17/06/2011

The ENd

Pada akhirnya genggaman jemari kita mulai berjarak,
langkah melebar...
kau kian bergegas,dan aku mulai berkemas.

Menyerah saja,
Kupikir YA,...menyerah saja...pilihan yang tepat atau tepatnya tidak ada pilihan.

Tak ada apapun disini,selain rasa yang jelas tak kasat mata.
Bahkan kini,...hanya puing bangunan yang tanpa pondasi,pintu atau jendela.

Entah apa ini kebetulan saja,atau Sesuatu yang MaHa mengatur langkahmu menemukanku.
Menyentuh altar hatiku yang nyaris tanpa penghuni,...

Kebetulan yang manis juga,...saat kita berdua lelah,wanita itu hadir menggantikanku.
Upsss,... mungkin tidak,karena aku tak pernah benar-benar ada di sana.
Dia hadir mengisi apa yang tidak sungguh-sungguh kutinggali.

Mataku berat,... seolah ada ribuan galon air menyeruak tumpah tanpa terbendung, ini bukan kemarahan...ini kelegaan pada sesuatu yang bernama ketidakpastian.





* Curhatmu hari ini menghadirkan inspirasiku,... sempurnakan perjuanganmu dengan SABAR wahai sahabat wanitaku... *

19 comments:

  1. apa yang terjadi dan apa yang kita alami, mungkin sudah menjadi suratan takdir. Namun menggali masalah dan mencari tahu mengapa itu terjadi adalah sebuah langkah bijaksana.

    Lebih bijaksana lagi bila kata menyerah, diucapkan terakhir kali...

    ReplyDelete
  2. begitu lega, begitu lata,
    sakitnya bersemayam dalam luka-luka
    dan warnamu perlahan memudar....
    menyaru dalam pekat gelap
    pun tersamar kala cahaya datang benderang

    lalu otakku tercekat,...
    meragu pada apa yang dapat kulihat
    dan menggunung tanya padamu sahabat
    "bukankah pesonamu adalah karena kau kaum hawa yang kuat ?"

    mungkin memang tak selalu kuat kau rasa
    mungkin juga tak selalu benar kau cipta
    tapi bukankah memang itu hakikat manusia
    yang selalu berproses dalam berbagai belenggu waktu dan rupa

    tetaplah tersenyum sahabat !
    lama kunantikan kehadiran puisi disini,...
    dan kuharap "The End" bukan akhir kau menulis puisi...!

    ReplyDelete
  3. Terkadang apa yang kita dapatkan tidak semua yang kita inginkan, justru apa yang kita inginkan selalu lewat begitu saja dan bahkan kita harus kecewa.

    Irma gimana kabarnya, lama sekali gak ada kabar-kabarinya di dunia maya ini.
    Semoga sehat selalu ya

    ReplyDelete
  4. Sungguh menyentuh mbak Irma puisinya

    ReplyDelete
  5. selalu terindah..biarkan ketulusan menggantikan kegundahan...ketidak pastian hanya sesaat yakinlah ada cahaya dibalik kegelepan yang kau sebut ketidakpastian

    ReplyDelete
  6. Bukan ketidakpastian, ketika realisasi harap masih tersimpan rapat.
    Sumber irama tak hanya satu nada
    Relakanlah sejenak, menyapu alunan yg mungkin akan memberikan not berbeda
    Atau ada melodi yg unik yg mampu menggelitik
    Hmmm...mungkin ada harmoni lain dari sisi yg berbeda
    Yang terdekat bukan berarti yg harus melekat
    Lepas harapan, hanyalah keteguhan yg kehilangan keyakinannya.
    Nikmatilah setiap syair yg melagu
    Padukan dengan lirik yg ada di kalbu
    Senandung yang indah , selalu ada ketika hati berbalut penyadaran dan keikhlasan
    ......................
    salam bahagia dan tetap bersahaja
    nicepost mba Senja

    ReplyDelete
  7. nice..
    sempatkan juga mengunjungi website kami di http://www.the-netwerk.com
    sukses selalu!

    ReplyDelete
  8. Mbak, puisinya sukses membuatku trenyuh.. Perasaan tersisih dan kehilangan terasa sangat berat utk dipikul seorang diri. Untung ada teman yg bersedia menjadi pendengar setia..

    Apa kabar mbak, maaf lama banget aku tak mampir kesini ya? Miss you much :)

    ReplyDelete
  9. terima kasih ya,puisi2 anda menyentuh hati saya

    ReplyDelete
  10. Wow hebat, penceritaan melalui sebuah puisi. Salam kenal, baru pertama mampir ni

    ReplyDelete
  11. mbak irmaaa... kemana ajaaa???? sekarang mah jadi sepi...

    tapi untung update lagi.. hehehe... :))

    mbak... tetep posting yaa.. hehe..
    postingan mbak irma juga menginspirasi aku.. :D

    ReplyDelete
  12. sae pisan puisina.. salam kenal

    ReplyDelete
  13. kalau memang harus diakhiri, akhirilah dengan indah....

    ReplyDelete
  14. Kupikir YA,...menyerah saja...pilihan yang tepat atau tepatnya tidak ada pilihan.

    Tak ada apapun disini,selain rasa yang jelas tak kasat mata.

    sangat menginspirasi....

    ReplyDelete
  15. wah postingan yg menarik sekli nih, kta"y jg menyentuh mbak...

    ReplyDelete
  16. puisi'y bgus jg ya dan sangt menyentuh,,
    bisa mnjdi inspirasi jg nih,,

    ReplyDelete
  17. postingan yg sangt menyentuh nih,,
    tetap semngt ya mbak

    ReplyDelete

Terima kasih kunjungan dan komentarnya, salam.... :)