Pages

10/10/2011

DiaM

Kerap kali aku memilih diam,...
diam seolah menjadi pelarianku ketika bicara menjadi terasa mengkhawatirkan.
Ketika bicara menjadi hal yang mungkin memperkeruh suasana.

Diam terasa menenangkan, diam menjadi pilihan,
diam menjadi perlawanan pada perbedaan yang tidak terjembatani.

Bibirku tertutup tanpa suara,
meski terkadang suara-suara terasa riuh memenuhi setiap penjuru hati.
suara egositas,sakit hati,suara penolakan,suara amarah bahkan suara tangis yang tersimpan.
Silih berganti berteriak didalam.

Aku tetap memilih mengabaikan dan DiAM.



*Gambar di ambil dari google

30 komentar:

  1. pernah aku memilih diam, pikirku emas kan kuraih dalam diamku. namun amarah dan sakit hati tak bisa diabaikan, karena perlahan mulai menggerogoti jiwa dari dalam. diam menjadi pilihanmu tapi tidak lagi untukku... :)

    BalasHapus
  2. benar mbak, diam seringkali menjadi pilihan,terlebih saat hati dan fikir bgtu riuh,...
    tetapi terkadang, " diam " juga bukan pilihan sikap yang baik.

    Selamat siang, n met lunch.

    BalasHapus
  3. bang pendi : benar bang,...diam tak selalu emas. tapi aku fkr yg plg tepat adalah diam, minimal saat ini :)

    senja dibatas cakrawala: setuju mba,... pilihan saat ini diam :) sudah makan siang nih....

    BalasHapus
  4. kalo lg emosi.
    q jg lebih baik diam, drpada bicara yg bakal bisa bikin orang lain sedih
    =D

    BalasHapus
  5. diam.
    udah gitu aja komennya. :) #plaks!

    BalasHapus
  6. ada waktunya untuk kita diam dan bicara. :)

    BalasHapus
  7. met malam nte Irma
    ni bewe sama ayah

    BalasHapus
  8. untuk mengurangi dosa emang lebih baik diam Ir..tapi kalau lagi ngumpul sama tetangga...kalau sama suami jangan ya Ir..

    Saya juga lebih suka diam..apalagi kalau udah kumpul sama keluarga suami karna itu saya selalu dibilang pendiam. begitu juga dgn keluarga saya..

    Tapi beda diorganisasi saya...saya paling cerewet meskipun usia paling muda...habis jadi bendahara sih , kalau gak di cerewetin gak ada yg bayar tepat waktu. hehehheh

    BalasHapus
  9. semoga diam tdk melulu menjadi pilihan yh bu guru...:-D

    BalasHapus
  10. terkadang diam dalam kesendirian itu baik agar kita bisa lebih bijak, namun diam tak berujung, hanya akan menyesakkan hati. apalagi kalau diamnya sambil... *kaboorr

    BalasHapus
  11. tapi bagi cowok..
    cewek diem itu bikin stress.. :(
    mendingan ngomong aja blak2an..
    daripada diem... stres mikirinnya.. :(

    apa kabar bu?.. :)

    BalasHapus
  12. Diam terasa lebih indah manakala kata-kata hanya akan merusak suasana..

    BalasHapus
  13. kadang diam lebih baik

    tapi lebih baik tertawa :)



    kunjungi website kami http://www.the-netwerk.com

    BalasHapus
  14. Ah mbak Irma... apakah sampai saat ini masih saja memilih diam? Padahal aku kangen mendengar suaramu... :)

    BalasHapus
  15. jjjiiaaahhh. ..puitis banget .

    www.hajarabis.com

    BalasHapus
  16. Diam untuk mengalah, menurutku itu pilihan yang lebih baik. Salam persahabatan dari borneo...

    BalasHapus
  17. mbak,...emng harus orng bekasi doang ya yang boleh ikut angota blogger???


    saya kan pengen gabung juga mbak,..

    BalasHapus
  18. mia mgkn memilih utk tidur,,, raga terbangun hati tertidur

    BalasHapus
  19. Wah Mantap Puisi nya.
    ajarin donk mba.
    hehehe

    BalasHapus
  20. salam kenal n sukses selalu....blog anda sanggat informatif. thanks

    BalasHapus
  21. aseeek...
    bener kadang diam adalah pilihan yang tepat

    BalasHapus
  22. mamang benar lebih baik diam daripada bicara yang tidak-tidak ..........

    BalasHapus

Terima kasih kunjungan dan komentarnya, salam.... :)