20/04/2012

Boulevard


 Tirai langit baru saja menyingkap lembayungnya,
namun kerlip lampu sepanjang boulevard
berlomba mencuri perhatian.
Ada degup tertahan seiring langkahku menuju mu.
Disebuah kedai teh itu kau menunggu.
Mata teduh itu menyapu setiap rona dari wajah pasiku.
Sejujurnya tatapanmu mengaburkan,
setiap kerlip dan keindahan malam disudut paris van java.
Tidak banyak kosakata yang fasih kuucapkan,
tidak lebih banyak dari berjuta bintang
yang berpendar dimatamu.
Aku datang untuk sesaat, tidak lebih dari satu dentang waktu.
Diantara kerlip lampu malam sepanjang boulevard,
aku terpaku,
ada cinta dimatamu...


Image from Google





37 comments:

  1. Mba' Ir, kau selalu begitu! Menyedot perhatianku untuk terus membaca karyamu dari baris awal sampai akhir. Karena kau menulisnya dengan hati, juga kurasakan ruh yang kau jalin di setiap aksara.:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih sandy, tentu saja...aku menulis dgn hati dgn harapan bisa menyentuh hatimu #eeaaaa....

      Delete
  2. waww mantapp sekali kata-katanya..
    mantapp ^_^

    ReplyDelete
  3. Wah, IrmaSenja, ini yang bunda masih harus belajar. Bunda gak bisa bikin puisi lho, tapi pengen banget bisa menghayati sebuah puisi. Salut buat Irma, bunda suka puisi Boulevard ini, ada romatis yang menggigit..........

    ReplyDelete
    Replies
    1. Puisi ini memang menggigit bunda, soalnya aku nulisnya sambil gigit-gigit permen xixixi :D

      trima ksh apresiasinya bunda :)

      Delete
  4. sebuah kesyahduan..kala malam menjelang...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya,langit malam baru menjelang....

      Delete
  5. sarat makna pokoknamah heded pisan ceu irma..

    ReplyDelete
  6. Sayang mbak, aku nggak bisa setiap saat menatap matanya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. tak apa itik,..sesekali akan lebih indah :)

      Delete
  7. Replies
    1. terima kasih, jempol deh buat komentarnya :)

      Delete
  8. mbak selalu berhasil menark selutuh perhatian saya untuk membaca karya mbak yg tiada tandingan nya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. uhukk...dan komentarmu slalu manis :D

      Delete
  9. Replies
    1. pdhl saya bkn org yg romantis, beneran ^_^

      Delete
  10. tulisannya keren semua, Teteh emang jago bikin kata-kata yang bisa membuat orang ikut terhanyut dalam tulisan teteh.
    sukses dan terus berkarya, ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih sahabat...untuk apresiasinya slama ini :)

      Delete
  11. ada cinta di matamu..

    pengen belajar bayak dari kak ima...
    :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ada cinta dimatamu juga kah ?

      # trima kasih ya... yuk sama-sama belajar :)

      Delete
  12. ingin belajar menulis puisi ke teh irma
    selalu indah disetiap rona aksaranya
    nice poem ....

    ReplyDelete
  13. ikut menyimak artikelnya iyah gan :)

    ReplyDelete
  14. Anakku..
    begitu pandai kamu merangkai kata
    hingga ayahpun terpesona
    seakan ayan tengah menikmati
    hidangan lezat
    yang tak ingin ayah bagi pada siapapun
    karena akan ayah nikmati sendiri
    sedikit demi sedikit
    dan meresapkannya kedalam kalbu
    walau hidangan itu
    sebenarnya bukanlah untuk ayah

    ReplyDelete
  15. semburat cahaya menyeruak berteman mega saat senja dibatas kota, sejenak mengurung aku dalam suasana akan nostalgi.
    tipis dan samar bayangmu mengembang bak layar dalam pertunjukan drama.
    yaah.. itulah romantika dikala ada cinta bersua.
    kosong tatapku, angin menyapa aku hanya termangu.
    kosong rasaku, pilu relungku...
    dikala rindu berkalang syahdu,
    berkubang selalu air mata ini dipelupuk ini.
    doa dan bunga ini adalah tanda rinduku,
    aku kangen sama kamu...
    biarkan aku menangis saat ini...
    aku merindumu...
    terpekur dalam doa didepan peristirahatanmu.

    ReplyDelete

Terima kasih kunjungan dan komentarnya, salam.... :)