27/03/2013

Lomba Review " Cerita Di balik Noda " sejuta makna



Siapa yang tidak mengenal sosok Fira Basuki, penulis wanita yang sudah menerbitkan puluhan buku best seller, wanita yang lahir di Surabaya 7 Juni 1972 ini sejak kecil sudah aktif menulis. Memenangi berbagai lomba penulisan tingkat nasional hingga mewakili Indonesia di tingkat Internasional. Diantara kesibukannya sebagai pemimpin redaksi media massa, juru bicara seminar, dan model, kiprah menulisnya terus berkembang hingga saat ini. Karyanya yang terbaru adalah kumpulan kisah-kisah inspiratif  Cerita Di Balik Noda. Buku yang berisi kumpulan cerita kiriman puluhan orang/penulis dalam lomba penulisan yang diadakan Rinso ini, kebanyakan adalah wanita. Fira Basuki mampu mengemas kumpulan cerita ini menjadi bacaan yang apik, menginspirasi, namun tetap ringan, enak di baca dan tidak menghilangkan gaya aslidari tiap penulisnya.

Banyak kisah-kisah yang menginspirasi saya dalam buku ini, beberapa judul diantaranya Perban nenek , Sarung Ayah, atau Harta sebenarnya. Saya menemukan kalimat dan cerita yang menghadirkan inspirasi dan menghangatkan hati setelah membacanya. Bahwa kasih sayang itu menular, dan kebahagiaan itu ada dalam hati bukan pada benda-benda di sekelilingmu. Dan ternyata kotor tidak selalu dalam makna yang sebenarnya. Itu sebabnya Rinso menuliskan bahwa " Berani kotor itu Baik " karena dalam sesuatu yang kotor seperti lumpur dan noda, tersimpan banyak cerita dan makna yang jauh lebih penting dari sekedar kotoran yang sesungguhnya mudah saja di bersihkan ( Kan ada Rinso ). Banyak sekali cerita dalam buku ini yang membuat saya enggan berhenti untuk terus membacanya dan menginspirasi hati saya sepenuhnya. Sudah pasti kehangatan dan inspirasi yang sama akan hadir di hati para emak semua yang juga membaca buku ini.

Kali ini dengan harapan terus menyebarkan inspirasi hati, Kumpulan Emak Blogger (KEB) bekerjasama dengan Rinso. Mengadakan Kontes Ngeblog Review Buku " Cerita Di Balik Noda " .
Yuk,...yuk ikutan Mak. Sebarkan inspirasi dan sejuta makna dengan mengikuti lomba review bukunya. Hadiahnya juga kerennn loh mak... :)
Berikut syarat dan ketentuannya :

* Wajib memiliki blog pribadi ber-flatform Wordpress, Blogspot, dan lain-lain. Terdaftar sebagai anggota group FB KEB .Jika belum terdaftar silakan daftar disini
* Memiliki alamat domisili di Indonesia.
* Tulisan berbentuk Review/Ulasan Buku  " Cerita Di Balik Noda "
* Tulisan menggunakan bahasa Indonesia, tidak menggunakan bahasa alay, atau menggunakan kata yang
   disingkat seperti : yg, tp dan lain sebagainya.
* Tulisan wajib diposting di blog masing-masing mulai tanggal 15 Maret 2013 - 10 April 2013
* Tulisan harus karya sendiri dan tidak mengandung SARA atau merugikan pihak lain.
* Peserta/ Emak wajib mendaftarkan tulisannya ke email beranikotoritubaik@rinso.co.id dengan format
   sebagai berikut : UBR - KEB - Judul Cerita - Penulis. Di badan/isi email cantumkan biodata sebagai
   berikut.

   1. Nama:
   2. Alamat :
   3. No.Telepon :
   4. Tempat&Tanggal Lahir :
   5. Judul Blog dan alamat URL :

*  Karya tulis yang dilombakan boleh dikirim dalam bentuk attachment atau ditulis dibadan email setelah
    biodata.
*  Harap diperhatikan, format pendaftaran dan pengiriman tulisan ke email HARUS SAMA dengan format
    di atas, atau peserta/emak tidak akan lolos kualifikasi.
*  Bagi yang memiliki akun Twitter, publish tulisannya di Twitter dengan menyertakan link tulisan. mention ke
    @Emak2Blogger dan @MissResik, dan gunakan tagar #UlasBukuRinso.
Periode pendaftaran tulisan 15 Maret 2013 - 10 April 2013 ( pukul 23.00 WIB ) lewat dari periode
    tersebut akan di diskualifikasi.
*  Like Facebook Rinso dan wajib mencantumkan kalimat Buku Cerita Di Balik Noda dan Berani
    Kotor itu Baik dan mengarahkan ke link http://www.facebook.com/RinsoIndonesia/app 
    120333761423365 di dalam tulisannya.
*  Memasang Banner/Logo KEB di dalam postingan atau sidebar blog.

    Pengumuman Pemenang

1. Juri akan memilih 3 orang pemenang
2. Pengumuman pemenang tanggal 15 April 2013 di website KEB http://emak2Blogger.web.id  dan akun
    Twitter @Emak2blogger
3. Keputusan juri mutlak dan tidak bisa di ganggu gugat.

    Hadiah

Masing-masing pemenang mendapatkan VOUCHERSODEXO senilai Rp.1.000.000.00.
Voucher ini bisa digunakan peserta/emak untuk belanja di di lebih dari 100 merchant seperti Carefour, Gramedia, Electronic City, Alfa mart, Pizza hut, dan lain-lain. Info Merchant dan Outlets bisa dilihat disini

Jadi Yukk,... baca buku Cerita Di Balik Noda nya Fira Basuki , dapatkan inspirasi jiwanya untuk memaknai hidup lebih indah dan ikutan lomba menulis review/ulasan buku ini.
Berani Kotor itu Baik mak, dan berani mengirimkan tulisan untuk lomba ini juga kereeen :)




  
 
 




13/03/2013

Snack bersaus yang bikin ngiler



Pernah gak sih temen-temen ngidam sesuatu atau kepengen sesuatu yang gak bisa di nanti-nanti, pokoknya harus ? saat ini juga kepengen dan harus dapet.
Entah barang atau sesuatu yang bisa di makan? kalau orang hamil sih biasalah ya, tapi gak hamil dan ngebet banget pengen makan sesuatu. Itulah saya dua hari terakhir ini 

Bukan, saya gak ngebet makan di resto mahal atau makanan buatan koki terkenal. Bukan juga makanan yang jadi pantangan buat saya. Pantangan bukan karena susuk ya (jadi inget candaannya teman saya) *_*

Tapi hanya cemilan yang gak seberapa harganya, bahkan makanan anak-anak karena berupa snack yang bisa kita dapet di minimarket manapun di sekitar kita. Bedanya saya pengen makannya persis seperti yang saya makan di salah satu tempat hang out terkenal di seputaran Jakarta sanah.
Kemarin saya sempat ke Jakarta, sayangnya gak kelewatan dan agak ribet juga kalau harus maksa teman-teman saya nemenin nyari itu Sepel cuma untuk memuaskan keinginan saya ngemil. Meski saya yang bawa kendaraan, tapi tetep aja saya gak enak hati.

Dan, hari ini keinginan saya buat makan itu snack tambah menjadi, tanya-tanya sepel terdekat ke daerah saya tinggal ternyata gak ada. Yang terdekat pun minimal harus saya tempuh sekitar 1 jam -an lumayan jauh dan macet pula. Doohhh,...bisa aja maksain, tapi hari ini saya punya tugas negara yang gak kalah penting yaitu mengawal anak-anak saya belajar untuk UTS karena seharian kemarin saya tinggal meeting dengan teman-teman komunitas dan sponsor.

Lalu saya bayangin dong itu snack, rasanya dan sausnya pastinya. Akhirnya karena snacknya sih banyak di minimarket, siang tadi saya putuskan untuk menjelajah di Harapan Indah saja. Salah satu daerah kuliner terbesar di kota Bekasi, setelah makan siang di rumah makannya Uda dan Uni yang sukses tapi SEDERHANA. Saya putuskan mencari bahan untuk sausnya.
Akhirnya di temani dua buah hati saya kaka Tazkia dan Sean, kami mengubek-ubek Giant dan Carefour mencari saus yang di maksud.

Daaann,.... ? gak ada, nihil. Saya cari dan tanya-tanya gak ada yang jual itu saus nya sepel. Kehabisan akal ? gak donk.... singkong thailand-nya Hanam*s* aja jadi saya buat persis di rumah xixixi.
Ckckckkk.... ternyata lumayan juga ngubek-bgubek segitu banyak saus dan aneka sambal dari berbagai merk di supermarket ini. Saya ajak kaka tazkia untuk seseruan di antara saus, contoh : cariin bunda saus pedas, yang duluan ketemu boleh ambil dua jenis jajanan :D
Awalnya nyari saus keju dan ternyata gak ada saus keju yang saya maksud, idenya kaka juga yang bisikin ke bundanya. " Bun, kenapa gak pake kejunya aja di lelehin ? " iya ya...kenapa gak di mix and match ajah biar ketemu itu rasa yang pas seperti yang saya makan di sepel.

Ini nih tampilannya, supaya gak kadung penasaran dan ikut-ikutan ngiler, boleh coba di rumah :)

  Jadi ini nih snack yang saya maksud, teman-teman familiar juga donk :D



Ini dua macam bahan yang saya kreasikan sendiri, ngarang-ngarang aja siapa tahu rasanya mirip, sama saus punya sepel yang gak ada di bekasi *_*


Jadi saus pedas ini saya campur dengan cream cheese nya, takarannya suka-suka saya aja ;) ini tampilannya setelah di aduk.



 Traalaaaa,... berhubung makannya langsung di dalam bungkusnya. Jadi sausnya saya tuang sesuai selera. Agak diaduk dengan cara di goyang-goyang bungkusnya, jadi dehhh....makannya pakai sumpit. Trus rasanya ??? miripp, bahkan lebih enak hasil kreasi saya, secara campurannya cream chesee. Yummy dan pedes-pedes gimana gituh ^^







Hayoo, ada yang ikutan ngiler juga. Yang jalan-jalan ke Jakarta melipir aja ke tempat nongkrongnya para kawula muda, atau mau berkreasi seperti saya juga seru.
Heheee,... jadi inget komentar kaka Tazkia dan Sean " Ya ampuuun, ibu dari tadi pengen jajanan ginian ? kenapa harus ngubek-ngubek supermarket sih ? di Namoa juga ada ( Namoa, minimarket deket rumah). Sausnya gak ada di sana, dan sebenarnya usahanya yang bikin enak Nak... #Lol

Bahagia itu sederhana, kadang tidak pada gadget mahal atau barang branded... di sekantung Snack seharga 2500 ini juga ada bahagia  ^_^
 







12/03/2013

Ibu, buah hati dan Hypnoparenting



 Kaka Tazkia dan Sean lagi lihat dede Keffe (ponakan)  ^_^

Seperti biasa, kebiasaan saya setiap malam adalah mengantar anak-anak tidur. Dua buah hati saya memang bukan balita lagi, kelas 1 SMP dan kelas 3 SD. Tapi saat jelang tidur saya terbiasa menemani mereka. Kadang kebiasaan ini memang merepotkan di saat-saat tertentu, tapi saya fikir ini adalah saat berkualitas di mana saya bisa terus menjalin kedekatan bathin bersama mereka yang sudah mulai beranjak remaja.

Karena mereka sudah besar, masa-masa membacakan buku cerita atau dongeng memang sudah lewat. Biasanya saat seperti ini saya mencoba berkomunikasi lebih mendalam atau memasukan harapan-harapan kami sebagai orang tua khususnya saya sebagai ibu.

Kakak Tazkia, si sulung saya yang sudah kelas 1 SMP biasanya akan bermanja-manja atau sekedar minta di peluk. Putri sulung saya ini memang agak pendiam, berkomunikasi dengannya harus tahu kapan saat yang tepat. Moody nya memang menurun dari ibunya heuheu... saat jelang tidur inilah biasanya Kakak mudah di ajak berkomunikasi, dan saya bisa mencari tahu apa yang menjadi keinginan atau perasaannya.

Dan Sean, kebiasaan di usap-usap punggungnya masih terus berlanjut hingga saat ini sejak dia masih balita. Jika dulu saya mengikuti pesan mama saya untuk membisikan doa-doa atau surat pendek di telinga buah hati saya sejak bayi. Maka saat ini, ketika mereka dalam kondisi rileks antara menjelang tidur dan masih terjaga. Saya coba bisikkan kalimat-kalimat positif di telinga mereka. Tentu setelah saya ingatkan mereka untuk berdoa sebelum tidur. Kadang kala saat mereka sudah terlelap pun saya terus mengucapkan hal-hal positif atau harapan saya bagi mereka.

Dan ternyata kebiasaan ini salah satu bagian dari hypnoparenting loh, pengalaman saya membuktikan ketika anak-anak berangkat tidur dengan perasaan baik, rileks apalagi disugesti dengan kalimat-kalimat positif. Esok paginya mereka akan bangun dengan mood dan suasana hati yang juga baik.
Gak rewel dan bersemangat bangun dan beraktifitas ke sekolah.
Saya yakin banyak ibu-ibu yang juga melakukan hal yang sama pada buah hati masing-masing, terus lakukan ya bu... seperti yang saya baca di sini .

Jika anak-anak sudah beranjak besar, mungkin tidak semua memiliki kebiasaan ditemani saat jelang tidur ya. Tapi kita bisa lakukan dengan cara lain.
Contoh : Ketika anak kita sedang asyik main game, lalu dia fokus pada gamenya bahkan badannya tanpa mereka sadari ikut bergerak mengikuti game yang sedang mereka mainkan. Bahkan saat kita panggil dia kadang enggan menoleh, hanya menjawab dengan hemmmm.... saat itu sebenarnya dia sedang dalam kondisi rileks loh bu, kondisi rileks ( area otak berada dalam gelombang alpha dan theta ) dimana kita bisa memasukan sugesti-sugesti positif di alam bawah sadarnya. Lakukan ini, dekati mereka lalu bisikan di telinganya kalimat positif seperti " Pinter, rajin belajar dan sholeh" atau " Sebentar lagi anak ibu yang pinter ini akan mandi lalu belajar "

Lalu tinggalkan mereka, lakukan berulang-ulang tentu saja dengan perlahan. Lakukan terus menerus, bisikan juga di hati kita, gunakan bathin kita untuk menyentuh hati mereka. 
Usap punggungnya, atau pundaknya dengan penuh kasih. Lakukan berulang dalam keseharian dalam kondisi apapun ketika anak dan kita sebagai orang tua ada dalam kondisi rileks, insyaallah buah hati kita akan tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang positif.

Saya masih terus belajar loh bu, meski kebiasaan jelang tidur itu kebiasaan kami sejak lama dan setelah saya baca mengenai hypnoparenting ternyata itu bisa menjadi salah satu cara untuk mensugesti anak dengan positif. Sebagai ibu yang memiliki anak di usia yang lumayan muda,menjadi ibu adalah anugerah dan proses saya belajar tanpa henti. Karena seperti kita tahu seiring pertumbuhan anak-anak, permasalahan dan cara mendampingi/ mendidik mereka akan berubah seiring kebutuhan mereka yang terus berkembang. Jadi kalau ada kalimat, sayangnya gak ada sekolah untuk menjadi seorang ibu, saya kurang setuju. Sekolah para ibu atau orang tua ya anak-anak kita sendiri, pendampingan kita bersama merekalah proses kita belajar.

Harapan saya pasti sama dengan ibu-ibu yang lain, bisa mendampingi buah hati dan mendidik mereka tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang baik. Amin...





11/03/2013

Accept and hope



Hari ini saya dan beberapa teman-teman dari Emak-emak Blogger menjenguk seorang bunda special di daerah ciledug Tanggerang.
Beliau salah seorang penyintas, dengan stadium yang sudah lumayan tinggi tapi kondisi beliau luar biasa baik. Dan dengan bertemu beliau saya tahu mengapa wajahnya berseri dan tampak riang meski berjuang melawan penyakit yang serius. Semangat dan jiwa yang menerima kanker sebagai bagian dari ketetapan Tuhan yang harus di terima dengan penuh keikhlasan. Saya pikir itulah mengapa Bunda yang sudah berusia di atas 50 tahun ini masih terlihat fit dan cantik, juga bersemangat menjalani hidup dengan sel special itu. We're survivor indeed ya bunda Lily :)


Saya sering berkeluh, kenapa dulu saya di vonis kanker saat saya baru saja berulang tahun di usia yang ke 22 tahun. Mungkin kalau saya di vonis di usia 50 tahunan, hidup saya sudah puas di dunia dan rela melepaskan kehidupan saya bersama kanker tanpa harus jatuh bangun menjalani sekian perjuangan yang menyakitkan untuk tetap bertahan hidup.  Dan itulah pikiran pesimis saya, melihat bunda cantik ini saya tahu bahwa perjuangan tidak berhenti di usia tertentu. Perjuangan harus terus dilakukan sampai kita benar-benar tidak bisa berjuang. Titik di mana Tuhan menghendaki kita untuk berhenti dan berpulang kepadaNYA.

Dimana pun sahabat-sahabatku yang sedang berjuang melawan kanker, sudah berhasil melewatinya, atau di ketuk perlahan dengan ujian-ujian sakit yang serius. Tidak perlu berkecil hati dan merasa tidak beruntung.
Percayalah, Tuhan selalu menyediakan obat dan penghiburan dari setiap rasa sakit dan air mata.
Aku yakin bahwa menjadi penyintas bukan berarti nasib buruk, percayalah... Tidak mungkin Tuhan menyakiti mahlukNya, selain bukti kecintaannya pada kita. Sakit jika disikapi dengan sabar akan menjadi pengguguran dosa-dosa.

Semoga kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang slalu bersyukur, insyaallah. Amin.







07/03/2013

Women talk,...



Pernah gak saat kita berjalan-jalan di pusat perbelanjaan atau mall. Tempat makan atau sekedar cafe coffee atau bahkan di sebuah bangku taman, teras atau beranda rumah. Dua orang atau lebih para wanita terlihat bersama dan bercengkrama. Kadang mereka sebaya atau lintas usia. Dari obrolan yang ringan, serius atau obrolan yang penuh dengan air mata.

Beberapa diantara mereka mungkin bersahabat dekat, tapi bisa jadi hanya teman yang sesekali bertemu dan berbincang dengan akrab. Apa sih yang mereka bahas ? Mode busana terkini, produk kecantikan yang sedang In, harga -harga bahan pokok yang melonjak, atau suka duka hubungan pribadi dengan pasangan.

Ketika dua orang wanita atau lebih berkumpul, saling berbagi, mereka saling mengisi. Mereka secara tidak langsung belajar satu sama lain. Bertukar pikiran dan berinteraksi, bertukar informasi mengenai tips untuk keluarga, buah hati, atau saling menguatkan sebagai sesama sahabat wanita dalam menjalani kehidupan dengan segala macam problemanya.

Saling berbagi atau curhat tentu sah-sah saja jika bertujuan meringankan beban. Yang dihindari adalah bergosip. Dalam artian menjelek-jelekan orang lain, menyudutkan  salah satu pihak, mencemooh, dan membentuk kelompok yang mengkotak-kotakkan berdasarkan standart kehidupan sosial seseorang misalnya.

Buat saya pribadi, bertemu sahabat, bicara dan berbagi banyak hal mendatangkan kelegaan. Khususnya saat kita merasa butuh teman untuk berbicara. Karena pada dasarnya kita adalah mahluk sosial yang tidak bisa hidup dalam kesendirian tanpa bergaul dan bersosialisasi. Dan lagi pula, terkadang ada hal-hal yang tidak bisa kita bahas dengan pasangan atau keluarga terdekat, maka sahabatlah teman kita untuk berbagi.

Tentu saja ini tidak lepas dari kearifan kita dalam memilih teman atau sahabat. Pilihlah teman atau sahabat dengan mata hatimu. Nah sahabat wanitaku yang baik hatinya dan teduh senyumnya,... bukalah telinga dan hatimu untuk mendengar, mungkin saja ada diantara sahabat kita yang membutuhkan telinga dan hati kita untuk sekedar mendengar suara hati dan kegundahannya. Atau sediakan bahu dan jemari kita, meski hanya untuk menggenggam dan menguatkan. Kadangkala,... kita hanya cukup mendengarkankan. Dan meyakinkan sahabat kita bahwa kita ada untuk mereka.





05/03/2013

Keep Silent or Lets Talk,...





Saya berada di tengah-tengah pembicaraan dua sahabat saya, sebut saja si A dan si B. Kami berbincang layaknya wanita-wanita dewasa yang memiliki hubungan baik satu sama lain.
Semua hal bisa kami bahas, termasuk kehidupan pribadi kami. Tentu dengan tujuan berbagi dan saling mensuport hal-hal yang membawa kebaikan.

Sahabat saya si A berkeluh pada kami tentang komunikasinya yang tidak terlalu baik dengan suaminya, berkomunikasi agak panjang saja bisa membuat mereka akhirnya perang dingin atau berantem. Si A merasa iri dengan sahabat kami si B, yang memiliki hubungan komunikasi sangat baik dengan suaminya. Si A merasa, suaminya terlalu egois, tidak menerima kritik, masukan, suaranya dianggap melawan dan membangkang. Suaminya A nyaris tidak bisa dibantah, selalu merasa benar. Setiap hal slalu si A yang jadi terdakwa. Sahabat kami ini merasa bahwa dia kehilangan jati dirinya, tidak pernah bisa menjadi dirinya sendiri. Selalu merasa disalahkan, merasa tidak berharga di rumah. Padahal kami mengenalnya sebagai pribadi yang periang. Teman curhat yang baik, meski agak introvert dan kadang tertutup.

Disisi yang lain, sahabat saya si B memiliki masalah tersendiri juga tapi karena komunikasi yang baik itulah masalah serumit apapun, meski awalnya konflik selalu bisa diselesaikan dengan baik. Sahabat saya si B mengatakan bawa suaminya sangat memahami dia. Mereka memiliki komunikasi dua arah yang sehat. Dia bisa bicara apa saja, suaminya adalah orang pertama yang slalu membuatnya nyaman. Sedang sahabatku si A, meski mereka tinggal satu rumah dia selalu merasa sendirian. Aku juga yakin kalau suami dari sahabatku si A mencintai istrinya itu, tapi ternyata kadang cinta juga berbanding lurus dengan keegoisan dan ingin menguasai.

Akhirnya saya hanya menyimak, sahabat saya si B tampaknya juga tidak cukup menenangkan kegelisahan sahabat kami si A.
Saya sempat berfikir dan merenung-renung, ternyata tidak ada kehidupan yang sempurna. Tidak ada pasangan yang ideal, tidak ada hubungan yang terbebas dari konflik. Bahkan dari sebuah potret indah sebuah pernikahan sahabat kami si A, yang tampaknya indah diluar ternyata menyimpan banyak konflik mendasar. Salah satunya komunikasi.

Pada pasangan yang lain boleh jadi berdebat, atau perang mulut sekalian bisa menjadi cara untuk mencari solusi. Tapi di pihak lain, beradu argumen bisa jadi menjadi petaka. Meskipun saling mengeluarkan unek-unek. Karena ternyata ada juga orang-orang yang memang terbiasa didengar dan tidak menerima di bantah atau di koreksi.

Kadangkala bicara menjadi cara terbaik,tapi disisi lain...tetap diam juga menjadi pilihan salah satu sahabatku menyikapi konflik internalnya. Mana yang paling baik ? entahlah...
Jika hubungan pernikahan seperti matematika yaitu hukum pasti, mungkin pengadilan agama akan sepi sidang perceraian ya.

Lalu bagaimana menurut teman-teman.... ? mengeluarkan unek-unek meski akhirnya kita berantem, atau tetap diam, menahan diri, terlepas kita menerima atau tidak pada keputusan atau apapun pasangan tapi hubungan tetap baik. Keep Silent or Lets Talk ?