30/09/2010

Kalbu manusia yang fana

Kebekuan yg pernah kugambarkan pd sebait puisiku ketika lalu,
mungkin seperti itu adanya aku.
Ketika dalam perjalanannya arogansimu meruntuhkan aku.
Melemahkan segala pertahanan,
pun ketidak perdulian pada semua hal yg kau tawarkan.
Perlahan...aku menoleh,pelan menatap,dan akhirnya terpaku pada adanya sosokmu.

Kau tidak mengasihiku dengan bunga.
Kau hanya menjadikan aku tersenyum,
mengikhlaskan mauku,...
Bahkan tetap tersenyum ketika anganku pada yg lain.
Sekian waktu menjadi seseorang yg biasa,
perlahan menjadikanmu segala...


*inspirasi seorang sahabat*



29/09/2010

Rasa sebenarnya,

Aku tidak mengingkari kebesaran DIA ketika melemahkan hatiku,
pun ketika aku tak sanggup bicara betapa aku merindu seorang mahklukNya yang fana.
Rasa rindu yang menggelisahkan,
yang menjadikan langit berjelaga di mataku.

Rasa sebenarnya,...
rasaku sesungguhnya,padamu ^^



28/09/2010

Lelah

Wanita separuh baya hilir mudik di depanku,
membawa lap,sapu dan sibuk berbenah.
Wajahnya menyimpan tanya,
mengapa aku tak seperti biasanya,
yg sesekali mencandainya.

Logat betawinya nyata di telingaku,
membawakan segelas susu kedelai yang biasa setiap pagi kuminum.
Tampak bingung karena masih utuh tanpa ku sentuh.

Aku diam di awal pagi ini,
meringkuk di bawah selimut,
tirai kamar kubiarkan tertutup,
meski sinar mentari mulai unjuk kehangatan di langitNya.
rasaku,...? entahlah...

Perlahan ku bangun,
cermin memantulkan wajah lelah dan sembab.
aku meringis,
mataku susah untuk menipu.
dia akan memantulkan kelelahan yg kurasa di kedalaman rasa.

Kubuka laptop ku,....kumasuki duniaku.
Dengan piyama yg masih melekat,
kutumpahkan apa yg terlintas di benak.
si mpok mengetuk kamar dan mendekat,
" sarapannya bunda,...? "
aku coba tersenyum,...
" aku tidak ingin makan mpok,aku tidak ingin apapun "

Benar,...aku tidak ingin apapun...hanya ingin diam karena ada lelah yang tak bisa kutelaah.


26/09/2010

Sembuhkan dia kali ini,Tuhan........

Bertahun yg lalu,aku melihatmu memasuki kamar tempatku menjalani perawatan. Saat itu mungkin kau berpikir wanita berusia 22 tahun,yang tampak pucat dan sulit bergerak karena begitu banyak selang menembus kulit tubuhku, tak kan bertahan lama.
Meskipun aku yakin,saat itu aku tetap senja yang selalu mencoba tegar...tidak mengeluh,tidak merintih,dan tidak menangis.

Kau sempat mengatakan meski sakit aku tetap terlihat cantik (uuhukk..uhukkk....),aku tertawa ketika mama ku tercinta menambahkan bahwa meski aku sakit,bahkan hendak rawat inap aku selalu ingin rapi jali :D
termasuk memaksa mandi sebelum operasi besarku,dengan dua infus di tanganku ^^

Kau terus menerus menghiburku,mendoakan,dan yakin aku akan sembuh. Dan tentu saja saat itu tidak ada air mata,atau kesedihan meski aku terlihat tidak berdaya.
Engkau dengan penuh semangat bercerita tentang masa lalu,ketika aku masih berseragam putih biru,hingga putih abu.
Sahabat mamaku,.... yang kukenal dengan begitu baik.

Aku terus menjalani hidup,akhh sesungguhnya kesulitan dan rasa sakit hanya cukup di jalani,dan pasti terlewati bukan ?
aku selalu percaya tidak ada yg abadi untuk semua hal didunia ini,begitu juga dengan kesulitan dan rasa sakit.

Dua minggu yang lalu kabar itu kudengar begitu saja,bahkan sesaat sempat membuatku termenung. membaca kembali buku-buku perjuangan kankerku,buku motivasiku.
Bahkan membuatku membuka kembali draft lama di blog ini,saat aku berusaha mengenal dan menjalani hidup bersama sel-sel ganas itu.
Aku terkejut,...wanita yg pernah beberapa kali menjenguk dan mendoakanku,kini tengah berjuang untuk bertahan hidup karena kanker kelenjar getah bening yg menderanya.

Tuhan,.....
Sungguh tak ada yang tahu apa yang Engkau tuliskan kepada semua mahlukMu didalam waktu dan kehidupan yang Engkau berikan.
dia,sahabat mamaku yang dulu begitu bersemangat memotivasi aku untuk sembuh kini tengah berjuang melawan kanker.
Khemotherapi dan radiasi yg tengah dijalani kini memaksanya untuk berhenti dari aktifitasnya untuk hijrah ke kota besar untuk menjalani pengobatan,membiarkan tubuh dan kulitnya mengering dan menghitam karena radiasi.

Berikan kekuatan padanya,Tuhanku yang pemurah....sembuhkan dia,angkat rasa sakitnya,berikan keikhlasan dan kesabaran padanya,amien.

Kematian satu-satunya kepastian didunia ini,semua mahlukNya akan mengalaminya. Hanya saja waktu yang membedakan satu dengan yg lain kapan itu akan terjadi.
kanker seolah mendekatkan batas kematian dengan si pasien,ada titik di mana aku begitu takut hingga hanya bisa menangis sendiri mengadu pada Tuhan.
Akhirnya aku menemukan kelegaan,...dan membiarkan ketetapan Nya berlaku padaku,apapun itu.

Pernah mengidap kanker membuatku terkadang bersikap berlebihan untuk hal-hal yang berkaitan dgn kesehatan,kadang menjadi pribadi yg mudah cemas,aku juga mudah sensitif jika mendengar siapapun menderita penyakit itu.tapi pernah menderita kanker jg membuatku lebih kuat dari sebelumnya.

Doaku selalu sama,aku tahu bagaimana sulitnya menerima kanker dalam hidup kita...semoga tak ada siapapun khususnya keluarga,sahabat,teman,siapapun yg merasakan penyakit itu.amiennn.....


20/09/2010

Ketika itu,....

Pada perjalanan kemarin lalu sang jingga enggan mengusik lemari hatinya yang terkunci,meski pecinta mencoba membuka dengan paksa bahkan laksana pujangga menggores kan tintanya terus menerus ketika inspirasi deras mengalir.

Kali ini mahluk beraroma puisi begitu diam membeku,cerita dan kisah-kisah sepanjang jalan terus menerus diputar bagai cinema yang sengaja ditayangkan untuk membuatnya sejenak menoleh ke belakang,atau menghadirkan aroma rindu pada episode-episode yang lalu.

Jingga membeku,....
Tidakkah dia membuatmu rindu...?
bukankah dia hadir untuk melihat senyuman dibibirmu,
sekilas menghadirkan bisikan lirih betapa shiluetmu slalu menghadirkan bara yang tak kunjung padam di hatinya.

Kulihat jingga menahan hati,menepi,lalu menjauh pergi....
Pun sepanjang jalan adalah kerisauan,pada tatapan matanya yang mengusik pun sepintas lalu mencoba lebur di kedalaman kedua matamu yang redup di kedua kelopakmu.

Bukankah di antara kukuh rengkuhannya pernah mengurai sejuta bait puisi ?
Tidakkah sedikit saja menghangatkan hati atau sedikit saja menghadirkan alasan senyuman manis di bibirmu, ataukah waktu tlah begitu keras mengunci setiap bilik hati dan laci-laci kenanganmu hingga tertutup rapat.

Jingga usai berjalan,... mahluk beraroma puisi menutup setiap celah kehadiran dan kenangan ! Mungkin saja ketika kenangan mengusik hanya akan menghadirkan keterasingan dan kehilangan .
penyesalan hanya akan meruntuhkan setiap sendi keteguhan,... ^^


* Rindu bloging,.... rindu blogers,...rindu blogwalking...... rindu blog ku yang lama tak terurus :(



06/09/2010

Ramadhanku dan kamu

Sayangku....

genap ramadhan yang suci satu tahun ramadhanku dan kamu,

masih membiru,

jika ingatan membawa ku pada kenangan tentangmu.

tentang ayat-ayat suci yang kau lafazkan lembut di telingaku,

tentang malam-malam hening ketika kau ajarkan makna kecintaan pada Sang Maha Mencinta

Pada sajadah dan tasbih disetiap waktu berjumpa denganNya.


Aku rindu,...

Pada kecintaanmu padaNya,

rindu pada rasa cintamu padaku karenaNya...

Sayangku,.....

Ramadhan yg suci akan berlalu,

beku hatiku haru,

meski aku tak lagi menunggu,

mungkin saja Sang Maha menginginkanmu tetap menjadi perinduNya yg setia.

ramadhanku yang biru,

ada doa-doa disetiap waktuku,

pada Sang Maha mencinta,

untukku...dan untukmu...


* Selamat Hari Raya Idul Fitri,...
Mohon maaf lahir dan bathien,
semoga kita semua kembali fitrah...amien ^_^



01/09/2010

Kebahagiaan

Dimanakah kebahagiaan,...

berjuta orang setiap hari,setiap detik,dan menit,berlomba bersama waktu mengejar

sesuatu bernama bahagia.

Dimanakah kebahagiaan itu,..?

Pada istana nan megah,atau pada gubuk tua.

Pada hutan-hutan atau pesisir pantai...

Pada gelak tawa di hiruk pikuk pesta,

atau pada tangisan lapar mereka yg papa,

Bukankah kebahagiaan adalah salah satu kodrat manusia..?

dan membagi setiap kebahagiaan adalah takdirnya...