14/10/2013

Lintasan Hati di Sunyinya Pagi

Selamat Pagi,...
Iya, langit Bekasi bahkan masih berwarna kelabu matahari masih bersembunyi ditudung langitnya yang maha tinggi. Sehari menuju hari raya Idul Qurban, udara seolah ikut serta menyejukkan alam raya.
Subhannallah,.. saat ini beribu,berjuta umatMu sedang berada di Padang Arafah menunaikan wukuf menyempurnakan ibadah dan ketaatan kepadaMu ya Rabb.

Tidak ada tempat yang paling dirindukan umat islam selain bernafas di tempat yang sama di mana kiblat semua muslim mengarah padanya. Menatap Kabah dengan haru dan rindu, mengucap takbir melihat dan berjalan pada padang dan tanah suciMu. Menyentuh Hajar Aswad, membayar kerinduan pada Nabi dengan mengunjungi makamnya. Seseorang pernah mengatakan padaku, apapun yang indah, yang menjadi impian dan keinginan. Lintaskan slalu dalam pikiran dan hatimu.

Kulintaskan dalam hati kerinduan pada rumahMu di Tanah Mekah, hanya dengan membayangkannya saja betapa begitu kecil pada segala keMaha BesaranMu di sana ya Rabb. Jadikan aku salah satu mahlukMu yang beruntung yang Engkau undang ke sana ya Allah. Amin.

Aku sendiri sepagi ini,...sejak sebelum subuh tadi menemani kaka Tazkia bersahur dan berniat puasa. Sayangnya kodrat sebagai wanita menghalangiku berpuasa bersama putriku hari ini.
Jadikan kisah Nabi Ibrahim dengan ketaatannya pada Allah yang rela mengorbankan anaknya yaitu nabi Ismail untuk Allah, dan digantikanNya Nabi Ismail dengan domba. 
Pada kerelaan menerima setiap takdir Allah, pada kesungguhan menjalani semua ketetapan Allah. Pada teladan kecintaan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail pada Allah. Jadikan kami kedalam golongan orang-orang yang mau berkurban di jalanMu. Yang berserah diri pada ketaatan kepadaMu, amin.

Lebaran Idul Adha tahun ini agak berbeda, aku dan kaka Tazkia dirumah kami di bekasi sedangkan Sean dan ayahnya kemarin lalu berangkat dan kini ada dikota Kuningan dan akan berlebaran di sana.
Idul Adha atau hari raya qurban, atau Lebaran haji bukan hanya tentang bagaimana menyisihkan rejeki untuk membeli hewan kurban, bukan juga keindahan dan keberuntungan mereka yang menjadi tamu Allah tahun ini ( semoga diberikan kesempatan untukku menjadi salah satunya nanti ) tapi tahun ini aku belajar bagaimana menerima dan menahan diri apa-apa yang tidak mudah menjadi ringan karena kehendakNya. Belajar bagaimana mendekorasi hatiku sendiri dengan tidak menunjuk orang lain tapi mengarahkan jariku pada diriku sendiri untuk belajar dan memperbaiki diri.

Manusia adalah mahlukNya yang alfa, dan kesempurnaan hanya mutlak milik Allah yang menciptakan segalanya. Seringkali aku lupa siapa diriku, betapa sombongnya aku, betapa aku...aku...dan aku. Padahal nafas saja adalah titipan dari Mu. Ajarkan kesunyian ini tidak hanya tentang merasa sendiri ya Rabb, tapi bagaimana merendahkan hati dan menerima dengan ikhlas tanpa prasangka. Dan seharusnya aku semakin mencintaiMu, karena hanya Engkau satu-satunya yang melingkupiku dalam setiap saat hidupku.

Aku datang padaMu menanggung rindu, jika tak juga kutemukan
aku hanya ingin kecintaanMu...

9 comments:

  1. Sombong adalah HAK milik ALLAH SWT. Al Mutakkabir. Jadi sangat keterlaluan jika manusia Sombong. Wahai Manusia janganlah sombong. Indah sekali tulisan ini. Subhanallah

    ReplyDelete
  2. sukaa sama kalimat "Tidak ada tempat yang paling dirindukan umat islam selain bernafas di tempat yang sama di mana kiblat semua muslim mengarah padanya. Menatap Kabah dengan haru dan rindu, mengucap takbir melihat dan berjalan pada padang dan tanah suciMu. Menyentuh Hajar Aswad, membayar kerinduan pada Nabi dengan mengunjungi makamnya."
    semoga satu saat nanti bisa terwujud..:))
    subhanallah sharing pagi ini..:))

    salam EPICENTRUM
    mampir yaa :))

    ReplyDelete
  3. Aamiin. Semoga rindumu bisa segera tersampaikan. Selamat lebaran ya, neng.

    ReplyDelete
  4. sehat-sehat saja kah mak irma? kemarin sempat lihat di PP lagi diambil darah

    ReplyDelete
  5. lebarannya jadi berpisah dengan suami dan sean ya mak, yg penting syukur di hati ya mak...
    pu juga rindu ingin bisa berangkat berhaji semoga kita bisa sama2 dipanggil untuk menjadi tamu Allah di tanah suci ya makk..

    ReplyDelete
  6. alhamdulillah bisa menikmati lebaran di jabar, walaupun jauh dari keluarga tetapi rasa kekeluargaan daerah jabar sangat saya acungi jempol.

    ReplyDelete

Terima kasih kunjungan dan komentarnya, salam.... :)