21/07/2011

Akh,...CiNta



Aku pernah ingin menjadi partikel terkecil, agar kau tak pernah menemukan aku...
menjadi abu dan udara yg tak mampu kau lihat,
bahkan menjadi serangga kecil,
Aku terus merasakan kau datang dan mencariku,
sejauh aku bersembunyi, semudah itu kau menemukanku.

Aku masih arogan,
berpaling muka... mengunci hati,
dan kau terus saja bercerita tentang hari-hari berwajah jingga,
laksana pelangi warna-warni kau merangkai hari.
mencari celah menemukan kelelahanku berlari,
memberi semua cinta yang tak kuminta.

Air matamu kutemukan senja itu,...
Aku jatuh,...
Pada kepasrahanmu membebaskan ku,
pada kerelaanmu memaafkanku,
Meskipun tanganku merengut nyawamu,
kau tetap setia tanpa harus menghisap darah manisku.

Aku luluh,... entah apakah ini cinta sejati,yang aku tahu aku luluh pada cintamu yang besar.

" cinta selalu menyembuhkan baik yg memberi maupun yang menerima " * Karl menninger


*ketika senja menjemput hari ini, kutemukan jemariku bergerak begitu saja menekan tuts keyboard sambil bersyukur alangkah indahnya dicintai ^_^



01/07/2011

Perangkai syair hati



Aku takjub sungguh,...
syair-syairmu melemahkan jemariku,
bahkan untuk sebuah catatan biasa,
aku kehilangan kata.

Bagaimana bisa aku adalah jiwa puisimu,
jika jemarimu begitu saja menghadirkan jiwa pada setiap baitnya.
Kau memberi terlalu banyak rasa,
pada setiap alur bait dan prosa.

Pelukis langitku,...
tidakkah kau lelah ?
terus menerus membingkai syair pada fatamorgana,
terlintaskah untuk sekejap saja merengkuhku,
tidak seujung penamu saja.

Pada setiap lembar kanvas hatimu,
pada setiap lukisan syairmu... namaku terserak disana.
berhentilah ketika kesakitan mu menahan rindu,
berlarilah sejauh kau mampu ketika aku arogan bersama penguasa waktu.
Sungguh,... aku jatuh pada setiap syairmu,
dan entah bagaimana menata bingkai dikalbu.


* Untuk setiap syair-syair yang tertulis dari jemari mu,rasanya tak biasa...*