29/03/2011

sebuah elegi,....

Diduniamu aku kadang tersesat,
terasa rumit ku baca dan ku eja rasamu padaku.
Kau serupa cinema...
menayangkan episode-episode laksana musim,
arogansi,cinta sepenuh bumi,bahkan luka dan air mata.

Kadang lelah aku berjalan,...kadang limbung menahan.
Ada serupa sekat antara kau dan aku,
kerap kali ku coba meraih,
seringkali kujatuh tertatih.

Membacaku kau seolah meraba,
tak mengenal wujud hatiku,
menerka apa yang kurasa dan kerap kali salah mengerti.

Bicara adalah cara terakhir,...
sejak semula kita bicara tanpa kata.
Sibuk menerka,sibuk berdebat dengan hati sendiri.

Egomu adalah ketika menjadikanku segalamu,
ketika aku berjalan atas ucap lakumu...
Dan egoku adalah mengunci hati,
sebisa mungkin menahan diri.

Air matamu adalah ketika ku berpaling hati,...
dan air mataku ketika ku tak mampu berdiri tanpamu.
Kita beda dalam segala,
kau bilang dulu doamu bukan aku.
Harapku menguap bersama waktu yang berlalu.

Hidup bagiku berjalan bersamamu,
dan bagimu hidup berjalan bersamaku.
Perjalanan membutuhkan sayap...
ada sepasang sayap yang terus membantu kita terbang.
kadang tertatih...kadang terjatuh,
tapi slalu mampu membawa terbang lebih jauh.




45 comments:

  1. puisi yang syahdu. ini untuk siapa ya?

    ReplyDelete
  2. aku suka bait terakhirnyaaaa
    :D

    ReplyDelete
  3. mba...:) alegi apa itu mba..
    saya taunya alergi :D hehhehe

    ReplyDelete
  4. "kita beda dalam segala, kecuali dalam cinta" (soo hok gie )...

    ReplyDelete
  5. alah mak.. keren banget ini puisi. bait terakhir kalo gue kasih ke cewek gue manteb juga nih. ghahahaha

    ReplyDelete
  6. setuju sama atas ^ LOL
    Patut dijadikan referensi untuk kita.. hehe

    ReplyDelete
  7. seelok pelangi kala senja.
    ku lihat setiap untaian kata.
    bukan hanya sekedar bermakna.
    namun begitu meresap dalam jiwa.

    sungguh kagum membaca setiap karya anda !
    salam kenal neng, dari saya ^_@

    ReplyDelete
  8. aku nyimak aja deh, g bls dgn puisi, hehehe
    keren mbak..

    ReplyDelete
  9. Tak berkata hal yang sangat ku benci, tapi ini kerap aku lakukan...bagaimana bisa

    ReplyDelete
  10. klo berkata-kata gini sih mbak senja emang jagoannya ;)

    apa kabar mbak,uda lama ga mampir sini :)

    ReplyDelete
  11. Smoga terbangnya gak ketinggian ya...
    nanti kalo jatuh lg akan terasa lbh sakit.


    apa kabar sobat?lama tak berkunjung kesini?

    ReplyDelete
  12. fiuhhhhhhhhh..
    keren, lama gak nongol kesini, :)
    ada aroma duka di puisi ini, sedih gitu rasanya..

    ReplyDelete
  13. aku masih mengagumi puisi mba irma, malah kadang aku merasa puisi mba irma itu buat aku..hehe..*gr

    ReplyDelete
  14. aku jg gak tau mba..knpa g bsa komen di blog ku..hikss....

    ReplyDelete
  15. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  16. lama tak berkunjung, mantapppp

    emm, ada sesuatu yg kusuka pada goresan ini :)

    ReplyDelete
  17. kalau sayapnya lagi capek dan sakit, mari kuatkan kaki melangkah

    ReplyDelete
  18. Masihkah terdengar langkahku?
    saat kudatangi blogmu dengan wajah bahagia.
    masihkah dirimu memandangku?
    saat aku ucapin... salam kenal sobat

    ReplyDelete
  19. mantap
    keren2 puisi... aku taruh di website aku ya??

    <a href="http://www.musikportal.tk" title="Situs musik Indonesia>musikportal</a>

    ReplyDelete
  20. puisinya indah
    tapi kok kayak menjadi ketergantungan dgn cintamu itu yaaaa

    han
    http://mhprihantoro.blogdetik.com/

    ReplyDelete
  21. nice..
    sempatkan juga mengunjungi website kami http://www.hajarabis.com
    sukses selalu!

    ReplyDelete
  22. Mbak, aku larut dalam puisinya. Beberapa bait pernah kurasakan. :)

    rachmalestari.blogspot.com

    ReplyDelete
  23. puisi yang bagus tante
    jurusan sastra ya?

    ReplyDelete
  24. melow,,,

    jangan terlalu sedih yaa

    ReplyDelete
  25. yg lg melow2an, dpt award tuh spesial dr Penghuni60, utk Senja yg selalu menulis puisi2 indah, kalo gak keberatan diambil ya

    ReplyDelete
  26. semua puisi yang kubaca disini mantebh!
    (suer! ga gomabal asal muji)
    setiap kata seolah dipilih dengan hati-hati
    pilihan kata-katanya pas banget

    ReplyDelete
  27. wah belum apdet ya mbak ir

    ReplyDelete
  28. aku ingin terbang tinggi seperti elang... Elang by Dewa 19... puisi yang ehmmm.. coool..

    ReplyDelete
  29. keren.kalo tersesat lagi pake kompas aja,mbak. he he he..

    ReplyDelete
  30. Hmm.. puisi yang indah, bahasanya juga bagus,, Salam kenal Mbak..

    ReplyDelete
  31. BAGUSSSSSSSSSSSSSSS..... HEHEHE

    aku suka kata-katanya jadi pengen bgd... bikin pusi2 lagi spti dulu hehhehe....

    ReplyDelete
  32. mkasih ea mbk udh mw brkunjung di blog aku...
    aku akn lbh sneng lgi lho klo seandaeny blog aku di follow ...hehehe (ngarep)
    abiz blog aku sepi bgt sih !

    ReplyDelete
  33. tentu ngga salah mbak... kepadaNya adalah sebaik-baik tempat mengadu kan... curhat kepada Dia juga adalah hal yang bisa kita lakukan dan paling mujarab untuk bisa menawar sakit-sakit dalam hati, atau bahkan hati yang patah? InsyaAllah Dia akan mengangkat beban2 dari pundak mbak ir, membuatnya kembali ringan dan kuat pada saat yang bersamaan.. jangan dulu berpikir macam2 ketika tidak semua beban itu hilang, berbaik sangka pada Dia saja... mungkin jika sepenuhnya Dia mengambil beban kita, kita akan lari menjauh dariNya... tidak mengadu bersimpuh lagi mengharap usapanNya. (balasan komentar blog) mari update mbak :)

    ReplyDelete
  34. Aku dan kamu.....
    hmmmm........
    :)

    ReplyDelete
  35. Mbak... aku kangen juga nih... kok lama gak update? #peluk mbak Irma

    ReplyDelete
  36. puisinya menyentuh banget tentang AKU KAMU, jadi pengen cepet-cepet ketemu Dia...:)

    ReplyDelete
  37. penuh nyawa...menyentuh...meluluh pada tiap kalimat...*_*

    ReplyDelete

Terima kasih kunjungan dan komentarnya, salam.... :)