30/09/2010

Kalbu manusia yang fana

Kebekuan yg pernah kugambarkan pd sebait puisiku ketika lalu,
mungkin seperti itu adanya aku.
Ketika dalam perjalanannya arogansimu meruntuhkan aku.
Melemahkan segala pertahanan,
pun ketidak perdulian pada semua hal yg kau tawarkan.
Perlahan...aku menoleh,pelan menatap,dan akhirnya terpaku pada adanya sosokmu.

Kau tidak mengasihiku dengan bunga.
Kau hanya menjadikan aku tersenyum,
mengikhlaskan mauku,...
Bahkan tetap tersenyum ketika anganku pada yg lain.
Sekian waktu menjadi seseorang yg biasa,
perlahan menjadikanmu segala...


*inspirasi seorang sahabat*



10 comments:

  1. kita manusia lemah dan tiada daya , dan perasaan tak akan pernah bisa bohong

    ReplyDelete
  2. wah lamanya baru bisa pertama lagi disini

    ReplyDelete
  3. ahh ternyata.. diam2 kou mengagumiku.hehehe

    ReplyDelete
  4. sempat nggak nahan nafas bacanya,Senja
    tulisanmu
    entah kenapa
    terbaca begitu luka

    siapapun yng menjadi inspirassi tulisan ini
    semoga dia baik-baik saja...

    salam sayang

    Seiri

    ReplyDelete
  5. duh jangan segitunya mba kalo mengagumi pak tani...jadi malu kan pak tani...
    ^^

    ReplyDelete
  6. besok deh aku lempar bunga
    sekalian potnya gak..?
    hehehe sadis...

    ReplyDelete

Terima kasih kunjungan dan komentarnya, salam.... :)