25/06/2013

Cerita cinta si moody dan mister flat


Ini perjalanan yang sudah cukup panjang, setidaknya tahun ini jika ada sebuah perayaan akan ada lilin angka empat belas yang akan menyala. Ya, empat belas tahun menjalani hidup bersama bukanlah waktu yang singkat. Perjalanan yang tidak selalu mudah, begitu banyak kerikil- kerikil tajam, tikungan bahkan jalan curam yang kami jalani, tapi juga banyak moment manis yang tercipta. Sesaat sebelum menulis ini, aku bahkan terkejut sendiri menyadari perjalanan kami sudah sampai di angka ini.


Hanya 5 bulan sejak kami dikenalkan dan dipertemukan, lalu menjalani kedekatan selama lima bulan itu dengan long distance. Aku di kota kuningan Cirebon Jawa barat dan suamiku yang saat itu bekerja dan tinggal di kota Jakarta. Singkat cerita kami menikah, dan aku langsung di ajak hijrah ke kota Bekasi dua hari setelah pernikahan.

Bayangan pernikahan dan pengantin baru yang indah langsung sirna saat itu, menyadari banyak hal yang ternyata diluar dugaan kami. Ternyata kami tidak saling mengenal dengan begitu baik, perbedaan usia yang cukup jauh lebih dari sepuluh tahun, selera dan kesukaan yang berbeda, dan banyak hal yang membuat komunikasi kami menjadi agak rumit. Saat itu pernikahan nyaris seperti kotak es yang hambar dan dingin bagiku.

Tuhan selalu mempunyai cara untuk mendekorasi hidup mahluk-Nya dengan begitu indah, vonis kanker yang mengetuk kehidupanku menghadirkan banyak hikmah. Salah satunya kedekatan yang terbangun antara aku dan suamiku saat menjalani musibah ini. Jarak yang kadang sulit terjembatani antara kami, perlahan semakin memendek. Aku mulai menyadari banyak hal tentang suamiku, diluar sikapnya yang pendiam dan  tidak terlalu banyak bicara. Dia adalah lelaki yang sangat bertanggung jawab dan penuh kasih, tentu dengan cara nya. Meski dia hanya akan duduk diam disamping ranjang perawatanku, tapi dia ada. Meski tanpa membisikkan kata-kata manis, dia ada untuk menggenggam tanganku saat aku sakit atau terluka. Dan itu cukup bagiku. Meski enggan terlibat dengan apa yang aku sukai, dia memberiku ruang agar aku tetap menjadi diriku sendiri.

Memory romantisme kami memang tidak begitu banyak, tapi kehidupan kami penuh warna. terlebih sejak hadirnya putri dan putra kami. Perbedaan usia dan karakter membuat hubungan kami bisa jadi tinggal sejarah jika hanya mengedepankan EGO. Berkali-kali pijakan ini goyah, ujian hubungan dan ujian kehidupan kadang membuat kami rapuh tapi sekaligus membuat kami sama-sama menjadi lebih kuat.
Dan akhirnya membuat kami belajar, kami menyadari konflik terbesar kami adalah komunikasi. Jika tidak sama-sama diam, biasanya kami akan sama-sama meledak. Maka pembelajaran dan cara memupuk kasih diantara kami adalah dengan mencari cara berkomunikasi yang membuat kami sama-sama nyaman. Dannnnn..... surat, email, sms, BBM, Whatsapp ternyata jadi cara komunikasi yang aman bagi kami saat sedang dalam masalah atau membutuhkan diskusi panjang. Tuliskan semua yang mengganjal perasaan, ungkapkan yang kita inginkan dan kirim, menulis membuat aku bisa mengeluarkan apa yang aku rasakan dan aku inginkan. Dan suamiku akan lebih mudah memahaminya, begitu juga sebaliknya. Saat konflik kami biasanya sama-sama diam, tapi nyampe kantor email panjang berbalasan untuk diskusi atau berantem :D.

Agak aneh dan gak biasa,... tapi cara ini selalu berhasil mengatasi konflik diantara kami. Jika suamimu begitu pendiam dan gak romantis apa yang harus dilakukan ? jika dia terlalu kaku, keras hati dan flat.... apa yang harus kita lakukan ? ya... ajarkan bagaimana kita ingin dicintai. Ajarkan bagaimana kita ingin diperlakukan. Ajarkan bahwa kadangkala gombal itu asyik dan bersikap lemah lembut dan mesra itu bahkan bisa melelehkan si gunung batu. Bagaimana jika memiliki istri yang jauh lebih muda dan moody, bagaimana jika memiliki istri yang misterius dan susah ditebak ( menurut suamiku ) hahaaay... ?? pengertian dan sabar ternyata jawaban dari suamiku heuheu. Jika dulu kami tidak menjalani 'pacaran' yang asyik, sekarang suamiku jadi pacarku yang penyayang. 

Aku terlalu muda untuk kamu yang dewasa,
kita serasa beda dalam segala.
Tapi sekarang, suaramu adalah nyanyian indah buatku.

Dalam pernikahan komitmen dan komunikasi adalah segalanya, kadangkala saat usia menjadi semakin tua, istri tidak cantik lagi dan suami tidak lagi rupawan. Dan kelak cinta hanya menyisakan rasa sayang, nyamannya komunikasi dan persahabatan yang akan membuat hidup kita tetap terasa manis.






60 comments:

  1. ceritanya menginspirasi...... , Semoga tetap mesra dan langgeng selamanya...
    aamiin... :)

    Salam hangat...

    ReplyDelete
  2. harus koment apa saya...
    memang perbedaan apapun tidak harus diperdebatkan dengan ego masing2 tapi dicarikan solusi untuk menyamakan frekwensi. Alhamdulillah Adinda Irma mampu melakukan hal itu... Selamat ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih bang, no body perfect right ?
      menerima kekurangan atau menyamakan frekuensi ini yg terus diupayakan :)

      Delete
  3. Kalau aku awal-awal nikah juga hampir sama seperti mbak, kalau bertengkar suka meledak-ledak. Seiring berjalannya waktu dan seiring saling memahami satu sama lain, ego itu pudar dengan sendirinya.
    Tapii, kalau aku pikir-pikir lagi, rasa-rasanya semua pertengkaran itu berawal dari ego ku yang tinggi..... hingga sekarang :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaaa,... menyadari itu jalan menuju perubahan yg lebih baik loh ;)

      Delete
  4. membaca tulisan ini ada sedikit rasa sedih, namun ada juga rasa "Subahnallah" nya mbak, lantaran walau berbeda usia, berbeda selra, namun dapat bersatu, itulah cinta, saling mengisi satu dengan yang lain.

    kanker? saya sedih mendenganrnya :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, insyaallah hal yg membuat sedihnya akan jadi penguat langkah ya :)

      Delete
  5. alhamdulillah ya mbak, semoga tahun tahun berikutnya semakin manis :)

    saya belum nikah, tapi saya percaya kalimat ini "Dan kelak cinta hanya menyisakan rasa sayang, nyamannya komunikasi dan persahabatan yang akan membuat hidup kita tetap terasa manis."

    sukses trus ya mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih dear Unni,... temukan cintamu lalu menikahlah ;)

      Delete
  6. Semoga langgeng yah mak Iram.......tetap SemangaD :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. namaku masih IRMA mak, belum jadi Iram xixixii...:))

      Delete
  7. Berbeda asalkan masih dalam satu tujuan, selalu ada titik temunya. Semoga Allah selalu melindungi keluarga mbak Irma.

    Terima kasih partisipasinya, sudah tercatat sebagai peserta.

    ReplyDelete
    Replies
    1. insyaallah,..terima kasih bunda :)

      Delete
  8. aih...kok sama sih Mak, aku sm misua jg kalo berantem bales2an email hihihihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihiii...dari pada ribut teu puguh teriak2 gak jelas. lebih baik di tulis dgn kalimat yg benar kan ? ;)

      Delete
  9. Semoga langgeng mba,Amin..

    ReplyDelete
  10. semoga perbedaan tetap menjadi buah yang manis yang selalu ingin kita kunyah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. amin...perbedaan itu indah kan mak? ;)

      Delete
  11. iktan GA ini juga mak?? semangat ^^ : jangan lupa nih colekannya juga,ku juga ikutan :

    http://newmyinspirationsister.blogspot.com/2013/06/kadang-cinta-tak-selamanya-harus.html

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa,... tunggu kunjunganku ya mak :)

      Delete
  12. hohohoho... critanya menginspirasi banget... ( keinget diriku sendiri cz pendiam banget sulit untuk melakukan komunikasi dengan orang lain )

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini sudah berkomunikasi,... :)
      kalau bingung mau kmnksi gmn, tuliskan saja dik...

      Delete
  13. Heem, bener mbak, komunikasi memang seperti kunci. Dan saya suka cara mbak dan suami dalam berdiskusi maupun berantem via imel. hehehe

    Semoga langgeng dan sehat selalu untuk keluarga mbak. Amienn.

    ReplyDelete
    Replies
    1. xixixiii,...iyaaa, lebh aman yanuar
      terima kasih yaaa.... sehat-sehat juga untukmu :)

      Delete
  14. mbak.. bikin hati teriris-iris.. aku belajar banyakd ari tulisannya mbak irma. suamiku juga flat, kaku dan tidak banyak bicara selalu sering berdebat denganku yang moody. inspiratif mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hemmm,...cari cara tetap berbahagia meski suami kita kaku dan flat. *peluk

      Delete
  15. ceritanya sangat menyentuh sekali. tua dan muda saling melengkapi,,,

    ReplyDelete
  16. So sweet mba ceritanya...
    semoga langgeng ya sampe kakek nenek hihihi :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. xixixiii, amin...makasih ya mak :)

      Delete
  17. Semoga saja jadi juara give away nya ya kak irma

    ReplyDelete
  18. Salam kenal!! Kisah cinta yang menginspirasi :)

    Silahkan kunjungi dan pilih2 buku berkualitas di : www.honbookstore.com
    Dapatkan diskon gede2an hingga 15%. :D

    Jangan lupa silahkan tinggalkan jejak alias komen di : Hon Book Store :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal jg dan trima kasih kunjungannya ;)

      Delete
  19. oooow.. manis banget mba ir, aku sampai berkaca2 mata bacanya niy

    ReplyDelete
    Replies
    1. mila pake kaca mata ya jd berkaca-kaca :D

      Delete
  20. romantis kayak saya sama istri kak :D hehehe

    ReplyDelete
  21. salam kenal mbak...wah membacanya kisahnya terharu..perjuangan sebuah hubungan semoga langgeng dan sukses kontesnya mbak
    terimakasih sharingnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal jg mbak,...hehee... amin, makasihh ya mba :)

      Delete
  22. ow berarti kalian tipe komunikasi melalui tulisan ya. mungkin karena 22nya pemalu, jadi lebih lugas via bbm, sural dll.
    anyway, setiap pasangan punya cara2 masing2 untuk berkomunikasi.
    ayoooo dong bangun terus komunikasi sampe angka 25, 50, 100.
    semangggaaattt

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sedang diusahakan tu,...tp sprtinya gak ada salahnya jg tu cara ini dipake. jd gak cape mulutnya xixixii :p

      Delete
  23. Asyik,,,,,, jadi semakin romantis dalam sampan untuk mengarungi samudera kehiduapn secara bersama. Selamat ya Mba Irma. Semoga selalu menjadi motivasi hidup dengan kasih sayang yang sesungguhnya.

    Salam wisata

    ReplyDelete
  24. saya juga lebih nyaman 'cerita unek2' lewat sms atau email ke suami..
    entah knapa klo hadep2an lgsg suka yg ada di kpala malah ga kluar, jdnya masalahnya ga beres2 :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah kita sama mak, kalo aku aman pake tulisan menghindari konflik lbh besar yg kdg bisa terjadi saat bicara langsung apalagi jika emosi.

      Delete
  25. Alhamdulillah wasyukurillah. Ikut senang saya membacanya mbak :)
    Semoga menang juga ikut giveaway nya, yuhuuu ^^

    ReplyDelete
  26. perjalanan yang lama ,, tapi di jalankan dengan hati iklas menjadi kan rasa manis di setiap hari-harinya

    ReplyDelete
  27. datang berkunjung....

    bacanya kayak miris, tapi seru, kayak sinetron (tapi yang ini nyata kan... gegegegegeg)....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mirisss ??? hehee.... ini bukan sinetron sob :)

      Delete
  28. mbak ini cara yang sama yang ditempuh addie ms dan memes kalo lg ada masalah hehehhe cuma mereka bukan email tapi surat yang ditulis tangan. inspiratif XD

    ReplyDelete

Terima kasih kunjungan dan komentarnya, salam.... :)