23/05/2014

Menyiasati Pengeluaran Tak Terduga ala Emak




 Image by Google

Untuk seorang ibu rumah tangga yang notabene hanya mengandalkan penghasilan dari suami, jelang musim liburan, jelang tahun ajaran baru, bulan ramadhan, dan lebaran sudah pasti menjadi saat-saat yang penuh perjuangan. Alias musim menahan diri untuk mengurangi jatah shoping, jatah makan di resto, jatah hang out di mall, jatah nyalon, dan hal-hal lain yang bukan prioritas utama.

Sudah kewajiban kita sebagai manager / emak rumah tangga untuk mengatur keuangan supaya tetap berjalan dengan teratur alias gak kedodoran dan semua kebutuhan keluarga terpenuhi dengan baik. Untuk budget sekolah, bayar semua tagihan rutin seperti listrik, tivi kabel, asuransi, gaji pembantu, bayar sekolah anak-anak, bayar les, dan semua tagihan rutin tentu itu sudah masuk pos wajib anggaran rumah tangga. Memasuki tahun ajaran baru yang sudah pasti perlu dana untuk daftar ulang, karena kedua anak saya sekolah disekolah swasta, daftar ulang setiap tahun ajaran baru juga harus dimasukan ke dalam anggaran khusus karena lumayan besar. Belum lagi persiapan untuk tahun ajaran baru seperti membeli keperluan buku-buku dan seragam mereka. Saat seperti itu saya mendadak rindu sekolah negri :))). Lebaran juga tentu ada budget khusus, tapi kalau dobel-dobel dalam waktu bersamaan kayanya lumayan bikin saya pijit-pijit kepala nih.
Butuh disiplin dalam mengatur keuangan dan butuh kedermawanan suami untuk memberi dana tambahan (----- wajib di bold nih #Lol.

Tapi biasanya anggaran rumah tangga yang sudah kita susun dengan baik bisa berantakan dengan adanya pengeluaran tidak terduga loh mak, setidaknya itu pengalaman saya. Undangan pernikahan, mobil harus masuk bengkel, ada kerabat yang melahirkan atau sakit, gadget butuh diservice, AC rusak, dan lain-lain. Trus gimana tuh cara mensiasati anggaran tak terduga ini ?

Saya menemukan tips bagus nih untuk menyiasati anggaran tak terduga supaya stabilitas ekonomi keluarga tetap terkendali.

Pertama, jauhkan dari mata dan pikiran . Loh, apanya yang dijauhkan ?? bukan...bukan suami atau istri yang dijauhkan dari mata dan pikiran ya :p, tapi setelah menerima transferan gaji atau uang bulanan segera singkirkan dana tabungan, dan dana darurat ke rekening yang lain. Dengan begitu, karena melihat saldo direkening yang lebih kecil, perasaan ' kaya ' hilang dan kita akan lebih berhati-hati membelanjakan uang kita dan keinginan untuk berfoya-foya juga berkurang.

Yang kedua, temukan apa yang bisa dikorbankan sementara. Nah... cari pengeluaran yang bisa kita singkirkan untuk sementara. Jika bulan ini ada undangan pernikahan 3 orang, maka kurangi jatah starbuck nya atau nyalonnya. Atau kurangi pergi ke supermarket, lalu gunakan uang ekstra itu untuk menutupi pengeluaran tak terduga dan jangan habiskan untuk pengeluaran tak berguna.

Yang ketiga,....nah yang ketiganya simak langsung aja di artikel Cara membiayai pengeluaran tak terduga deh. Sebenarnya nih, sebagai blogger dan sudah mulai melirik dunia bisnis meski kecil-kecilan saya juga sudah mendapatkan penghasilan sendiri. Tapi ya itu tadi belum tetap dan masih masuk anggaran 'pribadi' alias suami juga gak ngutak-ngatik. Beliau bilang silahkan gunakan untukmu sendiri, cieeee....uhukkk. Jadi gak masuk ke anggaran rumah tangga, karena tidak tetap dan belum seberapa itu. Nah, untuk temen-temen yang juga punya penghasilan tidak tetap namun harus membiayai rumah tangga, ada tips menarik di artikel Menyiasati Anggaran Rumah tangga dengan Gaji Tidak tetap

Besar kecilnya penghasilan kita menurut saya relatif, tinggal bagaimana mengatur anggaran rumah tangga dengan baik. Penghasilan besar tapi keuangan rumah tangga berantakan juga banyak, penghasilan kecil tapi bisa mengaur anggaran keuangan hingga tetap terpenuhi semua kebutuhan juga ada. Sampai hari ini saya masih belajar sebenarnya, masih sering belum waktunya gajian udah merengek aja minta ditransfer dana tambahan dari suami heuheuu. Soal ini saya pasti banyak temennya deh, hayooo ngaku :)))

48 comments:

  1. ngaku aja dah saya sering digituin... , digituin maksudnya dimintai transfer dana tambahan unutuk ini dan itu.. (melas

    ReplyDelete
  2. betul sekali kata Emak Bloger, meskipun sudah disusunanggaran Rumah tangga, tetap saja gak berjalan dengan mulus alias berantakan dengan adanya pengeluaran tidak terduga...

    ReplyDelete
  3. pertama dan kedua sudah dilakukan, tapiiii... pengeluaran kok tetep kayak air terjun ya... hiks... :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau gitu ketatkan ikat pinggang atau cari tambahan penghasilan mak. Saya jg mau tutup mata akhh kalo ke mall....*nabrak donk :p

      Delete
  4. makasih tips-nya mak:) Kalau saya nggak minta dana tambahan krn atm gaji sudah saya pegang..hehehe.. O iya, saya juga setuju kalo harus bedakan rekening dana belanja n dana investasi:)

    ReplyDelete
  5. Dana tambahan suami ? kalau sudah "uang Laki-laki" mana bisa kita minta mak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa aja kalo kita bisa merayunya #ngikikk

      Delete
  6. makasih tips nya mak cantik,,, hiihi aku banget nih sering ada pengeluaran tak terduga

    ReplyDelete
    Replies
    1. hampir semua org gitu kok mak ;)

      Delete
  7. meskipun sdh dimasukkan ke rekening lain, kadang gak nahan juga utk tdk melongok2 ke 'rekening lain' itu mak hehe...........

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sih butuh komitmen tinggi mak

      Delete
  8. saya suka part yg ini banget Mbak------>..............dan butuh kedermawanan suami untuk memberi dana tambahan *ngibrit*

    ReplyDelete
  9. saat ini saya cuma jadi manager pengasuhan anak doang. ahahaha. alias yang lain2nya didelegasikan kepada pak dirut :D

    ReplyDelete
  10. Iya Maak, besar kecil penghasilan ngga bisa jadi tolak ukur cukup atau tidak. Ada yang penghasilan gede tapi ngersa ngga cukup, lha wong standar gaya hidupnya tinggi

    ReplyDelete
  11. Koq riweh bener jadi Bos ya, Mba. Sampe mkirin mobil masuk bengkel. Hahahah

    Bos rumah tangga emang kudu pinter menej keuangan, ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul, namanya wakil direktur rumah tangga ya harus pinter ;)

      Delete
  12. Aku sih nggak pernah minta tambahan kok mak, aman sampai gajian berikutnya. Kan udah ada credit card? Loh?!

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaa,...asyikkknya maklus :))

      Delete
  13. yuhuw.. bisa dapet ilmu keren.. :) buat persiapan kalo aku udah jadi makmum ah.. :))) thanks mak.. *kecuph*

    ReplyDelete
  14. Tips ini juga harus diterapkan oleh para suami kan? :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. suami cukup pinter cari uang aja mas :p

      Delete
  15. Assalamu'alaikum. Maaf Bunda numpang Berbagi Info. Informasi bagi para bunda, Kini ada Pusat Herbal Ibu Hamil dan Kewanitaan. Monggo utk berkunjung (Obat Herbal Ibu Hamil dan Kewanitaan). Terima Kasih

    ReplyDelete
  16. posting yang bagus, bisa dibaca buat para calon istri yang solehah. bersiap-siap untuk menimba amal ibadah dalam berumah tangga.

    ReplyDelete
  17. emak-emak harus pinter ngatur duit :D

    ReplyDelete
  18. besar kecil tetep aja manusia bilang kurang ya :) eh itu mah aku hehehe

    ReplyDelete
  19. kunjungan perdana dan salam perkenalan, silahkan berkunjung balik, barangkali berminat saya punya banyak vcd pembelajaran anak2, sangat cocok sekali untuk mengasah kecerdasan dan kemampuan anak serta membantu mendidik ,membangun karakter dan moral anak sejak usia dini, semoga bermanfaat dan ditunggu kunjungan baliknya, mohon maaf bila tdk berkenan ^_^ terima kasih

    ReplyDelete
  20. Inilah PR para emak ya :) harus pintar mengatur keuangan berapapun duit yang kita pegang..

    ReplyDelete
  21. Besar kecilnya penghasilan kita menurut saya relatif, tinggal bagaimana mengatur anggaran rumah tangga dengan baik. >>> PR-ku, Mak ? :)

    ReplyDelete
  22. harus pintar2 mengatur pengeluaran dgn jumlah pemasukan ya... >.<

    ReplyDelete

Terima kasih kunjungan dan komentarnya, salam.... :)