25/09/2012

Kaka Tazkia dan Blackberry-nya



Dari judulnya sudah bisa ditebak bahwa ini adalah curahan hati seorang bunda tentang putri ABG-nya dan gadget blackberry-nya.
Dua bulan sebelum kelulusan SD nya kaka tazkia sudah mulai minta dibelikan BB, padahal selama ini dia sudah menggunakan Hp dgn fasilitas yg cukup lengkap . Aku terus bertahan untuk tidak dengan mudah mengabulkan keinginannya tersebut. 
Meski pun kaka bilang bahwa nyaris semua temannya sudah menggunakan BB, aku dan ayahnya tidak ingin membiasakan anak-anak kami dengan membelikan semua yang mereka inginkan dan memanjakannya secara berlebihan.

Lagi pula ada kekhawatiran terhadap efek negatif yang bisa saja timbul karena gadget pintar itu, terlebih kaka tazkia menjelang UN. Aku tidak ingin konsentrasi belajarnya justru terganggu karena keasyikan dengan gadgetnya.

Dan ketika akhirnya putriku lulus dengan nilai yang baik, bersamaan dengan berhasil mengkhatamkan al-quran disekolah ngajinya ditambah bertepatan juga dengan ulang tahunnya. Kami tidak punya alasan tidak mengabulkan permintaannya untuk membelikan dia BB. Tentu dengan berbagai perjanjian yang kami buat menyangkut disiplin dan perjanjian kalau BB tidak akan mengganggu waktu belajarnya. Dan itu juga sebagai reward karena ketekunannya belajar dan mengaji selama ini.

Meskipun segala sesuatu pasti ada baik dan buruknya, efek positif dan negatifnya. begitu juga keputusan membelikan BB pada anak usia beranjak remaja seperti putri kami. 

Positifnya membelikan kaka tazkia BB adalah :

* Putriku ini berpembawaan cenderung pendiam nyaris sama seperti ayahnya, kadangkala tidak mudah berkmnksi dengan dia. Sejak ada BB aku menemukan cara lebih mudah membaca suasana hatinya via status bbmnya ;)
* kaka Tazkia lebih ekspresif dan terbuka jika diajak komunikasi lewat media bbm.
* Mudah berkomunikasi dimana pun dia berada, misalnya ketika sedang bermain dengan temannya diluar rumah atau ketika kami sedang tidak bersama-sama.
* Ibunya punya cara lebih mudah membangunkan dia dipagi hari, kaka lebih sensitif dibangunkan dengan PING di BB nya dibanding kecupan mesra,bisikan dipagi hari atau teriakan ibunya. @_@
* Dan pada akhirnya komunikasi lisan kami lebih baik, putriku menjadi lebih aktif curhat dan bercerita banyak hal. Dia menjadi lebih mudah ngobrol dan aku lebih mudah memahaminya.
* Kesukaannya meng edit  dan mengutak-atik foto dan gambar tersalurkan tidak hanya media PC dan laptop saja, kini ditambah via BB nya.

Sisi negatifnya adalah:

* Uang sakunya otomatis membengkak karena pulsa dan paket BB-nya.
* Kadang harus terjadi drama sebelum akhirnya dia menyimpan BB nya dan fokus belajar meski setiap kali ujian kaka konsisten menyerahkan BB-nya untuk disimpan ibunya dulu.
* Lebih asyik BBM-an dengan teman-temannya dibanding main dengan adiknya.
* Kaka Tazkia lebih mudah ngomelin ibunya dan minta dibelikan ini itu kalau bundanya sedang keluar rumah.
* Kadangkala ketika malasnya sedang keluar,ketia dipanggil dia jawab via BBM *_*
* Membuat ibunya jadi tukang intip, yang mengecek siapa saja friendlistnya dan chat BBM-nya. tentu tanpa sepengetahuan kaka Tazkia. Menurutku ini salah satu bentuk waspada dan menjaga hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya berteman dengan orang yang tidak sebaya/seusia, karena para ABG ternyata punya kebiasaan aneh saling promote meski dengan orang yang tdk terlalu kenal.

Kadangkala besarnya rasa cinta terhadap buah hati membuat para orang tua menjadi buta, memanjakan mereka adalah wajar saja. Bisa memberikan semua yang diinginkan dan memberikan yang terbaik tentu kebahagiaan untuk para orang tua. Tapi aku belajar untuk tidak hanya mengikuti emosi dengan memanjakannya secara berlebihan meski kita mampu, ada hal-hal yang harus kita dahulukan tidak hanya sebatas memanjakan secara materi. Kedekatan emosional, komunikasi yang terjalin, dan kebebasan waktu untuk bersama mereka sebanyak dan selama apapun mereka inginkan. Ada disetiap mereka membutuhkan kehadiran orang tuanya, kalau perlu selalu ada disaat kapanpun. 
Bagiku pribadi tidak perlu menjadi yang terbaik untuk semua orang, aku hanya ingin menjadi ibu yang terbaik bagi anak-anakku. 

" Tidak penting seberapa besar cinta yang kita rasakan terhadap anak-anak kita, yang terpenting adalah anak-anak merasa sangat kita cintai "


Tazkia Mutiara Senja




26 comments:

  1. Yup setuju mbak. Harus tetap dipantau biar mereka tidak salah jalan :-)

    ReplyDelete
  2. yang lucu kalau malesnya lagi kumat, dipanggil mamanya jawabnya via BBM. Asli ngakak saya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hiksss....ya begitulah daffy *_*
      kaka tazkia msh bisa untuk diajak diskusi jika mba liat dia mulai terlalu asyik dgn BB nya. atau kdg mba ir yg dia kritik kalo terlalu asyik jg dgn BB...xixixi

      Delete
  3. anak sekarang memang mulai berubah kontroversial, makanya orang tua ga bisa lagi bertahan dengan pemikiran konvensional
    kayaknya begitu...

    ReplyDelete
  4. Anaknya sudah besar ya Mbak???
    Mbak nikahnya kapan yaaa???
    *gek ketinggalan jaman*
    ouch...

    ReplyDelete
  5. lingkungan memang berpengaruh sekali ya mba, teman2nya punya BB jd kepengen BB jg deh :(

    Tapi setidaknya belajar bertanggung jawab jg sedari dini ya ;)

    ReplyDelete
  6. memanjakan keinginan anak gak ada salahnya, tetapi tentu saja kita gak boleh lengah memantaunya.
    asyik lho kalau bisa diskusi ama anak, walaupun meski via BB, kenapa gak...? hehe

    ReplyDelete
  7. Hihihihi.... kakak Tazkia jawabnya pake BBM? ehehehhee.... canggih banget ya anak jaman sekarang.
    gak kebayang Mbak, ntar kalo Dija seumuran Tazkia,. gimana ya???

    ReplyDelete
  8. *spechless*

    Jadi PR banget nih jadi orang tua di era digital begini...

    -_______-

    Mdh2an kakak Tazkia tahu batas2 dalam penggunaan BB-nya ya mbak....

    ReplyDelete
  9. harus terus dipantau ya. aku masih ama nih masanya anak samapi sini tpai bisa belajar dari sini

    ReplyDelete
  10. susah juga ya mbak mau batesin kalau orang tua lainnya nggak membatasi anaknya. jadinya tazkia jadi pengin juga gara-gara semua temannya pakai bb. padahal sebenarnya segmentasi BB ke business man/women. saya sendiri akhirnya beli karena penting buat kerjaan -__-
    kalau nggak perlu banget sebenarnya ogah. hehe maklum saya orangnya katrok, besar di dusun.

    ReplyDelete
  11. salam sukses gan, bagi2 motivasi .,
    nikmatilah hidupmu agar kamu tidak merasa bosan dalam setiap keadaan.,.
    ditunggu kunjungan baliknya gan .,.

    ReplyDelete
  12. hihihi... susah ya ngedidik anak... arif pasti inget-inget tulisan ini kalo nanti udah punya anak yg beranjak dewasa.. walaupun mungkin nanti konteksnya bukan bb. tapi gadget yg jauuh lebih canggih lagi.. :D

    ReplyDelete
  13. hemmh,,begitulah semua pasti ada efek negatif dan positifnya mbak,,,
    kalau saya emang dari kecil gak mampu buat beli gadget mahal...he

    ReplyDelete
  14. sy malah baru gak ngabulin permintaan Keke minta BB.. akhirnya dia minta martabak.. Hehehe.. Tp yah Keke masih lebih kecil juga dr kk Tazkia, jd buat sy emang blm perlu.. Gak tau deh kl nanti udah segede kk Tazkia :)

    ReplyDelete
  15. hehehe terkadang apa yang diinginkan anak-anak emang harus bahkan wajib untuk menurutinya karna sifat kekanak-kanakan itu hanyalah penuh dengan obsesi bahkan pengetahuan baru tentang apa saja. nah biasanya anak-anak slau mencoba hal-hal yang menurutnya baru. so tidak salah bila anda membelikan dia BB sehabis UN dan itu good job..

    namun,,, alahkah lebih baiknya ketika anak-anak kita iingin meminta sesuatu yang berkenaan dengan teknologi atau barang-barang dewasa,, lebih baik diarahkan saja pada ilmu pengetahuan dengan hipnoparenting... bukan tidak boleh membelikan yang dia mau Cuman "MENGARAHKAN DIA PADA HAL-HAL YANG BARU TENTANG ILMU PENGETAHUAN" heheheh

    ReplyDelete
  16. Apakah hanya sekedar BB, atau milih yg mahal , Bu ?
    Salam

    ReplyDelete
  17. Nah yaaa.. Mba Irma tnyt suka stalking bb nya kaka ckckckck...

    ReplyDelete
  18. harus selalu dipantau mba , takut kebawa2 yg ga baik ntarnya :)

    ReplyDelete
  19. teh irmaaaaaaa....akhirnya bisa BW juga sayah hihihih
    sharingnya bermanfaat banget teeh ^^ jadi bahan referensi untuk saya kelak mendidik anak kami nanti ;)
    keep sharing yah teh tentang perkembangan anak-anak

    ReplyDelete
  20. makasih gan infonya mungkin itu efek dari teknologi yang banyak

    ReplyDelete
  21. wah sangat selektif sekali ya mendidik dan memilihkan sesuatu untuk anaknya

    ReplyDelete

Terima kasih kunjungan dan komentarnya, salam.... :)