23/03/2010

Bercengkrama dengan senja





Ketika “ Senja” mulai menampakan dirinya di ufuk barat,tlah kusiapkan hatiku....

Aku ingin menyapanya sore ini dan memohon sesuatu padanya!...



Ketika Jingganya mulai menyentuh hatiku,

kubertanya padanya, tak adakah warna lain selain Jinggamu?...

Aku inginkan sesuatu yg lebih dari sekedar warna Jingga!

Bisakah kau berikan kepadaku wahai “ Senja”?...



“ Senja” hanya terdiam ....

Dalam hatinya ia hanya berucap “Apakah ada warna yg lebih indah selain Jinggaku?...”



Lalu aku bertanya lagi,

tak bisakah kau hadir sepanjang hariku wahai “ Senja”?...

Belum puas rasanya aku menikmati Senjamu,

mengapa malam begitu bergegas menjemputmu?...



Senja kembali tertegun dengan pertanyaanku.

Mungkin di hatinya ia kembali berujar, “Apakah bisa kau nikmati Aku sepanjang harimu?...“



Belum sempat “ Senja” menjawab, kembali ku bertanya...

Bisakah aku menjadi “Langit” tempat peraduan Lembayungmu, meskipun hanya sesaat??.....



Senja enggan menjawab,

Ia hanya bergumam dalam hati, “Apakah bisa kau melihat seluruh isi dunia, laksana Langitku?”...



Mengapa kau hanya terdiam , wahai “ Senja”?....

Jawablah semua pertanyaaan-pertanyaanku!.




Senja hanya tersenyum sambil menatapku dengan penuh keheranan, kemudian berkata,

“Sebelum aku jawab semua pertanyaanmu, bolehkah aku bertanya ? "



“Apakah itu, wahai Senja?”...



Bisakah kau melihat warna jinggaku tanpa menggunakan kedua matamu?....

Apakah mungkin kau hidup tanpa kehadiran dan hangatnya “Sang Mentari” didunia ini ?...

Mampukah kau berjalan mengelilingi dunia bagaikan “Langit”, peraduan lembayungku?....



Aku tertegun tak bisa menjawab semua pertanyaan “ Senja”......



“ Senja” berbisik..., nikmatilah aku yang hanya sesaat ini..

Jadikanlah waktumu yang sangat singkat ini, hanya untuk menikmati keindahan Jinggaku.....

Dengan begitu, hari-harimu akan menjadi penuh warna.



Aku adalah Aku, biarkanlah Aku tetap menjadi “Senja” seperti apa adanya!!.....
Seperti ketika kau menemukanku ditemaram langit.....



* 22 maret 2010









55 comments:

  1. aih jingga...

    warna dan kata yang... membuat

    jingga... hihihi

    indah nian

    ReplyDelete
  2. senja itu ternya dalam ya maknanya, seperti namanya irmasenja.

    ReplyDelete
  3. Suryaden: hihihi,..selamat pagi sahabat ^^

    Fi: daleemmm bangetttss ^_*
    makasih ya....

    ReplyDelete
  4. Nice phoem :-)

    Jadi pengen ngecat kamar dengan warna jingga supaya bisa menikmati senja setiap saat hihihi

    ReplyDelete
  5. Zulfadhli's family: boleh...hihihi supaya teringat senja ^_*

    ReplyDelete
  6. ada warna yg sama indahnya, birunya langit...
    hidup biru hehe...

    ReplyDelete
  7. baguuus puisinyaaaa

    jadi tahu sisi lain dari sebuah scene kehidupan
    apapun punya makana dan sayang, itu sering terlewat begitu saja

    penyesalan tentu diakhir, tapi menratapi penyesalan adalah menyedihkan

    sip2

    ReplyDelete
  8. istimewanya senja adalah hadirnya yg sesaat disetiap hari
    walau hanya berikan semburat jingga, tp ia slalu dinanti ^^

    nice poem!
    aq jg suka semburat jingga dikaki langit saat mentari kembali keperaduan dan malam mulai menjelang :)

    ReplyDelete
  9. Mantap, klop, pas. Seakan terjawablah tanya sang kelana tentang senja di "Terbang Senja" saya, hehe. Selamat pagi senja.

    ReplyDelete
  10. Senja..
    Mba irma ga pernah kehilangan kata2 untuk menggambarkan senja. Seandainya jakarta ada senja. Entah kenapa saya jarang bahkan tidak pernah melihat semburat senja disini.

    Salam untuk senja kalau bertemu hari ini ya.. x)

    ReplyDelete
  11. Jingga dengan biru warna serasi tuh, soalnya biru kan warna favourite ku hehehe

    ReplyDelete
  12. senja datang sambut sang bulan....by voodoo he....he....

    ReplyDelete
  13. i love senja :)
    *tuker link dengan blog PR 4, mau??*

    ReplyDelete
  14. ah..senja..selalu meninggalkan kenangan..

    ReplyDelete
  15. Wah.., manis sekali untaian kata dalam Bercengkrama dengan senja...
    Indah mbak.. dan aku menikmati jingganya.

    ReplyDelete
  16. Senja menjawab: "bawel kamu ini!" Pletakkkk!!!

    hehe

    Krikk!!!

    ReplyDelete
  17. Kalau setiap hari siang sampai sore mataharinya jingga saja enak donk, pasti indah sekali...heheee

    ReplyDelete
  18. Kalau baca puisi bagus..pengennya bisa buat juga meskipun gak ada bakat nulis puisi..nice blog.
    salam kenal..

    ReplyDelete
  19. mbak,aku tau kenapa mbak suka senja.. kemaren waktu pulang dari rumahmu, matahari lagi mo terbenam, dan itu cantiiiiiiiiiiiiiik banget, warnaya jingga terang. Tanya mbak Ratu, kita sampe berenti sebentar lho..

    ReplyDelete
  20. sayang ya senja selalu muncul sesaat hehehehe...aku suka pic nya mbak

    ReplyDelete
  21. salamsobat
    sip mba,,tetap menjadi "senja" seperti apa adanya.
    bagus puisinya.

    ReplyDelete
  22. Kira-kira tante senja ini lg bertanya-2 apaan ya sama "senja" ?

    ReplyDelete
  23. Kalau ini fesbuk, pasti sudah ada gambar "JEMPOL"nya!

    ReplyDelete
  24. aku suka jingga :)
    benar, senja memang hanya sesaat.
    kemaren senjanya bagus loooh :) hehehe

    ReplyDelete
  25. pertanyaan pertama :
    kenapa warna di sore hari jingga (kecuali jika berawan tebal ga nampak apa2)?

    pertanyaan kedua dari bang fiko :
    kenapa tak pakai name/url?
    karena bang fiko tak punya account blogspot, bang fiko cuma punya wordpress

    ReplyDelete
  26. keren...

    pic n puisinya mbaak..

    ReplyDelete
  27. Bercengkrama Dengan Senja? Hm...Indah Sekali Judulnya, Jadi mengispirasiku untuk membuat foto ini.

    ReplyDelete
  28. indahnyaaaaa iya kan kubiarkan senja hanya sesaat , karean itulah keindahannya, dan itulah istimewanya, yang akhir aku paling suka, jadi diri sendiri :), met siang mba senja :D

    ReplyDelete
  29. wow... keren buanget puisinya kali ini Non... membuat saya iri, kenapa saya tak pandai brpuisi..?

    ReplyDelete
  30. hwaaaaaaa,,,udah lama aku gak mampir ke sini...
    kangeeeeen.......

    ReplyDelete
  31. wah menarik ni becengkrama dg mbak senja :)

    ReplyDelete
  32. Senja indah karena ia hanya datang "sesaat", sehingga hati tak sempat mengukir kata "bosan"

    ReplyDelete
  33. Lembut sekali huruf2 ini meraba jantungku....

    ReplyDelete
  34. http://coretanku103.blogspot.com/2010/03/artikel-tanpa-judul.html

    ReplyDelete
  35. jingga yang mampu membuatku ternganga

    ReplyDelete
  36. kunjungan rutin buat senja...

    ReplyDelete
  37. suka nulis
    ujung2nya jadi pinter nulis
    asiiiik mantap

    ReplyDelete
  38. biarlah senja tetap jadi senja, biarlah aku jadi aku..

    luar biasa indahnya perpaduan kata yang kau tulis senja....

    berkunjung ke blog ini laksana senja yang mewarnai hari2ku....

    ReplyDelete
  39. bahasanya bagus sekali mbak.
    penuh makna dan mudah dicerna..
    salam sahabat

    ReplyDelete
  40. Cengkrama senja yang indah...
    Selamat Pagi.
    mampir ditengah kesibukan panitia ujian nasional.

    ReplyDelete
  41. senja menunjukkan waktu datangnya malam, bagaimanakah dengan 1hari yang telah kita lalui dikala pagi dan siang? semoga hari kita menjadi hari yang terbaik

    ReplyDelete
  42. Guys,

    Support The Earth Hour, by turning off all the electricity for an hour on Saturday, March 27'th 2010, 8.30 pm.

    Dukung The Earth Hour, dengan mematikan semua lampu dan listrik selama 1 jam, pada hari Sabtu, 27 Maret 2010 mulai dari jam 20.30 malam.

    This is the least we can do....


    Love the Earth...

    Ninneta

    ReplyDelete
  43. Senja mengingatkanku pada mu..

    ReplyDelete
  44. senja tinggal remah-remah, dimamah para penyair yang tergila-gila padanya

    ReplyDelete
  45. suatu yang rutin.... namun kamu telah memperindahkannya...

    ReplyDelete
  46. senja yang indah terbias pesona jingga langit,,,

    beautyful,,,

    ReplyDelete
  47. senja itu jingga ya?
    tetapi ditemani merah, kuning...kadang juga ungu...

    ReplyDelete

Terima kasih kunjungan dan komentarnya, salam.... :)