24/10/2012

Mencari tawa dibalik air mata


Satu bulan kemarin hari-hari saya tidak terlalu mudah, semakin tampak rumit karena tambahan keterbatasan saya mengelola perasaan.
Tapi selalu ada pelajaran besar atas peristiwa apapun, lebay banget deh saya 3 minggu belakangan itu. Menangis mendadak jadi hobi :( ... sampai akhirnya saya ada di titik dengan tegas mengatakan " saya baik-baik saja "

Untuk siapapun yang tengah bersedih atau sedang dalam masa-masa sulit, sekedar berbagi ada beberapa hal yang saya lakukan untuk mengatasi kegalauan hingga akhirnya saya menemukan kembali kegembiraan :)

* Bersedih dan menangis -Beri waktu untuk diri kita bersedih, dan menangis sepuasnya. Itu manusiawi... menangis membuat perasaan kita jauh lebih lega. menangis dan mengeluarkan luapan perasaan itu perlu dilakukan, itu akan menjadi awal dari langkah selanjutnya untuk kembali move on.
* Bicara -Jika sudah siap bicaralah, carilah seseorang yang kita percaya dan kita nyaman untuk membicarakan masalah atau kesedihan yang sedang kita rasakan. Cari teman bicara yang kita yakini akan memberi solusi yang baik dan benar. Tapi kadang kala pada kondisi tertentu kita tidak ingin bicara, ikuti kata hati...tidak perlu dipaksakan
* Menyendiri -> Tapi ketika hati begitu terasa sesak, bahkan bicara dengan seseorang tidak cukup menolong. Pergilah dari semuanya...beri waktu untuk menghilang,untuk menyendiri. Berdialog dgn hati sendiri atau melakukan apapun yang ingin dilakukan sendiri.
* Refreshing  ->  Temukan hal-hal yang membuat kita merasa terhibur dan Fun, lakukan hal-hal yang kita sukai, beri hadiah pada diri sendiri misalnya memanjakan diri di salon, beli buku, atau mengerjakan hobi  seperti berkebun atau menulis.
* Tetap bersosialisasi  -> Tahukah bahwa seorang penderita penyakit mematikan sekalipun salah satu terapi untuk psikologisnya adalah tetap hidup normal dan bersosialisasi dengan lingkungan sosialnya, dgn teman-temannya. Bertemu, bercanda, jalan, nonton atau hanya sekedar saling meledek dan mensuport akan merubah suasana hati kita. Merasa mendapat dukungan akan menumbuhkan harapan dan semanga baru.
* Membahagiakan orang lain  -> Seperti pada tulisan saya sebelumnya, bahwa dengan membahagiakan orang lain, menolong orang lain akan menjadi obat mujarab untuk kesedihan kita. Perasaan kita tanpa kita sadari akan tersembuhkan.
* Berfikir positif  -> Tidak bisa dipungkiri jika berada dalam masa-masa sulit akan sulit juga kita berfikir dengan jernih tanpa melibatkan emosi perasaan, ketakutan, prasangka, dan segala fikiran negatif. Tapi berusahalan berfokus pada hal-hal yang baik, fokuslah pada harapan yang baik, tetap berfikir yg terbaik tapi tetap menyiapkan diri menerima kemungkinan terburuk. Tapi tetap terfokus pada hal-hal yang positif, yg membangun semangat dan harapan.
* Jalan keluar  -> Tidak ada masalah, kesulitan yang tidak dihimpit dengan jalan keluar dan kemudahan. Tidak ada rasa sakit yang tidak ada obatnya, jadi carilah jalan keluar dari kesulitan yang kita hadapi. Carilah obat untuk rasa sakit yang sedang kita rasakan, entah sakit fisik atau psikis.
* Dan diatas segalanya adalah Berdoa dan Sabar  -> Tempat berkeluh yang paling ampuh ya Shalat dan bersimpuh diatas sajadah, obat yang paling hebat ya berdoa, dan sikap yang paling benar dalam menghadapi ujian apapun ya bersabar. 

Yang jelas ini bukan teori atau apapun, ini yang saya lakukan yang saya dapatkan dari memaknai suport dan dukungan keluarga, teman dan sahabat. Seorang bunda sahabat saya di FB menuliskan bahwa kita bisa menjadi dokter untuk diri kita sendiri, dan saya berusaha menjadi dokter untuk hati saya, untuk jiwa saya. Karena salah satu ujian saya adalah ujian penyakit fisik dan saya tahu tidak ada satu sel pun didalam tubuh kita yang terbebas dari pengaruh psikis. Stres selalu menambah buruk prognosis penyakit fisik.

Akhirnya segalanya tidak akan seseram, sesakit, atau sesulit kelihatannya jika kita bisa mengendalikan perasaan dan pikiran kita. Sekarang saya baik-baik saja, ... tetap bersyukur , berbahagia dan bersabar dengan suka dukanya hidup yang saya jalani. No Body Perfect,... ;)  



 Image From Here


 

26 comments:

  1. Mba irma makin lama makin bijaksana ini tulisannya heheheee

    ReplyDelete
    Replies
    1. jiaahhhh, dik mila suka gitu ya...:p

      Delete
    2. makin bijaksana seiring usia... #eh #ngumpet

      ...
      selamat tersenyum kembali ^_^

      Delete
    3. tua...#eh....

      kebijaksanaan bkn hny milik orang tua :p

      Delete
  2. bener mba, tetep berbagi kebahagiaan dgn oranglain walaupun kita bersedih. keep smile :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, itu akan menjadi salah satu obat penyenbuh :)

      Delete
  3. tetep semangat mba, semua masalh pasti ada jln keluarnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, tidak ada istilah jalan buntu untuk yg mau berusaha ya :)

      Delete
  4. semakin menjadikan diri kita menjadi lebih dewasa, thanks atas infonya.......!

    ReplyDelete
  5. Selamat malam....

    Blogwalking ya keluarga bloggerku...

    Main-main ke blog baruku...

    www.plumblush.blogspot.com

    terutama teman-teman yang suka dandan, yang mau belajar dandan.. minggu depan mau bagi-bagi alat makeup gratis nih....

    ditunggu kehadirannya di rumah baruku....

    -N-

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai mba,...pasti meluncur kesana :)

      Delete
  6. banyakin menulis tentang kebahagiaan juga efektif buat mensugesti diri bahwa kita itu bahagia
    gapapa nglepas unek unek tentang hidup yang galawa
    tapi gaya bahasanya dirubah dikit sehingga tidak beraura negatif
    ga sulit kok
    aku sering melakukan itu

    ReplyDelete
    Replies


    1. Aura negatif ???!! maaf tapi saya sedih ya kalau tulisan saya dianggap beraura negatif, Astagfirullah... :(

      Terima kasih teman,...

      Delete
  7. Anakku...
    apalagi yang harus ayah katakan padamu?
    ayah sudah mendapatkan kesempurnaan pada dirimu
    ayah sendiri
    belum tentu akan dapat bersikap seperti itu
    bila hal yang sama menimpa ayah
    bila ayah sering menasehatimu
    bukan berarti ayah sudah menjadi seorang yang hebat
    kehebatan itu justru ayah temukan pada dirimu nak...
    dan kini
    ayah belajar lebih banyak lagi darimu
    belajar tentang sebuah kesabaran
    belajar tentang sebuah keikhlasan
    belajar tentang sebuah ketegaran
    dan banyak lagi...

    ananda
    engkau bagaikan guru kehidupan bagiku
    di usia yang semakin senja ini
    izinkan ayah memelukmu
    sebagai ungkapan kasih dari seorang ayah
    yang bangga
    mempunyai seorang anak seperti dirimu

    ReplyDelete
  8. Artikel yang sangat mencerahkan..Thanks for share

    ReplyDelete
  9. selalu semangat ya mbak irma..

    ReplyDelete
  10. kayaknya teteh sudah lama gak mampir ya. Tampilan rumah ini terasa lebih fresh dan hangat.
    Setujuu ... hehe ..
    Berfikir positif, sabar dll, apapun yang kau tulis disini adalah cerminan pribadimu, neng. Teteh percaya seratus persen akan khasiat tips ini. Yuk Keep smile

    ReplyDelete
  11. berat sekali melakukannya teh , Aku harus menyibukkan diri. Membunuh dengan tega setiap kali kerinduan itu muncul....

    Ketika sulit tapi harus :D *hug

    ReplyDelete

Terima kasih kunjungan dan komentarnya, salam.... :)