24/10/2013

Menurunkan Risiko Kanker Usus


Image by Google

Sebagai seorang survivor kanker usus, ada beberapa pantangan yang terus dikatakan dokter yang merawat saya selama ini, perbanyak buah dan sayur dan hindari makanan yang dibakar/panggang. Kebayang donk saya harus merelakan menu lezat seperti sate ayam, sate kambing, ikan bakar , daging panggang, atau ayam bakar menjadi makanan mewah yang tidak saya ijinkan untuk sering-sering ada di meja makan saya.

Menurut sumber kesehatan yang saya baca bahwa makanan yang di bakar/ dipanggang menjadi salah satu pencetus munculnya kanker usus. Zat yang berpotensi menyebabkan kanker disebut polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs) dan ( HCAs) yang masuk ke dalam daging melalui asap saat pemanggangan. Karena favorite keluarga saya dulu adalah semua makanan yang di bakar atau panggang. Dan sudah pasti daging bakar, ikan bakar, sate, ayam bakar jadi kegemaran dan favorite saya. Dan tanpa saya sadari cara memasak seperti dibakar ini tidak begitu sehat, dan perlahan racun-racun karsinogenik masuk dan bertumpuk dalam tubuh dan menjadi kanker.
Ada beberapa tips bagi pencinta makanan yang serba di bakar atau panggang untuk mengurangi efek negatif dari proses pembakaran yang diduga salah satu faktor kuat pencetus kanker.

Pastikan untuk mengasinkan daging sebelum memanggangnya. Penelitian menunjukkan bahwa pengasinan daging, unggas, dan ikan selama 30 menit sebelum menaruhnya di atas panggangan bisa mengurangi pembentukan zat penyebab kanker yang biasanya muncul ketika daging dibakar. Untuk pengasinan gunakan campuran cuka, bumbu, atau air lemon/jeruk nipis.

Zat yang berpotensi penyebab kanker ( PAHs ) dan (HCAs) masuk saat proses pembakaran melalui asap, kurangi waktu daging berada dalam proses diatas panggangan. Sebelum dipanggang, boleh juga daging kita masak dulu dengan kompor, oven atau microwave.

Masak daging dengan api kecil untuk mengurangi terbentuknya HCAs dan PAHs. Kurangi penggunaan flare untuk menjaga lemak daging dari api. Potong lemak yang terlihat pada daging dan pindahkan batu bara/arang di sisi panggangan, sementara daging berada di tengah panggangan. Sebelum disajikan, potong terlebih dahulu bagian daging yang hangus yang biasanya berwarna kehitaman dan menempel didaging.

Pastikan daging yang anda bakar disajikan bersama sayuran atau buah-buahan anti kanker seperti irisan bawang, ketimun, tomat, brokoli atau jagung rebus. Dan alangkah lebih baik lagi jika daging atau unggas bakar ini tidak menjadi menu harian.

 " Kesehatan bukan impian tapi sebuah pilihan... " 
~ Irma Senja ~ 

6 comments:

  1. Makasih banget mbak tipsnya.. Aku suka sate soalnya.. Jadi harus hati2 ya mbak... Semoga sehat selalu ^^

    ReplyDelete
  2. tipsnya berguna banget mak, demi kesehatan ya

    ReplyDelete
  3. thx, buat tipsnya, Mak. Duh, makanan panggang, ya? Pdhl biasanya makanan yg dipanggang itu sy suka :)

    ReplyDelete
  4. minimal pake acar sekarang kalo bakar-bakaran.
    tengkyu inponya mak ^^

    ReplyDelete
  5. makasih infonya mbak, kanker usus memang bahaya banget

    ReplyDelete
  6. minimal pake acar sekarang kalo bakar-bakaran.
    tengkyu inponya mak ^^

    ReplyDelete

Terima kasih kunjungan dan komentarnya, salam.... :)