19/11/2012

Black coffee and Green tea



Sebuah kedai kopi branded ketika langit menanjak tua. Disudutnya tampak dua sosok wanita usia 30 an sedikit menyita perhatianku. Dua wanita di usia puncak daya tarik ini tampak tak acuh pada beberapa pasang mata yang diam-diam sekilas memandang.

Tampak tegas perbedaan keduanya, meski terlihat menjadi harmoni di antara lampu kedai yang temaram. Pemilik rambut hitam sebahu dengan tatapan tajam dan wajah tegas namun ada kecantikan yang begitu kuat terpancar dari caranya bicara dan tersenyum, sesekali bibirnya pelan menghisap rokok putih. Wajahnya cantik dengan riasan pada pipi, mata dan bibir semakin menambah daya tariknya begitu jg pesona kulitnya yang tampak eksotis.

Sedangkan sosok wanita satunya tampak jauh lebih tenang, dengan rambut panjang kecoklatan dengan mata bulat dan kulitnya yang putih menjadi lebih pucat diremang cahaya kedai kopi malam itu. Tatap matanya teduh, bahasa tubuhnya lebih lembut, sesekali dia mencodongkan tubuhnya menjauh dari asap rokok yang dihembuskan sahabatnya perlahan. Sesekali bibir tipis tanpa pewarna itu mengembang menjadi seulas senyuman.
Kontras,...batinku berbisik memandang keduanya.

Secangkir coffee hitam dan green tea blended menemani perbincangan keduanya, diam-diam aku ikut menyimak pembicaraan mereka. Meja tempat ku duduk tepat bersebelahan, bahkan aroma parfum lembut mereka menggelitik penciumanku. Membangkitkan sensasi pada pria dewasa muda sepertiku.

" Aku memang menyukainya, tapi aku yakin ini hanya kesenangan sesaat saja. Aku tidak akan melibatkan hatiku, bahkan dengan tegas sudah kusampaikan padanya...jangan pake hati, cukup dirasakan dan tidak ada komitmen, just for fun lalu Stop " si rambut sebahu tesenyum tipis, meski dari sorot matanya ada kekhawatiran dan ketidakyakinan pada ucapannya sendiri.

Si rambut panjang menatapnya perlahan lalu berbisik seolah dia menyadari ada orang lain yang turut menyimak perbincangan keduanya.
" Hindari dia, bagaimana mungkin? kamu bisa bilang tidak akan melibatkan perasaan? kaum wanita seperti kita lebih peka soal ini, aku tidak ingin kamu terluka... krn aku gak yakin hatimu tdk merasakan apapun. Kita lihat , apa kamu bisa bilang stop dan hatimu tetap merdeka dan tidak jatuh cinta padanya " 

" tentu aku yakin, aku tahu pasti perasaanku untuknya bukan cinta begitu juga dia dengan kondisi kami seperti ini. Aku tidak akan membiarkan diriku menjadi seperti mu, 2 tahun patah hati untuk sesuatu yang seharusnya tidak membutuhkan penghayatan sebesar itu. lihat ? pria yang kamu kenang itu mungkin sudah melupakanmu begitu saja... " si rambut pendek menatap sahabatnya dengan kesal dan sesal.

Keduanya terdiam, aku turut berdebar... menunggu jawaban dari si rambut panjang berwajah pucat itu.
" dulu aku jatuh cinta,...aku mencintainya, itu saja dan aku tidak menyesal...meski kini aku patah hati karena berani jatuh cinta pada seseorang yang jelas2 terlahir bukan untukku "  
Ucapannya lebih tepat seperti bisikan angin, pelan dan sedih.

Si rambut sebahu menggenggam jemari si rambut panjang, tatap matanya melembut dan senyumnya seolah mengalirkan kekuatan yang ingin dia tularkan pada teman wanitanya ini. " kita akan baik-baik saja.... kau akan melupakannya segera, begitu jg aku. Lalu kita akan melangkah menjalani kehidupan nyata kita dengan bahagia. Setuju ? "

Sirambut panjang mengangguk dan tersenyum. Keduanya lalu mengangkat cangkirnya masing-masing, si rambut pendek dengan kopi hitamnya dan si rambut panjang dengan green tea blended-nya. Lalu pembicaraan lebih ringan mengalir, tentang gaya hidup, kesehatan dan obrolan ringan lainnya.

Diam-diam aku menatap keduanya...tampak tidak senada, dengan tampilan yang satu cantik dengan make up meski tidak menor dan rokok putih di bibirnya yang sensual, yang satu  dengan wajah yang nyaris tanpa make up sama sekali bahkan cenderung pucat tapi punya pesona tersendiri. Si rambut pendek tampak dinamis dan penuh percaya diri tapi si rambut panjang terlihat tertutup dan lebih pendiam. Sekilas semua orang bisa menilai, keduanya seperti singa dan kupu-kupu. Tapi ada kehangatan yang kutangkap, perbedaan mereka menjadi pemandangan yang saling melengkapi satu sama lain hingga tercipta harmoni yang sulit kutepiskan malam ini. Dua wanita usia sekitar 30 an dalam memaknai cinta yang berbeda, disudut kedai coffee ketika langit gelap dan bintang yang mengintip dari balik jendela, dan aku pria dewasa muda yang diam-diam terpesona pada keduanya. 

Aku menoleh dan kulihat mereka melangkah keluar kedai dengan senyum mengembang, mata bersinar, dan langkah ringan... sesekali tergelak, bahagia. 

Ketukan High heels keduanya menyerupai irama yang beradu dengan lantai tertinggal di sudut kedai kopi ini dan catatanku.


Image From Google


 

 

   

 

32 comments:

  1. cerita ini menceritakan kisah mb irma dengan tokoh pengganti pria gitu, mb?

    inti cerita yang kutangkap adalah seorang pria muda yang menguping pembicaraan 2 orang wanita paruh baya yang sedang membicarakan kehidupan percintaan mereka. just that! atau mungkin si pria mencoba untuk mengungkapkan ketertarikannya kepada salah seorang dari wanita itu?

    yang jelas, tulisannya tetap enak dibaca kok, apalagi kalau lagi ngopi santai di starbucks ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. xixixi....kok kisah mba irma ? #tutupmuka#
      YUp,...kisah seorang pria yg menguping pembicaraan dua org wanita yg menarik perhatian dia di sebuah kedai kopi, itu saja ;)

      trima kasih ayas :)

      Delete
    2. mantap mbak cerita nya ,,,,,,,,,,

      Delete
    3. ayas : mba ga menyimak komentar ayas dgn benar nih, iya...penulisnya mba, mba ganti dgn sosok pria itu :)

      Delete
    4. o gitu.. mantap! ditunggu cerita berikutnya ;)
      kalo yang komen pake nama obat2an lebih baik ga usah dipublish mb, soalnya kalau orang memang niat komen, dia ga bakal nyepam kok. sekedar saran dari seorang teman :)

      Delete
    5. bener ayas, kadang bingung jg...apalagi kalo kmntr mrk memang tepat dgn apa yg mba tulis. kecuali yg koment..." bagus gan " huuuuu...udh pengen jitax ajah :D

      Delete
  2. cerita yang menarik, penuh misteri dan perbedaan yang jelas tertangkap dari keduanya. Singa dan kupu-kupu. Tapi bagaimana kedua karakter itu bisa tetap berjalan bersama?

    ReplyDelete
    Replies
    1. hemmm,...karena black coffee dan green tea favorite mereka ada di kedai yg sama ??
      atau...krn keduanya mampu menyatukan perbedaan dan memahami satu sama lain. ;)

      Delete
    2. mungkin juga dengan perbedaan itu, mereka merasa saling melengkapi ;)

      Delete
  3. sesama wanita aja aku suka nguping kok kalau begitu posisinya :)

    ReplyDelete
  4. asyiiikkkkkk
    menyimak sambil nyeruput bajigurbrown

    ada lanjutannya ga Neng?
    diantos

    ReplyDelete
  5. Sebenarnya ceritanya biasa saja,,, tentang keseharian dan realitas kehidupan yang setiap hari bisa saja kita temui. Namun yang luar biasa adalah cara penyampaiannya,,, hingga saya yg sebenarnya sangat malas untuk membaca tidak sedikitpun berniat untuk meloncati beberapa kalimat apalagi sampai meninggalkan bacaan sampai habis.
    Salam.

    ReplyDelete
  6. salam kenal aja mbak,,,,,,,,,,,,

    ReplyDelete
  7. makasih ipo nya sangat bagus dan sangat menarik,,,,,,,

    ReplyDelete
  8. info nya mantap banget nie gan ,,,,,,,,,,,

    ReplyDelete
  9. makasih banyak atas semua info nya gan ,,,,,,,,

    ReplyDelete
  10. Makasih banyak atas semua info nya gan ,,,,,,,

    ReplyDelete
  11. Makasih banyak atas semua info nya gan ,,,,,,,

    ReplyDelete
  12. salam kenal aja sobat dan makasih banyak info nya ,,,,,,,,

    ReplyDelete
  13. makasih banyak atas semua minfo nya gan ,,,,,,,,,

    ReplyDelete
  14. salam kemnal aja gan dan makasih banuyak info nya ,,,,,,,

    ReplyDelete
  15. info yang sangat bagus nie gan ,,,,,,,,,,,

    ReplyDelete

Terima kasih kunjungan dan komentarnya, salam.... :)