11/03/2013

Accept and hope



Hari ini saya dan beberapa teman-teman dari Emak-emak Blogger menjenguk seorang bunda special di daerah ciledug Tanggerang.
Beliau salah seorang penyintas, dengan stadium yang sudah lumayan tinggi tapi kondisi beliau luar biasa baik. Dan dengan bertemu beliau saya tahu mengapa wajahnya berseri dan tampak riang meski berjuang melawan penyakit yang serius. Semangat dan jiwa yang menerima kanker sebagai bagian dari ketetapan Tuhan yang harus di terima dengan penuh keikhlasan. Saya pikir itulah mengapa Bunda yang sudah berusia di atas 50 tahun ini masih terlihat fit dan cantik, juga bersemangat menjalani hidup dengan sel special itu. We're survivor indeed ya bunda Lily :)


Saya sering berkeluh, kenapa dulu saya di vonis kanker saat saya baru saja berulang tahun di usia yang ke 22 tahun. Mungkin kalau saya di vonis di usia 50 tahunan, hidup saya sudah puas di dunia dan rela melepaskan kehidupan saya bersama kanker tanpa harus jatuh bangun menjalani sekian perjuangan yang menyakitkan untuk tetap bertahan hidup.  Dan itulah pikiran pesimis saya, melihat bunda cantik ini saya tahu bahwa perjuangan tidak berhenti di usia tertentu. Perjuangan harus terus dilakukan sampai kita benar-benar tidak bisa berjuang. Titik di mana Tuhan menghendaki kita untuk berhenti dan berpulang kepadaNYA.

Dimana pun sahabat-sahabatku yang sedang berjuang melawan kanker, sudah berhasil melewatinya, atau di ketuk perlahan dengan ujian-ujian sakit yang serius. Tidak perlu berkecil hati dan merasa tidak beruntung.
Percayalah, Tuhan selalu menyediakan obat dan penghiburan dari setiap rasa sakit dan air mata.
Aku yakin bahwa menjadi penyintas bukan berarti nasib buruk, percayalah... Tidak mungkin Tuhan menyakiti mahlukNya, selain bukti kecintaannya pada kita. Sakit jika disikapi dengan sabar akan menjadi pengguguran dosa-dosa.

Semoga kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang slalu bersyukur, insyaallah. Amin.







15 comments:

  1. Mengenal bunda Lily dan mbak Irma di waktu yang sama, betul2 membuat aku kagum dengan ketabahan dan keikhlasan kalian berdua.

    ReplyDelete
  2. semoga semuanya diberi ketabahan , karna alloh maha bijak . Amin

    ReplyDelete
  3. Bunda Lily kena kanker apa dek ? divonis kanker sejak usia berapa ?

    Ya kalian wanita2 tegar, menjadi inspirasi utk kami semua
    *Peluk2 Bunda Lily dan Irma* ^_^

    ReplyDelete
  4. Terima kasih untuk hari kemarin ya neng^^

    ReplyDelete
  5. Aamiin...

    http://www.kompasiana.com/alonkbadriansyah

    ReplyDelete
  6. turut mengaminkan :)
    mau juga dong dikunjungi, tapi dalam keadaan yang baik ^^

    ReplyDelete
  7. Terima kasih Irma sayang utk kunjungannya ke rmh bunda kemarin. Benar2 kesempatan yg luar biasa utk bunda bs bertemu dgn sesama penyintas kanker seperti dirimu .......

    Setuju dgnmu , menerima si kanker busuk ini berarti berjuang dgn cara riang dan waspada, krn kanker bukan berarti akhir dr segalanya, namun motivasi utk tetap terus bertahan dan menang


    Salam

    ReplyDelete
  8. Wanita seperti mbak Irma dan bunda Lily ini yang bikin de semangat bahwa apa yg de alami gak ada apa2nya dibanding perjuangan kalian.

    Salut!

    ReplyDelete
  9. amin..
    membuat senyuman menjadi indah.. subhanallah :)

    ReplyDelete
  10. Dear nak Irma, assalamu'alaikum.

    Kanker tak perlu ditakuti. Asal kita merubah gaya hidup dan pola makanan kita, saya pikir malah kankernya yang takut sama kita :-D

    Terima kasih ya sudah mengajak saya berteman. Sekarang saya tahu, nak Irma tahu rumah saya dari rumahnya nak Winny. Dia juga perempuan istimewa, putri dari penderita kanker yang sayangnya sudah mendahului menghadap ke haribaanNya. Alfatihah buat beliau.

    ReplyDelete

Terima kasih kunjungan dan komentarnya, salam.... :)