06/02/2010

Biru

Tak semudah itu melepas apa yg sekian waktu mengisi palung hati,
tapi bertahan lebih menyakitkan.

Lelaki ku meninggalkanku,
Jiwaku redup dan malam enggan beranjak.
aku ingin terjaga,
mencari rasa yang pernah begitu melegakan rasa.
Kusingkapi setiap lembar waktu,
alangkah bodohnya aku.

Cinta memang tlah surut meredup dari jiwamu,
sejam tlah berlalu...
aku masih tergugu menahan pilu.
Bawalah segala tentangmu hingga jauh,
seperti angin menerbangkan segala luruh.

Anginmu dulu membiusku,
kini aku terjaga...
kuingat bisikanmu tentang rindu,
kini aku membeku !
Dulu aku mencari penawar kesakitanku,
kau pergi lukaku kian membiru.

Kejarlah,...
bersandinglah dengan putri-putri menawan.
Takkan kau dapati aku,
meski dalam bingkai sajak,
atau cemara dan putik mawar,
kerlip malam hingga langit yang memerah....
Kau takkan melihat cinta tak berbatas,
kabut tlah turun menutupi pandanganmu tentang aku.

Berjalanlah kau seringan angin,
aku tarlalu naif mengartikan sebuah batas.
Kini aku berada sejak semula,
seperti ketika kau menemukanku.
Biru,....


* Menjawab komentar sahabatku yang rindu puisi biru kelabuku.



Fantasy Myspace Comments
MyNiceProfile.com

57 comments:

  1. Puisinya keren mbak, aku suka membacanya.

    ReplyDelete
  2. Wah, seingatku baru kali ini aku bisa jadi numero uno..! :D

    ReplyDelete
  3. numero tigo.....puisi yang indah dan shubuh nih...hehehe

    ReplyDelete
  4. Salam Adikku,

    kesakitanku menusuk bisa ke hatiku...
    sungguh pilu mengenangkan kamu
    seakan masih gelupur kesakitan..

    Adik, selepas sakit itu pasti ada bahagia.

    Telah aku temuinya... setelah berkurun lama aku tersiksa
    dikhianati lelakiku...

    Adik, terus bersemangatnya...
    luahkan ia...
    jangan ada luka yang tersisa...
    nescaya, kamu akan lebih bahagia dengan yang baru.

    Aku mendoakanmu, sayangku, adikku.

    ReplyDelete
  5. BElum bisa mengalahkan lembutnya hati Senja dalam membuat prosa atau puisi.. hmmmm..

    Great job, sis. :)

    ReplyDelete
  6. Tak semudah itu melepas apa yg sekian waktu mengisi palung hati,
    tapi bertahan lebih menyakitkan.
    *daleeemmmmmmm*

    ReplyDelete
  7. Tak semudah itu melepas apa yg sekian waktu mengisi palung hati,
    tapi bertahan lebih menyakitkan.
    *daleeemmmmmmm*

    ReplyDelete
  8. Tak semudah itu melepas apa yg sekian waktu mengisi palung hati,
    tapi bertahan lebih menyakitkan.
    *daleeemmmmmmm*

    ReplyDelete
  9. Wah hebat....iya emang jago bikin puisi ya, spontan ato berdasar hati & perasaan mb ? kasih tau rahasianya donk...hihihi..

    ReplyDelete
  10. Ka' senja pinter banget deh bikin puisinya...
    aku suka, slalu ada puisi indah disini.... :D

    ReplyDelete
  11. Sahabat, puisi indah yg kau dedikasikan buat sahabatmu begitu indah kau goreskan. I like this!!

    Memang tak semudah itu melepas apa yg sekian waktu mengisi palung hati yah..., tapi bukankah sahabat mengatakan bertahan akan lebih menyakitkan buat sahabatmu begitu pula buat lelaki yang meninggalkannya, karena bisa saja sesungguhnya cinta tak pernah surut meredup dari jiwa lelaki itu.

    Lelaki yg meninggalkannya, tak lagi membuat jiwa nya redup malah berpendar melalui cahaya yang menerangi jiwa sahabat mu, hingga ia enggan beranjak dan ingin tetap terjaga dalam kegelapan malam nya. Karena sesungguhnya dia tak lagi bodoh seperti yang dia katakan, karena cahaya itu telah mengantarkan perubahan yang sangat berarti pada diri nya.

    Biarkan dia tergugu menahan pilu demikian juga yang dirasakan lelaki itu, namun mereka percaya badai pasti berlalu, seperti angin menerbangkan segala luruh dan menghapuskan segala pilu, dengan semangat dan keoptimisannya, kelak kan mengantarkan nya pada kebahagiaan.

    Angin yang dulu membius dan membisikkannya tentang rindu, meski tlah berlalu, namun kan membuatnya tetap terjaga dan menjadikannya kenangan manis yang telah dan kan terus membawa perubahan menuju kekuatannya yang hebat, karena dia tak lagi membeku dan tak lagi membiru.

    Dia tak lagi naif mengartikan sebuah batas, tak lagi seperti dulu, seperti ketika lelaki itu menemukan nya.

    Katakan pada sahabatmu, lelaki itu masih bisa mendapati nya dalam bingkai sajak nya, namun katakan pada nya, temuilah cinta dan kasih nya,...karena sesungguhnya hanya dia sendiri yang bisa mengubah dan melakukannya, tuk mengantarkan dan menjadikannya bahagia...

    Kini dia telah berubah, dengan cahaya itu, dan kalau dia mau, dia bahkan bisa mengubah dunia!! dan dia tak lagi Biru,...

    *Loh.....kok aku jadi kebawa arus puisi kamu yah hahahaha... puisi km telah menghipnotisku!!! he... Salut buat sahabat!! Semoga sehat selalu *_*

    ReplyDelete
  12. Sepertinya Puisi ini di buat dengan sepenuh hati,

    Indah,
    Menawan,
    Cantik,
    Bagus,
    Perfect,
    Luar Biasa..

    ReplyDelete
  13. aku selalu terpana, terbius dan terhipnotis jika membaca puisi2 mu senja....sungguh merasuk hati...

    ReplyDelete
  14. heee...
    Memang kelabu ya...!


    AKh.. cinta kelabu

    ReplyDelete
  15. ini cowoknya ninggalin ya mbak?
    kejam bener >_<

    ReplyDelete
  16. hmmmm... puisi yang indah... kapan-kapan buatin aku puisi ya mbak,,, tapi judulnya Hijau...aku suka warna itu heheh

    ReplyDelete
  17. reni: terima kasih mba,horeee...pertamaxnya dapet sm mba reni hehe :p

    Alrezamittariq: yup,tadinya mau aku kasih judul menjelang shubuh sob ^_*

    setiakasih: dears kakaku,...

    puisimu selalu menghadirkan haru,
    berbahagia mendengar kau tlah menemukan penggantinya cinta yg hilang.
    aku,..? aku baik-baik saja kakakku,terlebih aku memiliki sahabat sepertimu ^^

    Gek: dan aku gak akan bisa mengalahkan Gek dalam bercerita lalu menjadikan bacaan yg seru dan enak dibaca ^^

    Quinie: sedalem apa queen ??? hehe.... :p

    Chimisah noer: biru yang membuat pilu hehe...

    Lilah: mksh mba,pake hati dong hehe supaya menyentuh hati jg ^^

    ieyaz: terima kasih ieyaz ^^

    andre: terima kasih untuk komentarnya, ini hanya note biasa.
    andaipun ada kisah seperti ini... sebuah hati bukanlah seperangkat benda yg bisa dgn mudah diganti dan diperbaharui bukan?

    jika dia bilang biru,maka dia memang biru...
    semoga waktu membantunya menemukan kembali senyuman dibibirnya.

    haha,..just note sobat ^^

    Laksamana embun: hemmm,....terima kasih sobat.
    Sepenuh hati sobat sampai pagi aku menulisnya *_* hehe....

    Willyo alsyah P isman: tentu saja komentarmu membuatku ingin slalu menulis sahabat ^^ trima kasih ya...

    Bandit pangaratto: sekelabu langit siang ini sobat ^^

    Clara: dipuisi ini begitulah ceritanya,... :(
    bukan kisah aku ya hehe... :p

    Ritma: insyallah ya ritma...hijau ? hemmm..... menyejukkan ^^

    ReplyDelete
  18. met sore,,,

    meramu kembali kerinduan dan cinta yg mungkin terlupakan,,,,,

    love blue...
    mengharu biru,,
    nice kaka' ku, sahabatku,,,

    salam,

    ReplyDelete
  19. kirain kisahmu senja..
    ternyata ga ya..
    syukur deh kalo ga..
    puisinya sedih banget..

    ReplyDelete
  20. Hdsence: Love blue,...Yup *_*

    mengharu biru,dan sendu...
    itulah senja,jika benderang pastilah sipenguasa siang.

    Thanks langit senja...

    semoga langitmu senja mu sellau indah..

    syifa ahira: hehe,...kalo ada yg sampe gituin aku ??
    hikksss....teganyaaaaa :(

    ReplyDelete
  21. salam sobat
    duh mba Senja,,puisinya,,mengharu biru,,cocok dengan judulnya biru.
    indah sekali..dibacanya.
    enak dan betah kalau berkunjung ke blog cantik ini.

    ReplyDelete
  22. "bersandinglah dengan putri-putri menawan"

    sama siapa ni maksudnya? pokoknya kalo ndak sama Tyas Mirasih, Kang Sugeng ndak mau

    ReplyDelete
  23. ketika kita saling mencinta (di dunia) tentu kita akan bersiap siap berpisah karena sudah sunatulah semuanya tidak abadi

    ReplyDelete
  24. biarkan dia pergi, ihklaskan hati...

    ReplyDelete
  25. mbaaakkk senjaaa so saaa birunya benar-benar biru,,,heheeheh serasa baru kemarin aku mengalami hal itu

    ReplyDelete
  26. alhamdulillah kabar baik juga mbak heheheh

    ReplyDelete
  27. semoga nggak akan terjadi lagi padaku seperti apa yang terjadi di puisi mba... huhuhuhu

    ReplyDelete
  28. met malam kak,

    Sang langit kembali mengunjungi SenJA...

    curhat dikit ahk,
    malam minggu ternyata malam yg sepi bagi langitsenja..
    haaaaaaahk,,,

    andaikan saja rembulanku ada...

    ReplyDelete
  29. Saya Suka dengan Warna Biru, Apa lagi kalau dia punya Gradasi. Cantik Sekali lah Pokoknya. Dan Secantik Puisi yang Dirimu buat

    ReplyDelete
  30. puisinya bagus ... i like this *pesbuk mode on*

    ReplyDelete
  31. senja, puisimu membuatku ingat luka-lukaku yang kemudian
    menyulut cemas dengan hati lebam yang
    baru saja kuijinkan seseorang membukanya kembali
    ahh, senja..
    apakah hatiku hanya bisa mempuisikan harapan tanpa kata yang selalu ku damba?
    bidukku belum juga benar2 berlabuh
    dan percayaku belum benar2 tertambat..
    aku takut, senja..
    malam kan mengambil sekeping cinta kecil
    yang baru kutemukan
    namun belum bisa menutupi luka2 selama ini..
    akankah ia bisa
    ataukah setelah borok yang busuk terhirup
    wangi bidadari2 akan membawanya pergi
    dan aku terpaku tak bisa apa2..
    aku takut, senja..
    aku takut pelabuhan ini tak bisa menampung harap dan tak bisa benar2 menggenggam hatiku....
    aku pikir aku harus siap..

    ReplyDelete
  32. puisinya selalu cantik, secantik yg bikin :)

    ReplyDelete
  33. Biru memiliki arti stabil karena itu adalah warna langit, kesetiaan, ketenangan, sensitif dan bisa diandalkan.

    puisi yang mengharu biru...

    ReplyDelete
  34. betapa dalam nada kesedihan yang tergurat dalam goresan ini.

    ReplyDelete
  35. Aku datang lagi membaca BIRU kamu sahabat...

    ReplyDelete
  36. siipp puisinya,,
    salam kenal jg ya,,

    ReplyDelete
  37. Met mlm sahabat, aku mampir.

    Puisi ini mengingatkanku pada reunian seorang sahabat ku dulu.

    Lagi apa dia skarnag yah. Smoga dia baik2 aja. Speechless :(

    ReplyDelete
  38. memang hati yang lembut akan menghasilkan karya sastra yang indah, selamat malam mbak Irma

    ReplyDelete
  39. eh iya bagaimana nyeri bahunya udah baikan?

    ReplyDelete
  40. eh iya bagaimana nyeri bahunya udah baikan?

    ReplyDelete
  41. warna biru identik sama yang kelabu dan sendu ya mba..

    ReplyDelete
  42. Nura: terima kasih mba,...senang bgt bisa dikunjungi mba nura ^^

    Kang sugeng: iya deh kang,..smg surat cinta buat tyas mirasihnya jadi juara y??

    jalani hidup apa adanya: betul,..didunia ini smua hanya titipan...

    Fi: benar,...bukankah yg ingin pergi tak ada gunanya dicegah??

    Dees: kalo bgt ini puisi untukmu dees ^^ smg menjadi pelipur lara... :(

    nineta: smg tak ada yg mengalami seperti dlm puisiku :)

    Hdsence: tak apa langit senja,..meski sendiri nikmati saja ^^
    senja baik saja,skg dia redup...esok dia akan hadir kembali.

    agoez: biru memang cantik mas ^^

    semutgeni.net: terima kasih semut ^^

    tjahjadi: terima kasih mas ^^

    seiri hanako: sahabatku sayang,...
    sembuhkan lukamu,jangan membuka hati jika kau belum siap...

    terkadang ketika kita membuka hati kita belum tentu akan menyembuhkan luka hati kita. terkadang,...memperparah :(

    tapi aku yakin,ada cinta indah yg tengah menantimu disana...

    ochecholic: terima kasih sahabatku ^^

    ReplyDelete
  43. harto: benar,biru juga sebuah warna yg sangat cantik...

    setiaw@n dirgant@ra: hemmm,..... ^^

    Willyo alsyah P isman: terima kasih sahabatku ^^

    ice blended vanila: trima kasih caca manis ^^

    suara prayudi: trima kasih ya...salam knl jg...

    Andre: selamat malam,...
    oh ya ? puisi ini ternyata mengingatkan sahabat2 blogerku pada berbagai kisah ,sayangnya kisah sedih...puisi ini memang BIRU,.....trima kasih untuk koemntarnya .......................

    Munir ardi: terima kasih mas,...bahuku skg lg enakan,sakitnya kadang dtg dan pergi mas :(

    Andre: speechless,..... Jg

    miwwa: gak juga sebenrnya,biru jg warna keteguhan dan kepasrahan...

    ReplyDelete
  44. Puisi adalah makna dari semua makna yang membuat kau selalu sibuk mencari
    maknanya

    ReplyDelete
  45. saat lalu itu bukan cuma mimpi, yang telah terjadi kan tetaplah terjadi...
    walaupun kisah ini sedih tapi semangat terus...
    kaya yang kawan... oh ya kapan2 berkunjunglah kembali ke kuningan, terima kasih kawan..

    ReplyDelete
  46. So sweet Senja, my best Salute for you.

    Tetapi hrus kusarankan bahwa sesungguhnya akan lebih baik untuk tetap bersabar menyelami perubahan pada dirinya dan berkenan mengevaluasi kenapa sampai tak tercium lagi wewangi auranya.
    Maaf kalau aq terkesan sok tahu :)

    Aq memaknai puisimu secara berbeda. Kau sedang menikmati kerinduanmu
    Kamu masih mencintainya.

    Karena cinta bukan semata yang tampak, tetapi juga yang tersembunyi.
    Itulah sebabnya cinta tak terdifinisikan secara tepat melainkan oleh cinta itu sendiri.

    Salam peace n good luck !

    btw, aq bru sadar kita blum tukaran link. Linkmu sdah aq pasang, thanks

    http://gaelby.blogspot.com

    ReplyDelete
  47. wah jadi terharu aku.. eh Senja LINK kamu q pasang...pasang balik yaCh..makacih.

    ReplyDelete
  48. olanuxer a.k.a : hemm,...maknanya tersembunyi di balik barisan kalimat.

    pocahontas: tentu saja sobat,...bulan mei insyallah aku akna pulang ke kuningan ^^
    orang tuaku ada disana.

    gaelby salahudddin:
    Karena cinta bukan semata yang tampak, tetapi juga yang tersembunyi.
    Itulah sebabnya cinta tak terdifinisikan secara tepat melainkan oleh cinta itu sendiri... aku setuju penggalan kalimatmu diatas sobat ^^
    terima kasih ya...

    tak ada yg tak bisa: terima kasih sobat ^^

    gyant: trima ksh gyant,..mksh jg sdh pasang linkku,..linkmu akan kupasang jg ^_*

    ReplyDelete
  49. selain kuning, aku juga suka biru kok. hehehhee

    gak ada yang nanya ya???

    ReplyDelete
  50. salam sobat
    ya masih di biru nich,,
    kok belum ganti mba Senja..

    ReplyDelete
  51. aku kopas ya sis puisinya terimakasihh

    ReplyDelete
  52. tapi bertahan lebih menyakitkan. ini ngena banget mbak. :'(


    Makanan Sehat Teknologi Dunia

    ReplyDelete

Terima kasih kunjungan dan komentarnya, salam.... :)