02/01/2013

Ode untuk Senja


" Biografi Senja "

 Sesekali aku adalah hujan, rebah selaksa musim tak kenal zaman
pada bumi yang lebat beruban.

Sesekali aku adalah pujangga, merangkai kata serupa makna
pada sepenggal wajah bernama senja.

Sesekali aku adalah mimpi, berlabuh pada tidur-tidur pagi
menayangkan tragedi atau dramaturgi.

Sesekali aku adalah sunyi, mengalir disepanjang kali
sebelum matahari menyudahi.

Sesekali aku adalah operasi, menamakan diri khemotheraphy
membuat rambutmu tinggal segenggam,sebelum rapi kau tanam
pada sepotong biografi bernama senja.

Purbalingga 2012 ~ Ketika Desember hendak beranjak


" Ode bagi sepotong wajah berkerudung jingga "

Aku menyanjung hujan, sesekali mengutuknya.

Seperti sore ini ia merayu sunyi, memaksaku menziarahi kembali
Sepotong wajah berkerudung jingga
Bermata sanyu seperti mengajakku, dan basah setelah hujan rebah.

Disini diatas di tanah bekasi, lalu kau menyebutnya janji
Pada sebait puisi yang sempat aku kemasi
sebelum kata akrab dengan lupa.

Baiklah Senja, Meski waktu kian lebat beruban
dan musim semakin lupa dengan zaman
jemariku tetap menuliskan ode puji-pujian
Sebelum lidahmu akrab menjuluki : lelaki pengingkar janji.

Purwokerto ~ di pertengahan Desember 2012


" Sebait Elegi bernama sunyi "

Ah kata-kata ini semakin menua, 
jatuh dan remuk tak terbaca
sementara angin setia memungutinya, mencatat lalu menitipkan pada senja.

Ah aku kubur saja kata-kata ini,
dengan sebait elegi bernama sunyi
Sebab langit tlah begitu tuli, bagi doa yang kupanjati.

Bumi manusia ~ Di penghujung Desember


# Ujarku,....
Entah sejak kapan barisan huruf begitu seenaknya
bermain, berloncatan, berirama di kepala hingga sudut-sudut hati.
Aku jatuh cinta pada puisi, entah sejak kapan
Mungkin sejak hati mulai berirama, mulai merasa...

Aku menyebutnya pemilik rumah kecil, seperti dia menamakan rumah virtualnya.
Bagiku yang berkali-kali berkunjung, kecil tapi luas dan hangat didalamnya.
Ada bunda pendamping hidup muara segala cinta 
atau si kecil Arsyad 
penguasa hati dari sahabat ku ini.

Barisan Ode ini mungkin tercipta karena, jika aku bisa menyebutnya seorang sahabat
adalah karena beliau pandai mengartikan catatanku,
betapa pemilik dunia kecil bernama  "Dunia Senja "ini 
begitu jatuh cinta pada puisi dan diksi.
Mungkin karena puisi terlampau mudah lahir dan tercipta 
dari ketikan jemari seperti begitu banyak inspirasi yang tertulis seorang Ibrahim di rumahnya.
Ini bentuk apresiasi ku pada kecintaanku pada puisi atau poetry,
ini karena terima kasihku,
Untuk Ode yang menghangatkan hati.
Terima Kasih dari Senja....

Image From Google
# Alhamdulillah puisiku yang ini jadi salah satu yang beruntung dapet GA
Semua tentang puisi nya Chika Rei 
Terima kasih Chika ;)

36 comments:

  1. selamat ya udah menang di GAnya Chika

    ReplyDelete
  2. Mbak Irma, jagonya deh buat Puisi. :)
    Kenapa ga dijadikan buku mbak?
    Happy New Year 2013. Semoga sehat selalu dan dalam lindunganNya. Amien.

    ReplyDelete
  3. mantaabb tehh super sekali puisinya...

    ReplyDelete
  4. puisinya bagu banget mbak... mau donk diajarin bikin puisi.hehehe :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. eh, puisi di atas itu bkn buatan mba irma loh. tapi pemberian seorang sahabat blogger untuk mba irma...

      krn mba mengapresiasi puisinya yg memang indah di publish di sini atas ijin beliau :)

      Delete
  5. bagus mbak.. ga salah deh menang GA nya.. selamat yaa

    ReplyDelete
  6. ga salah deh miss poetry hehe

    ReplyDelete
  7. Kalau masalah puisi yang ini memang ahlinya, gak bakal komentar pada yang lebih ahli...
    satu kata... "speechless"

    ReplyDelete
    Replies
    1. huuu, pdhl mas Insan puisinya gak kalah indahnya nih :D

      Delete
  8. ah... kangen dengan puisi-puisi keren dari mbak irma... :)
    akhirnya bisa BW jg... :D

    apa kabar mbak? :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. halooo, arif... mba baru jln2 dari rmhmu, kian teduh disana :)

      Delete
  9. dalem banget puisinya mbak...kunjungan pagi...

    ReplyDelete
  10. Tuh kan... menang juga puisinya..! Selamat ya mbak.. kalau soal puisi aku sih gak akan memandang sebelah mata mbak Irma deh. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. xixixii, anggap aja krn doa dan harapan mba reni HD
      miss u mbaku *hug*

      Delete
  11. gak bisa komen di postingan "entah"

    mbak irma, semangat terus yaa... menjadi kuat itu keharusan loh.. :)
    semoga dimudahkan dan disembuhkan...
    arif mendoakanmu mbak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, gak layak dikomentarin soalnya tulisannya rif :(
      kdg mba hrs mengakui saat ada di titik lemah..:)

      pasti, keyakinan insyaallah gak akan mba ir biarkan habis , makasih dik ^^

      Delete
  12. Baiklah senja, terima kasih atas postingannya. menunggu kiriman dari catatanmu. biar nanti ku hormati sebagai penulis tamu di rumahkecilku. Posting "Entah" di atas, sangat mengiris hati saya. jujur, saya sudah melahirkan anak (yang kerap kau panggil puisi) dari kisah frustasimu di atas. entah juga aku harus bilang apa. Rasa sakitmu yang kau catatkan di atas itu apakah harus ku bilang terima kasih juga? Kalau iya, saya berarti mengamini sakitmu. Kalau tidak, biarlah proses inspirasi yang lahir dari keadaanmu itu menjadi catatan yang suatu saat nanti pasti akan aku tunjukan pada dunia di rumahkecilku. mengahiri komentar dengan semacam doa untuk senja, semoga tetap berwarna kuning keemasan, sehingga aku bisa "mencemooh" tulisanmu. Salam buat Kaka dan Sean. Sampaikan pada mereka, saya titip doa buat ibunya semoga lekas sembuh. Amin...

    ReplyDelete
    Replies
    1. si empunya blog lari kayaknya nih? Eh, nggak dink, barangkali lelah dan belum sempat menjamu tamu-tamu yang kian hari kian sabar mengantri disalami. hihihi..

      Delete
    2. maafkan ketika menjadi lemah mas, tp saya butuh jujur mengakui saya sdg rapuh kemarin lalu.
      itu membuat saya berfikir dan akhirnya kembali mengingatkan saya untuk bersabar dan bersyukur.

      Ini dia penulis Ode untuk senja di tulisan ini, penulis yg rumahnya sarat inspirasi :)

      terima ksh suportnya sahabat ^^

      Delete
  13. Sesekali aku adalah aku, mencoba menjadi berbeda dari mereka
    Tak pernah kuasa
    Aku takluk pada dunia dan menjadikan diriku sendiri seperti apa yang dunia minta..

    ReplyDelete
    Replies
    1. sesekali aku ingin menjadi teduh di matamu ;)
      trima ksh ya...

      Delete
  14. sesekali... aku adalah potongan sayur

    ReplyDelete
  15. sesekalinya aku ingin berkali-kali dalam kebahagiaan
    kebahagiaan yang kian....

    ReplyDelete

Terima kasih kunjungan dan komentarnya, salam.... :)