12/04/2012

Berfikir jauh ke dalam,.....

Aku bukan tak ingin kaya,tapi juga tak ingin hidup miskin.
Aku hanya ingin hidup sederhana dan menjadi orang biasa.
Aku takut berlimpahnya harta akan menyilaukan mata dan hatiku.
Takut nyamannya rumah dan kendaraan membuatku tak lagi mampu,
meletakan harta ditangan tapi telah jauh meracuni hatiku,
dan aku sungguh takut dengan ujian harta ini.

Biarlah kemana-mana aku naik angkutan umum kelas ekonomi,
selagi fisik mampu diajak kompromi.
Bukan naik taxi atau kendaraan kelas eksekutif yg nyaman.
Bukan karena sayang mengeluarkan uang,
tapi sungguh bersama orang-orang dgn berbagai tipe
dikelas ekonomi,banyak pelajaran yang bisa kuambil.
Dan itu mampu melembutkan hatiku...

Biarlah aku mempunyai baju dan barang secukupnya saja.
Tak harus mengikuti model terbaru,yg penting bajuku pantas.
Dan barang-barangku bisa dipergunakan sebaiknya,
tanpa menjadi penganut paham materialistis.

Tidak akan pernah ada kata cukup karena cukup sebenarnya,
tergantung pada persepsi kita masing-masing.
Banyak bersyukur dan menerima apa yang ada itu yang terbaik,
terutama untuk melewati ujian harta.


Image From Google

* Sms dipagi ini, cukup membuatku merenung sepanjang pagi hingga menjelang dzuhur, Ya Rabb...masukan hamba kedalam golongan orang-orang yang tahu bersyukur *

33 comments:

  1. baju-baju model terbaru itu juga belum tentu cocok untuk kita ya. jadinya bersyukur deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. syukuri apa yg ada, judulnya ya mba :)

      Delete
  2. kunjungan siang, keren puisi nya,

    ReplyDelete
  3. waw waw waw.. I like the simplicity.. and I really like your post!..

    betapa mewah hidupmu kau bilang...
    dalam 'tidurmu' semua akan hilang...
    #ngutip liriknya Koes Ploes :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. keindahan itu ada pada kesederhanaan loh :)

      Delete
  4. nice artikel..
    bagus banget puisinya..:)
    kita harus bersyukur menerima apa adanya..
    salam kenal..:)

    ReplyDelete
  5. Aku terharu ama puisinya mbak T_T

    Beberapa hari ini juga sedang memikirkan tentang hal ini...
    Dan walaupun hidup gak bisa semewah orang lain, aku bersyukur punya keluarga yang utuh dan bisa memberi untuk orang lain ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar mba, kdg kala jika kepala kita slalu menengadah ke atas tentu menyilaukan pandangan dan jauh dari rasa syukur.

      menatap ke sekitar dan kebawah lebih menetramkan, makasih ya mba :)

      Delete
  6. secukupnya menurut saya adala sesuai kemampuan (beli) dan kebutuhan,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mba,...sesuai kemampuan dan kebutuhan :)

      Delete
  7. kunjungan awal, salam kenal :)

    ReplyDelete
  8. cukup itu tergantung , tergantung pandangan kita .
    tapi sifat lumrah manusia itu ga pernah merasa cukup .
    semoga ini bisa jadi pembelajaran buat kita semua supaya lebih bersyukur :)
    makasih mba buat share nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama-sama, terima kasih jg sudah berkunjung dan apresiasinya :)

      Delete
  9. Replies
    1. bersyukur itu lebih menetramkan :)

      Delete
  10. puisinya bagus sekali sangat menarik dan inspiratif cakep banget

    ReplyDelete
  11. Replies
    1. jgn lupa dicantumkan penulisnya ya :)

      Delete
  12. Bagus puisinya. Sungguh! Harta itu adalah cobaan kita di dunia. Biarlah kita tidak kaya harta tapi ya Allah anugerahkanlah kami kekayaan hati. Amin.

    ReplyDelete
  13. coretan yang sangat menyentuh..
    Subhanallah indah sekali pribadi nya teh..
    salam untuk Keluarga...:)

    ReplyDelete
  14. AMAZING..!!!
    memang sangat mendalam, sesuai dngan judulnya.

    ReplyDelete
  15. puisinya sangat bagus sekali niih
    sukses selalu iyah dalam menulis dan berkarya membuat puisi :)

    ReplyDelete
  16. Bagus,darimana inspirasinya nihhh????

    ReplyDelete
  17. Patut direnungkan,,,hidup sederhana memang lebih tenang,

    ReplyDelete

Terima kasih kunjungan dan komentarnya, salam.... :)