30/05/2012

Tentang Rasa,.....



Ini tentang bagaimana melepaskan tanpa meneteskan air mata,
ini tentang bagaimana meyakinkan diri bahwa keterpisahan bukan soal bagaimana,
melupakan tapi merelakan....
Ini tentang bagaimana belajar membiarkan dan berbahagia dengan jarak.
Ini tentang akhir pertemuan,
meski tak pernah ada akhir sebuah kenangan.

Terkadang,...tentang kesunyian yang hinggap,
tentang kemanisan yang tercecap, tentang rindu yang mengharu biru.
Tentang ribuan detik yang terlewati,
tentang segala yang terbahasakan rasa....

Berhenti ketika hatimu ingin bersama adalah kesabaran,
dan berlari ketika jiwamu ingin tinggal....
adalah keikhlasan.

Sejuta 'tentang' seolah terFrame begitu saja,
ini bukan tentang siapa...?
Ini tentang ketika 'hati' yg begitu mudah,
melahirkan begitu banyak rasa.
Rasa yg terasa begitu rumit namun begitu saja terbaitkan.

Ya,...ini hanya 'tentang'...... Tentang Rasa....


Image from here

* Efek mendengar curhatmu, dik..... biru namun menghadirkan inspirasiku. Tetap semangat....*

********

23/05/2012

* Soul *



Keheningan seperti didasar samudera,

jiwa yang baru.

Udara mengalir bagaikan air,

cahaya berayun bagaikan angin.

Aku sama dengan semua mahluk langit dan bumi,

kamu adalah jiwa curahan hatiku,

kamu menghidupkan kembali jiwaku.....


Image from here


* Repost catatan lama yg terbengkalai begitu saja.....

03/05/2012

kanker tidak pernah memilih



 
Image from here
 
Penyakit kanker tidak memilih, bahkan seorang mentri kesehatan sekalipun yang notabene pasti paham bagaimana menjalani hidup sehat, wafat setelah didiagnosis penyakit kanker paru dalam stadium lanjut.

Siapa yang menentukan penyakit mematikan itu bersarang disatu orang atau lainnya. Nasibkah...? atau anugerah Tuhan seperti yang ditulis almarhum ibu Endang mengenai kanker yang diidapnya.

Terkadang saya masih tidak bisa membiasakan hatiku mendengar seseorang berpulang karena kanker, bukan karena kematiannya. Karena terpleset dikamar mandi pun bisa menyebabkan kematian jika Tuhan berkehendak. Tapi momok mengerikan dan rasa sakit karena kanker yang menyebabkan seorang pasien bertaruh jiwa, menyerah,berjuang atau bertahan ditengah semua proses menyakitkan yang terlewati. Kanker slalu menyisakan luka fisik juga luka didalam batin.

Sekian tahun lalu ketika menerima berita menggetarkan bahwa saya mengidap kanker, rasa haus akan harapan seperti seorang yang mengalami karam kapal ditengah pulau tanpa air. 
Ketika mengetahui seseorang diluar sana selamat dari kanker adalah sepercik harapan untuk bertahan, dan mengetahui seseorang yang lain terkalahkan oleh kanker seolah mematikan pengharapan.