16/01/2013

Ketika putriku bertanya,...



Disatu waktu dari lima waktu yang wajib kulakukan, putriku berdiri dibelakangku menjadi makmum. Mendirikan kewajiban yang menjadi kebutuhanku sebagai insan.
Rakaat demi rakaat,... ayat dan surah ku bisikan sepenuh rasa.
Meski hanya surah pendek yang hafal di luar kepala, aku tahu... DIA tahu betapa penghambaanku luluh pada ke Maha Besarannya.

Hingga rakaat terakhir dan salam, lalu kedua tangan kuangkat bermohon dan berdoa.
Pada ampunan untuk semua kehilafan dan kealpaanku yang ku sengaja atau pun tidak, shalawat dan salam pada Nabi mulia akhir jaman...  

Putriku masih duduk turut berdoa, entah apa yang dia minta tapi slalu ku ajarkan padanya bahwa dia bisa memohon dan meminta apapun pada Allah.
Tentu doa dan perngharapan yang baik,  Allah maha baik jadi mintalah semua yang baik-baik kepadaNYA, pasti DIA tidak akan mengecewakanmu.

Doaku selesai, mengadukan segala keresahanku, mendoakan orang tuaku, mereka yang aku kasihi...dan berharap ampunan dan rahmatNYA yang tak pernah berbatas

" ibu,... kenapa kalau berdoa ibu lama sekali ? " sambil mencium tanganku putriku bertanya, aku menatapnya.

" lama atau sebentar tak masalah nak, yang terpenting hatimu ikhlas berdoa sepenuh hati. ibu berdoa lama karena tidak hanya meminta, tapi ibu juga mengadu "
Sepertinya jawabanku justru membuatnya semakin penasaran,

" mengadu ? " tanyanya keheranan.

" iya, mengadu... adukan apapun yang menjadi kesedihanmu, kemarahanmu, masalahmu, penderitaanmu bahkan apapun yang ingin kamu adukan padaNYA. Jangan sungkan,... karena bukan ayah, ibu atau anak, bahkan pasangan hidup yang bisa kamu andalkan kak. Tapi Allah...  " aku menatapnya penuh sayang.

" aku berdoa meminta di ampuni dosa dan meminta apapun yang aku minta atau berdoa apapun yang aku mau. Bukannya kalo mengadu kaka bisa mengadu sama ibu ? " 

" tentu saja kaka juga harus dan boleh mengadu sama ayah atau ibu, atau pada sahabat kaka yang baik misalnya. Tapi kami atau orang- orang terdekatmu tidak selalu bisa ada di sampingmu saat kaka membutuhkan dukungan kami sayang, tidak selalu mengerti keinginanmu. kelak, kalau kaka sudah dewasa... kaka akan mengerti bahwa kita tidak boleh mengandalkan dan bergantung pada manusia meski itu orang terdekat kita sekalipun. Kaka tahu kenapa saat sakit atau dulu ketika di khemotheraphy dan ibu kesakitan, ibu menyebut laaillahaillaallah, allahu akbar atau lahaula walaquwata illabillah ? bukan ayah, mama atau papa sebagai orang tua ibu atau menyebut dan memanggil-manggil dokter? " tanyaku sambil membuka mukena yang kami kenakan, melipatnya kembali.

Putriku yang gemar membaca dan pendiam itu mengangguk....
" karena Allah yang menyembuhkan ibu.... " jawabnya yakin.

" benar sayang,... karena orang-orang yang mencintai ibu sekalipun tidak bisa menyembuhkan atau meringankan sakit ibu. Dan karena ibu hanya ingin mengandalkan Allah saja,...dokter membantu ikhtiarnya tapi yang menyembuhkan hanya Allah. DIA yang akan menggerakkan hatimu untuk menentukan arah atau memberimu kelegaan dan ketenangan. papa ibu atau eyang mu bilang kalau kita bergantung sama manusia, kita akan kecewa

Putriku mengangguk tanda dia sudah mengerti apa yang aku maksud,.... 

" tentu bukan berarti kita tidak boleh meminta bantuan pada orang lain atau manusia ? tapi gantungkan hatimu, jiwamu dan andalkan segala urusanmu hanya pada Allah... "  
Putriku mengangguk sekali lagi, aku memeluknya... 

" ibu juga tidak selalu seperti itu sayang, kadangkala ibu lemah juga... ibu menghamba juga pada dunia dan manusia lainnya. Tapi membuatmu mengerti dan mengajarkan apa yang baik pada putri kesayangannya adalah salah satu tugas seorang ibu, meski ibu sendiri masih jauh dari baik apalagi sempurna dan sedang terus belajar mengkaji diri "
Aku memeluknya, bersyukur moment ini dihadirkan untuk aku dan putriku. 

" Jangan biarkan ada yang mendominasi hatimu melebihi penghambaanmu kepadaNYA...."  #Bisik hatiku pada diriku sendiri.



  *Irma Senja dan Tazkia mutiara senja*



    

 
  

 

50 comments:

  1. mengharukan dan inspiratif ya Mbak. Iya, Tuhan berkata pada kita, mengapa harus kawatir, serahkan semua masalah dan beban pada Tuhan, dan jalani hidupmu...
    salam sama putrinya Mbakkk.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku ingin putriku memahami itu dgn hatinya, tertanam hingga kelak dia dewasa... :)

      Delete
  2. sebuah pelajaran ketuhanan yang indah dari seorang ibu kepada anaknya..god bless us all!

    ReplyDelete
  3. Sebuah perenungan yang sangat inspiratif ananda, ayah bangga pada kalian..

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih ayah, smg terekam oleh kaka tazkia selamanya... ^^

      Delete
  4. Sungguh moment yang mengharukan, ceu :) *Jadi kangen anak-anakku

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba,...diam2 kaka memperhatikan ibunya jg. kangen vinka dan zahran jg ^^

      Delete
  5. indahnya ibu dan anak
    percakapan romantis ini pasti diingat terus oleh Tazkia

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih mba eksa, semoga ya...:)

      Delete
  6. Replies
    1. terima kasih adik cantik,...ih tante kangen sm dija. sudah sebesar apa ya skg?

      Delete
  7. Aku terharuuu...mdh2an tazkia selalu ingat pesan ibunya sampai kapan pun ya mbak...
    Mengingat Allah-lah yang akhirnya menyelamatkanku dari derita child abuse T___T

    ReplyDelete
    Replies
    1. amiin... semoga ya mba, aku ingin dia bergantung sepenuhnya sm Allah.
      child abuse ? ya Allah... *hug*

      Delete
  8. salah satu ciptaan Allah yang manis

    ReplyDelete
  9. Aih...mengharukan mba Ir, nasehat ini insyaALLAH akan selalu diingat Kaka smp dia dewasa kelak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga ya mba orin,... heuuu anakku sdh besar mba ^_^

      Delete
  10. di kantor hampir nangis, mbak . Untungnya cuma sendirian di ruangan :)

    betul skali mbak, tak ada tempat kita bergantung selain Allah SWT :')

    Semoga Allah selalu melindungi mbak sekeluarga ya , aamiin :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. *peluk* ini moment yg membekas juga buatku, smg kaka tazkia menyimpan dlm hati pesanku sbgi ibunya.
      amiin,,, terima kasih juga mba :)

      Delete
  11. wah Tazkia udah gede ya sayang... udah bisa jadi teman ibu. :)

    sebuah moment indah yang pastinya akan menurun pada Tazkia terhadap anak-anaknya kelak.... bagaimana menjadi seorang ibu yang baik bagi anak-anaknya telah Irma contohkan dengan sangat baik.

    Salam sayang selalu. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba, sudah kls 1 SMP :)
      semoga pemahaman yg benar yg akan aku contohkan pd anak-anakku...
      dan salah satu contoh indahnya adalah mba alaika dan putrimu yg cantik mba, betapa ibu bisa menjd shbt anak2nya ^^

      ~ salam sayang juga mba ~

      Delete
  12. Nasehat yang mbak sampaikan pada Kaka pas banget momennya.. karena Kaka sendiri pas menanyakan soal itu sehingga jawaban dengan selipan nasehat berharga itu pasti akan sangat melekat dalam ingatan Kaka.
    Aku suka sekali melihat mata dan alis Kaka... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbaku,..kaka agak pendiam dan tdk byk bicara, jd saat dia bertanya apa saja aku berharap bisa memberinya jwbn yg benar.

      heuheu..mata dan alis kaka memang indah... :)

      Delete
  13. mengharukan sekali teh, two thumbs up dehh.

    ReplyDelete
  14. dialog yg bikin sy terharu mbak :)

    ReplyDelete
  15. anak yang pintar karena jeli dengan tingkah laku ibunya. dan manis sekali :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih mba,..diam2 dia memperhatikan kebiasaan ibunya ternyata ^^

      Delete
  16. Kakak Tazkia yang semangkin dewasa ya.
    Anakku Dinipun mulai banyak bertanya, entah apa itu dan yang aneh membuatnya ingin tahu pasti dia akan menanyakannya.

    Sun sayang untuk Tazkia

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba, kaka sudah besar... tingginya hampir sama dgn ibunya :)

      salam dan sun sayang untuk Dini...

      Delete
  17. Terharu banget Mbak
    Memang hanya Allah pegangan kita
    Putrinya manis :)

    ReplyDelete
  18. Komunikasi yang mendalam, semoga menyatkan hati ibu dan anak dalam rengkuhan kasih Tuhan.

    ReplyDelete
  19. moment yang indah mba..

    salam kenal, kaka tazkia yang sholihah..

    ReplyDelete
  20. terima kasih berbagi pengalaman
    haru aku bacanya mbak
    putriku Amanda sangat pendiam
    dia lebih dekat ama ayahnya dibanding ibunya

    ReplyDelete
  21. kakak baca gak yah postingan di atas?

    ReplyDelete
  22. ibu yang cantik dan putri yang baik
    satu kesatuan yang teramat indah...

    ReplyDelete
  23. Makasih untuk posting indah ini mba :)
    Salam sayang untuk putrinya :)

    ReplyDelete
  24. sangat setuju sob.. kita sebagai ortu hrs bs memberikan penjelasan yg mudah dicerna oleh anak2 kita.sehingga mereka mengerti

    ReplyDelete
  25. mantap gan mantap banget dah gan info nya ,,,,,,,,,

    ReplyDelete

Terima kasih kunjungan dan komentarnya, salam.... :)