05/09/2013

Diplomatic City Of ASEAN

Tema hari terakhir lomba menulis #10daysforASEAN adalah Jakarta, sebagai ibu kota negara dari Indonesia.

Mengapa Jakarta terpilih sebagai Diplomatic City Of ASEAN ? apa dampak positif dan negatifnya untuk Indonesia khususnya Jakarta. Persiapan apa saja bagi Jakarta sebagai tuan rumah bagi perhimpunan bangsa-bangsa di ASEAN?




Bicara tentang Indonesia saya bangga menjadi warga negara Republik Indonesia tercinta ini. Indonesia adalah bangsa yang besar, bangsa yang tidak hanya memiliki wilayah geografis yang luas dan kaya. Tapi juga memiliki sejarah dan perjuangan yang panjang. Sejak jaman penjajahan, Indonesia juga sudah menjadi bangsa yang disegani di kawasan Asia. Bahkan pada masa kerajaan, kemashyuran dan kekuasaan kerajaan majapahit jauh meliputi hingga ke negara tetangga.


Indonesia banyak berperan aktif di kawasan International, khususnya di Asia tenggara. Indonesia menyadari pentingnya menjalin hubungan baik dengan negara-negara lain, akan ikut melaksanakan ketertiban dunia, berdasarkan perdamaian abadi dan ketertiban sosial. Seperti yang tercantum pada pembukaan UUD 1945.

Peranan Indonesia di kawasan Asia Tenggara, sebagai pelopor berdirinya ASEAN. Indonesia juga mempromosikan bentuk kehidupan bermasyarakat regional di Asia Tenggara yang menjunjung nilai-nilai saling menghormati antar sesama bangsa, tidak ikut campur pada urusan dalam negri negara lain, menolak menggunakan cara kekerasan dalam menyelesaikan masalah serta memilih konsultasi dan konsensus dalam proses pengambilan keputusan demi mencapai kebaikan bersama. Indonesia juga memiliki peranan penting dalam beberapa pembentukan perjanjian dan modalitas di ASEAN antara lain : Declaration on Zone of Peace , Freedom and Neutrality ( ZOPFAN 1971 ), ASEAN Concord (1976), ASEAN Declaration on South China Sea (1992), ASEAN Regional Forum (ARF 1995 ), ASEAN Comunnity (2003). Indonesia juga menjadi penengah konflik antara Vietnam dan Kamboja serta dalam upaya penyelesaian konflik Filipina dengan pemberontak Moro National Front Liberation ( MNFL).

Begitu banyak peranan Indonesia bagi kawasan Asia tenggara ( ASEAN ), bukan hal yang aneh jika akhirnya Jakarta ibu negara Indonesia dipilih sebagai Diplomatic City Of ASEAN.

Dijadikannya Jakarta dalam hal ini ibu negara Indonesia sebagai kota diplomatik ASEAN tentu merupakan suatu kebanggaan tersendiri. Dengan kata lain Jakarta dinilai sebagai ibu kota negara yang aman dan damai bagi Sekretariat ASEAN dan akan dipromosikan sebagai kota diplomatik ASEAN. Peluang Indonesia untuk semakin mengenalkan potensi dan meningkatkan laju ekonomi semakin besar. Dengan disahkannya perjanjian ( Instrument Ratification ) mengenai ketuan rumahan Indonesia akan memudahkan fungsi dan tugas kesekretariatan ASEAN hingga pembentukan komunitas ASEAN 2015 nanti.

Sisi negatif dari ditempatkannya Sekretariat ASEAN di Jalan Sisimangaraja 70 A Jakarta adalah Jakarta masih ibu kota yang penuh dengan dilematik permasalahan negara berkembang. Seperti kemacetan yang semakin parah, banjir, infrastruktur yang belum memadai, masalah-masalah sosial yang belum terselesaikan disini akan menjadi dampak buruk bagi Indonesia di mata negara-negara ASEAN lainnya. Semoga itu tidak membuat Indonesia dikenal sebagai negara yang aktif berkontribusi di luar khususnya Asia tapi belum bisa membenahi masalah di dalam negrinya sendiri.

Maka marilah suport negara Indonesia tercinta menjadi negara yang tidak hanya besar wilayah geografisnya, besar jumlah penduduknya, dan kaya alamnya. Tapi juga negara yang mampu bangkit dari semua permasalahan dan keterpurukan ekonomi, sosial, dan konflik warganegaranya. Negara yang dipandang oleh negara lain sebagai negara kesatuan Indonesia yang memang sungguh-sungguh negara yang BESAR.

Tulisan ini diikutsertakan pada lomba #10daysforASEAN

3 comments:

  1. Tahukah anda kalau beberapa tahun ini presiden Yudhoyono hanya tampak berada di posisi belakang ketika sedang berfoto bersama para pemimpin negara asean lain. Artinya.. Indonesia sudah dianggap tidak terlalu penting keberadaan nya di kancah asean. Tidak seperti sejarah masa lalu yang tercatat. So .. Renungkanla. . .

    ReplyDelete
  2. Mending bikin puisi untuk Jakarta mak heheheee.... Bisa nggak ya Jakarta? Tapi harus optimis ya

    ReplyDelete
  3. itu kota layak sudah jadi tuan rumah....sip

    ReplyDelete

Terima kasih kunjungan dan komentarnya, salam.... :)