastasliwiguna.blogspot.com/2010/01/blog-ayas-1st-anniversary.html

    ReplyDelete
  49. ingkar...? asal jangan ingkar dari kebenaran,aku setuju bunda....

    ReplyDelete
  50. kan ada perubahan lirik lagu.
    " ingkarlah wahaiii manusia....."
    menjadi:
    "insaflah wahaiiii manusia......."

    he he... nice notes

    ReplyDelete
  51. Janji adalah hutang...ingkar adalah pelarian dari hutang itu dan akan selalu meng-aditif pelakunya.....

    ReplyDelete
  52. pada ribuan detik yang membunuh waktu, aku tak pernah ingkar. makanya aku datang meski agak terlambat untuk membaca puisimu.

    ReplyDelete
  53. di ujung waktu yang tersipu
    aku datang untuk memenuhi janjiku
    mengeja puisimu
    meski waktu menjelama jemu
    ah..
    aku tak ingin kau anggap aku ingkar
    karena janjiku telah lama membelukar
    ....

    (Wah pusinya asyik, Mbak..)

    ReplyDelete
  54. Ayas tasli wiguna: yup,tetep semnagat kang. makasih ya awardnya nanti kujemput ^_*

    Perumaham pondok timur indah: betul sekal,...terima kasih ya ^_^
    hehe,...gubahan liriknya OK juga...

    Aditya blogosphere: yup,ingkar berarti menyalahi janji.ksh ya...

    Ivan kavalera: terima kasih mas,kau memang tak pernah ingkar ^_^

    Bahaudin amyasi: semoga kau tak pernah ingkar hehe,..mksh ya ^_^

    ReplyDelete
  55. Dia yang ingkar yang kamu bilang kau...

    Itu orangnya munafik tuh... 'bila berjanji ia ingkar'. He heh...

    Don't worry be happy darling. Ada mas tukul di sini. he heh...

    Lupakanlah dia yang ingkar kepadamu. He heh...

    ReplyDelete
  56. Apakah kita sudah memberi kesempatan pada orang lain untuk ia menjelaskan mengapa ia ingkar atau tidak menepati janji? Bisa saja karena situasi tertentu diluar kemampuannya bukan?

    Seringkali kita terlupa ketika mengarahkan telunjuk kita kepada orang lain, ada tiga jari yang lain mengarah pada diri sendiri. Ketiga jari tersebut telah mengingatkan kita bahwa tuntutan terbesar berada pada diri kita sendiri. Apakah kita telah menginstrospeksi diri sebelum menyalahkan atau memvonis orang lain ingkar atau munafik? Apakah diri kita tidak pernah ingkar? Apakah diri kita tidak pernah munafik?

    *Aku akui puisi kamu indah, sahabat. Aku suka.

    ReplyDelete
  57. diar: terima kasih sahabat ^_^
    iya,..ingkar,siapapun aku yakin tak ingin diingkari. dan aku berharap aku juga tidak ingkar pada siapapun.

    andre: komentar mu benar sahabat, ingkar...aku yakin siapapun tak ingin ingkar atau sebaliknya,andai pun ada ingkar mungkin ada dua alasan,satu ingin ingkar(gak konsisiten) atau dua,memiliki alasan mngpa ingkar. benar yg kamu tuliskan..terima kasih... ^_^

    komentrnya sangat membangun ^_^

    ReplyDelete

Terima kasih kunjungan dan komentarnya, salam.... :)