28/01/2011

RuaNg

Memberanikan diri memasuki ruangmu,menatap potongan puzzle setiap kisah beraroma biru milikmu dan aku yg kau tata begitu rapih disetiap dindingnya. Yang kau susun begitu apik di lemari hatimu.

Saat kau dan aku begitu lekat....

Aku bergegas menutup rapat ruanganmu,ada debar yang merambati sudut hati.
Cukuplah menoleh sesaat pada ruang...ruang yg menyimpan selaksa goresan pena jiwamu.





* Dedicated for : sahabat menulis puisiku yang ruangnya menghadirkan inspirasi dan kerinduan pada keindahan syair dan ketulusan persahabatan.

24/01/2011

tentang sahabat dan cinta*

Nyaris saja aliran bening luruh dikedua mataku,...betapa kehilangan luar biasa yang dia alami. bagaimana tidak,kekasih yang hampir menjadi pemilik seutuhnya pergi meninggalkan dia untuk selamanya dalam kecelakaan tragis sesaat sebelumnya mereka bersama.

Mungkin rintik hujan malam itu adalah isyarat air matanya bahwa semesta pun ikut menangis.Bagaimana hatinya membeku sekian lama,... meninggalkan luka menganga yang tak kunjung tersembuhkan.

Bukankah kenangan dan kehilangan menjadi terasa semakin berat saat garba tak lagi di raga. Bukankah rindu kian tak terpuaskan,...karena kerinduan hanya akan mengawang diangkasa. Semoga kesakitanmu dulu dengan bergulirnya waktu,kini bertahun berlalu...menemukan penawar sahabat.

Teruslah menjaga hati dan harapan,.... teruslah menjaga indahmu hingga cinta sejati akan menemukanmu. jangan pernah kehilangan cinta dihatimu karena cinta itu yang akan menuntun cinta yg lain menghampirimu,cintamu pada sesama...pada Tuhanmu.



Lembayung jingga,...kehilanganmu jadi terlihat sangat biasa. tak seharusnya terluka untuk kehilangan sesuatu yang tak pernah jadi milikku.



Aku masih serupa ilalang,...meski tampak rapuh mudah tertiup angin tapi kukuh tak tergoyahkan oleh musim. aku masih serupa senja... seperti yang kau syairkan dalam bait-baitmu tentang aku.


Dedicated for my friend " T "
Jangan menyerah sahabatku yg cantik... pada akhirnya kau akan menemukan cintamu yang hilang,percayalah ^^

18/01/2011

Dia serupa puisi

Dia serupa puisi,...
hangat dan menetap setelah menyentuh,
dan menghadirkan embun ditepian hati.

Dia serupa air,...
membasahi sekian kemarau,
mampu menjadikan kuncup bersemi
tak pada musimnya.

Dia serupa angin,...
memberikan semilir, melenakan dan melelapkan
jiwa yang rindu kesejukan.
menerbangkan kehampaan,
menjemput keindahan lewat sepoinya yang membelai.

sayangnya,....dia serupa badai...
memporandakan pondasi rasa,
mematahkan ranting hati,
tak terenovasi....

Dia masih serupa puisi,...
Masih serupa syair dan bait yang tak kunjung terpahami
entah mengapa begitu menetap dipalung hati......