01/01/2014

Gerimis pagi di januari


Aku memandangnya sepagi ini, luruh begitu saja menyentuh bumi.
Lembut membasahi dedaunan, melebur di sela akar-akar
dan tabah terserap tanah.
Menggemburkan ladang harapan, menyemaikan putik impian.

Aku masih terus memandangnya,
dari balik jendelaku yang bersekat.
Sesekali jemariku menggapai, berharap kesejukannya mengaliri setiap
jengkal dari buku jariku.

Gerimis di pagi hari kadang menjadi ilusi,
mengembalikan rekam jejak ingatan tentang hari kemarin.
Serupa aromanya yang menghembuskan hawa panas dari tanah basah.
Mungkin juga mengembalikan apa yang sejatinya tak ditempatnya.

Gerimis yang menyamarkan tawa dan tangis,
mengumpulkan kenangan terserak,
penghapus jejak yang tertinggal,
dan merekam sejuta harapan disetiap bait rinainya.

Gerimis pagi di januari,
mungkin air mata langit tentang waktu yang terus melaju,
atau penyejuk bagi harap cemas para petani. 
Mungkin juga irama para perindu...

Aku masih memandangnya,
gerimis pagi di januari...
bagiku tak hanya laksana ribuan jarum menghujam bumi
tapi berkah melimpah dari Yang Maha Tinggi.


Selamat tahun baru teman, sahabat dan semuanya ^_^

9 comments:

  1. selamat tahun baru juga, neng geulis...

    ReplyDelete
  2. Selamat tahun baru, biarlah gerimis membahasahi bumi ... aku suka ketika pelangi terbentuk ... mewarnai kehidupan kita di tahun 2014, dengan kesubuaran rejeki!

    ReplyDelete
  3. bagus puisinya, Selamat tahun baru 2014

    ReplyDelete
  4. 2014 disambut sama hujan, semoga jadi pertanda baik.
    selamat tahun baru

    ReplyDelete
  5. Puisinya selalu menyentuh. Selamat Tahun Baru.

    ReplyDelete
  6. met nyu yeaah..ya mbakk.. hiihih.. awas gerimis lho.. jgn lupa bawa payung...

    ReplyDelete
  7. puisinya syahdu ^^
    aku suka blog mu mak, tampilannya natural banget, kontennya tulus

    ReplyDelete

Terima kasih kunjungan dan komentarnya, salam.... :)