29/03/2011

sebuah elegi,....

Diduniamu aku kadang tersesat,
terasa rumit ku baca dan ku eja rasamu padaku.
Kau serupa cinema...
menayangkan episode-episode laksana musim,
arogansi,cinta sepenuh bumi,bahkan luka dan air mata.

Kadang lelah aku berjalan,...kadang limbung menahan.
Ada serupa sekat antara kau dan aku,
kerap kali ku coba meraih,
seringkali kujatuh tertatih.

Membacaku kau seolah meraba,
tak mengenal wujud hatiku,
menerka apa yang kurasa dan kerap kali salah mengerti.

Bicara adalah cara terakhir,...
sejak semula kita bicara tanpa kata.
Sibuk menerka,sibuk berdebat dengan hati sendiri.

Egomu adalah ketika menjadikanku segalamu,
ketika aku berjalan atas ucap lakumu...
Dan egoku adalah mengunci hati,
sebisa mungkin menahan diri.

Air matamu adalah ketika ku berpaling hati,...
dan air mataku ketika ku tak mampu berdiri tanpamu.
Kita beda dalam segala,
kau bilang dulu doamu bukan aku.
Harapku menguap bersama waktu yang berlalu.

Hidup bagiku berjalan bersamamu,
dan bagimu hidup berjalan bersamaku.
Perjalanan membutuhkan sayap...
ada sepasang sayap yang terus membantu kita terbang.
kadang tertatih...kadang terjatuh,
tapi slalu mampu membawa terbang lebih jauh.




22/03/2011

Rasa

pandangi aku dengan getar hati..
yang ingin menyatukan asa
sungguh..
mengenalmu bagai membelai keagungan yang sempurna...

mencoba mengenal rasa hatimu
demi merahnya red onion
yg terkadang membuatku menangis gelisah..
dan kuat nya garlic yang menguatkan hati
ketika meraba rasamu.

aku ingin mencintaimu dengan rasa gula jawa yang sederhana..
yang tulus..
walau warnanya agak sedikit kusam
tapi rasanya yang lekat
bukan manis yang sesaat
rasa yang kugenggam dalam tubuh dan hatiku.
untuk sebuah rasa..yaitu kamu.




18/03/2011

Sayang,mengertilah....

Terkadang cintamu membuatku mabuk.
malam menjadi terasa lebih gelap,
dan siang terasa lebih membakar

Kau cintai adalah keniscayaan,
kasihmu begitu dalam melingkupiku
hingga menjelma menjadi kabut,
sedangkan aku waktu yang sekejap.

Sayang,…tidak kurang kecintaanku dari kesejukan udara
yang setia memberimu ruang kau bernafas.
tidak pernah kurang….

Walau aku ingin kau mengasihiku,
sebatas mampu hatimu mengejaku
usah memahami ketika dadamu terasa berat.

Aku cinta yang larat,
seringkali menghadirkan hujan dimatamu,
acapkali menciptakan mendung dijiwamu…
tapi aku ruang yang tak henti memahamimu.
beranda teduh ketika kau rindu sejuknya embun didedaun
ketika mentari membakar.

Aku juga simphony ketika kau labuhkan gundah setelah lelah berjalan,
tapi aku juga badai,
yang memporandakan rasamu
jika jemari kita tak kunjung bertaut.
Karena aku juga mampu berlari,
sejauh dan secepat angin bertiup.



14/03/2011

Usah terluka

" Apa yang ada dibenakmu saat menuliskan namaku ? "

Pertanyaan itu melintas begitu rupa,
ketika selintas kabar berbisik,
kau menuliskan aku serupa bayang-bayang,
Saban kali mengusik ketenangan rasamu...

Usah cemas pada lembayung yang temaram,
lelakimu urung berteduh dikaki langitku,
aku tak pernah kuasa menjadikan wajahmu berselimut kabut.

Usah menuliskan namaku dengan kesedihan,
Cintanya tidak cukup membuatku arogan dan jumawa
pada hati yang tulus mencinta sepertimu...

Tlah usai senja menjadi pemilik hati yang kosong,
namamu kini terbingkai dengan indah dihatinya
genapilah rasa padamu untuknya...


* Inspiring : seorang wanita...Nope *



09/03/2011

Wanita

Wanita,...

Sebuah pesan inbox saya terima kemarin sore,cukup mengejutkan. Seorang teman wanita mencurahkan isi hatinya, hampir lima tahun suaminya memiliki wanita/istri yg lain selain dia. Dan sahabat wanita saya tidak bisa berbuat apa-apa meski dia memiliki karier,alasannya dia bertahan adalah anak-anak.kecintaannya pada anak-anak hingga mengabaikan perasaannya sendiri.

Sahabat wanita saya yang lain seorang wanita muda... sangat muda,single parent dan survive menjalani hidupnya. Luar biasa pekerja keras,luar biasa mandiri dan teguh menjalani hidup.

Sahabat wanita saya yang lain yg saya kenal lewat tulisan-tulisan luar biasanya di dunia bloger,seorang mahasiswi,muda,pintar,sangat kritis,dan konsisten menjalani pilihannya.saya kerap kali kehilangan kata-kata saat membaca tulisannya.Tulisan terakhirnya membuat saya termenung,...

Akhhh,....wanita,kemarin lusa adalah hari wanita sedunia...rasanya tidak perlu saya menggambarkan bagaimana sekian pesona,keanggunan dan segala hal luar biasa dari seorang wanita.Sahabat-sahabat wanita saya mungkin hanya beberapa dari sekian banyak sosok wanita didunia ini, dibalik kerapuhannya ada kekuatan luar biasa dalam memikul beban. Pundaknya cukup untuk menjadi sandaran dan hatinya luas untuk memberikan kasih sayang dan pengorbanan.Wanita juga memiliki kecerdasan hingga mampu menjadikan seorang manusia menjadi pemimpin sekalipun.

Saya melihat sosok wanita hebat pada mama saya,cinta luar biasanya dan kekuatannya menghadapi hidup ini slalu membuat saya selalu dan selalu mengagumi beliau.mama saya seorang wanita pekerja dan memiliki karier yang baik dikantornya. Tapi juga seorang mama yang selalu sempat memasakkan makanan-makanan enak untuk keluarganya.

Entah apakah saya masuk kategori wanita yang cukup tangguh menjalani hidup ini,saya mungkin tidak akan bisa mengindahkan dunia. Hidup mungkin terlalu sempit dalam kaca mata saya,bagi saya cukuplah menghadirkan senyuman di hati keluarga,sahabat,dan orang-orang yang saya temui. dan berharap kedua belahan jiwa saya bangga terlahir dari seorang wanita seperti saya... itu saja.






05/03/2011

Surat terakhir

Ya Rabb,
Aku tahu ini tak pantas bagiku
untuk bersamanya,meskipun itu hanya dialam mimpi...

Ya Rabb,
Aku sadar saat ini aku sedang berada,
dipersimpangan jalan yg tiada pernah berujung...

ya rabb,
Bersikap seperti ini tentu akan sangat menyakitkan,
tapi aku yakin sikap ini hanyalah keinginanMu semata...

Ya Rabb,
Aku tahu ini terlampau sulit untukku
melepaskannya disaat hati ini masih terbelenggu oleh rasa...

Ya Rabb,
Aku tahu ini akan sangat menguras air mataku,
saat rasa ini terpaksa harus berakhir tanpa pernah memiliki seutuhnya

Ya Rabb,
Jika boleh kumemohon,pertemukanlah kami pada reinkarnasiMu berikutnya
agar kami bisa merasakan cinta yang seutuhnya,bukan begini...

Ya Rabb,
Sebenarnya aku tidak ingin terjaga dari mimpi indahku,
karena sesungguhnya ada satu hal yang paling aku takutkan selama ini,
aku takut ketika terjaga nanti,kami sudah terpisahkan oleh sang waktu.....

Ya Rabb,
terima kasih sudah mempertemukanku dengan salah satu mahlukMu yang terindah,
wajah cantiknya akan selalu terbingkai indah dalam hati sanubariku,
kemarin,saat ini dan dimasa yang akan datang....
karena aku begitu " mencintainya !... "


* Aku melipat lembaran yg sudah tanpa bertanya sudah kusadari pasti tlah berulang kali dibaca,kukembalikan ditempatnya. Aku terdiam... wanita itu juga terdiam,dia menangis dalam diam,dia menangis dalam - dalam...




01/03/2011

Menepikan hati

*Wanita bertudung kabut,
meringkuk disudut,
adakah yang mampu membangunkanmu,
tuk sekedar membuka jendela,
membiarkan cahaya menelusup agar tak redup ruangmu.

**Aku tlah sampai ujungku,
langit tak pernah berkata cukup,
tiba ku pada kesadaran aku kosong,
aku bahkan mulai enggan perduli.
semalam tadi air mataku menderas,
pagi ini,smua menatapku!
tlah kukatupkan bibirku,aku malas mendengar penghiburan.
Usahlah menjadi sok memahami aku,
cukup membiarkanku,meski disebuah sudut aku tampak menyedihkan.
Usah membiarkan dada bidangmu untukku,
sekian waktu aku tak pernah membutuhkan itu.

Tahukah kau,…
aku mulai mengerti,
saat selaput pekat turun,bibir akan bicara kebenaran rasa yang tersimpan.
Alangkah naifnya kau dan aku.
ibaku pada kehebatanmu,
ibaku pada arogansiku katamu.

Kita terikat pada satu episode panjang,
entah kapan jalan bergandengan,
atau akan kian bersebrangan.

Sedari semalam tak sepatah kata terucap dari bibirku,
aku tidak sendiri tapi betapa kesunyian menggigilkan relung dan sendiri-sendiku.
Aku takut, kesenyapan ini mematikan seluruh indera perasaku.

Seperti waktu yang lampau,aku tertatih lalu mencoba berdiri.
Kini aku mulai menyadari,sekedarnya aku bagimu.
Kuputuskan berjalan saja,…lewati saja.
Setidaknya,…aku punya tempat untuk pulang, pulang ke rumahMU.

*Wanita bertudung kabut masih membeku,
apapun yang mencoba membangunkanmu urung lalu pergi tertunduk.