24/08/2015

Sister In Law

Dear Sister In Law  ( bersama dua kaka ipar dan adik ipar )

Beberapa bulan terakhir menjadi penengah dua ipar yang sedang berkonflik sangat tidak mengenakkan. Apalagi saya akrab dan dekat dengan keduanya, sungguh disayangkan kami tidak bisa leluasa berinteraksi atau bercengkrama bersama. Menjadi tempat curhat keduanya juga membuat saya serba salah, sebisa mungkin berusaha berada di posisi netral. Sebisa mungkin komentar atau reaksi saya tidak membuat konflik semakin keruh.

Konflik sesama saudara ipar rasanya bukan persoalan yang aneh ya , saudara sekandung saja seringkali konflik dan masalah tidak bisa terelakkan apalagi kakak atau adik yang terjalin karena pernikahan/ipar tentu sangat mungkin terjadi. Menanggapi konflik yang terjadi antara dua orang ipar membuat saya banyak belajar, kadang kala masalah terjadi hanya karena urusan sepele. Karena dua kepala yang berbeda, yang otomatis cara berkomunikasi dan menanggapi sesuatu hal berbeda. Seringkali kita lupa untuk lebih banyak maklum, tanpa sadar luput bertenggang rasa. Seringkali kita berkomentar atau bereaksi sesuai dengan 'peta' yang ada di kepala kita sendiri. Dan akhirnya hal-hal yang sebenarnya tidak kita niatkan, tidak bertujuan menyakiti akhirnya menjadi masalah. Pola pikir berbeda, kebiasaan berbeda, tidak legowo dalam menyikapi sesuatu bisa memicu konflik. Dan tidak di komunikasikan dengan baik akhirnya menjadi kekesalan yang menumpuk dan menumbuhkan kebencian. Allhamdulillah ketika akhirnya konflik bisa diselesaikan dengan baik, dan keduanya sama-sama legowo...saya benar-benar ikut legaaaaaa. Horaaaayyyy.... Yukk teh kita coping fashion & aksesories bareng-bareng lagih :)))

Saya pribadi tentu saja pernah berkonflik dengan saudara kandung atau ipar, syukurlah sampai hari ini meski pernah ada perang dingin dan huru-hara semua kembali baik. Pelajaran yang saya ambil ternyata saya harus berusaha 'ngebenerin' perasaan saya sendiri dulu, karena saya tahu jika saya masih trus kesel, ngedumel meski dalam hati, dan memendam kemarahan. Energi itu akan sampai juga ke orangnya. Sebisa mungkin saya netralkan hati saya, saya positifkan perasaan saya... supaya perasaan negatif itu pergi, dan insyaallah ketika saya sudah melepaskan rasa marah dan benci, saya akan lebih mudah untuk mencerna. Sebenarnya apa sih yang terjadi ?? kok dia bisa benci sama saya ? dan ketika saya bisa menengok ke hati saya sendiri, saya akan lebih mudah memahami orang lain. Persoalan ketika orang lain masih memendam amarah atau kebencian terhadap kita itu sudah problem dia dengan dirinya sendiri. Bukankah hidup sudah terlampau hiruk pikuk untuk terus bergumul dengan hal-hal yang menyebabkan kita sakit kepala, dan tidak bahagia ? jadi mari berbahagia :)

Ada beberapa tips supaya akur dengan saudara ipar  ( hasil perenungan 15 tahun ) : *emot ngakak 

1. Maklum 
Punya ipar galak, judes, cuex, cemburuan, iriian,... itu bisa saja terjadi, yang bisa kita lakukan adalah bersikap maklum. Pahami kondisi dan situasinya, jika tidak sampai menyakiti secara langsung cukup maklum dan sabar waee nyaaa :). Sabar kan ada batasnya ?? siapa bilang...? sabar gak ada batasnya :)
2. Komunikasi
Berdasarkan pengalaman, konflik bisa di cegah dengan komunikasi yang baik. Jika kita merasa tidak nyaman, sebaiknya komunikasikan dengan yang bersangkutan. Menebak dan bermain dengan perasaan sendiri alias ngedumel sendiri gak akan menyelesaikan masalah. Ajak bicara baik-baik
3. Mengakrabkan diri dengan keluarga besar seperti ipar dan mertua.
Bersikap terbuka dan bersikap akrab dengan saudara ipar atau keluarga suami/istri itu penting. Sering-seringlah ngobrol dan berinteraksi supaya hubungan semakin dekat. Apalagi untuk saya yang sejak lahir katanya berwajah jutex, harus sering senyum biar gak di kira sombong dan galak hiksssss. Dengan akrab dan terbuka, maka jika ada konflik yang datang bisa segera di selesaikan tanpa berlarut-larut dan menambah konflik baru. Berusaha memahami kebiasaan dan sifat-sifat dari saudara ipar kita. Boleh juga minta bantuan pasangan supaya hubungan terjalin dengan baik,
4. Tetap punya sikap dan batasan.
Meski terbuka dan akrab, kita harus tetap punya sikap dan batasan yang harus di jaga. Mentang-mentang akrab harus kemana-mana bareng, curhat segala hal tanpa saringan, kemana pun beriringan. Mentang-mentang kakak ipar kita nurut manut apa kata dia, mentang-mentang ke adik ipar kita bisa seenaknya... ??? ya gak gitu juga, tetap harus ada porsinya supaya hubungan tetap selaras :)

Kalau teman-teman ada yang pernah punya cerita atau konflik dengan saudara ipar ?? tispnya gimana supaya hubungan tetap harmonis ? atau belum akur juga ?? hahaha.... :p

25 comments:

  1. Tips yang nomor 3 rasanya pada setiap orang agak berkurang, soalnya tidak semua orang bisa mengakrabkan dirinya dengan orang baru/ orang lain karena masih ada rasa malu-malu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi kalau ipar kan jadinya sudah menjadi keluarga darling, jadi akan ada waktu panjang untuk saling mengenal dan akhirnya akrab :)
      Aku juga gitu kok... pertamanya malu2, apalagi sm kaka ipar dan mertua, semuanya butuh proses :)

      Delete
    2. Setuju, Mak...
      Ipar itu keluarga kita :)
      Keterbukaan dalam komunikasi perlu ya?

      Delete
  2. Ipar yah, poin ketiga itu tips yg bagus. Bahkan bukan cuma ipar saja, tapi tetap harus dijaga norma dlm berkomunikasinya. Seperti tdk menceritakan kejelekan istri/suami. Dll

    ReplyDelete
  3. Aku fine2 aja Kayanya mak. Palingan rebutan yupi, rebutan es krim
    *rebutan kok sama anak sd.
    Ahahaha. Itu Sama ade iPar

    Kalo sama kaka iPar sih so far so good lah.
    Kadang sharing mengenai kehamilan, persoalan kecil Rumah tangga.
    Doi sih dewasa Dan bijak nian, pas gitu jd kakak ipar

    ReplyDelete
  4. Hahahahaha aku senyum aja deh teh yah :p

    Btw klo aku sm adek ipar ku juga gt.. Berusaha utk maklum dan menjaga komunikasi. Kan dia org baru di kel, jadi ya kita kudu ngerangkul biar dia merasa ga dibedakan krn klo udah nikah sm adek kita kan udah jd kel jg :)

    ReplyDelete
  5. Alhamdulilah dg ipar aku baik-baik saja, akrab . Mudah2an terus . Memang belum ada konflik, mungkin karena tempat tinggal berjauhan dan ketemu paling saat lebaran tiba

    ReplyDelete
  6. betul itu Mbak Irma. Menjalin komunikasi yang baik serta menjaga batasan,setidaknya sudah mampu mengeliminasi potensi konflik, tidak saja antar ipar, bahkan antar saudara.

    ReplyDelete
  7. Sejauh ini belum pernah konflik sm ketiga adek ipar. Alhamdulillah. Tp kl sm mertua, hahaha.. Pernah lah ya. Ga bumbu kalau ga konflik :D

    ReplyDelete
  8. Aku belum pernah konflik langsung sama ipar, tapi kalau kurang akrab iya :)

    ReplyDelete
  9. bagus tuh tips biar akrab sama saudara ipar ..
    sangat membantu postingan ini ..

    ReplyDelete
  10. terimakasih tips nya , sangat membantu ..

    ReplyDelete
  11. wah tipsnya boleh banget nih mba

    ReplyDelete
  12. kalo aku belum akur soalnya masih malu-malu hehe

    ReplyDelete
  13. maklum sih paling penting ,, hargai aja .. mungkin dia seperti itu sifat nya :D

    ReplyDelete
  14. belum punya adik ipar sih hihi tapi cakep tipsnya :D

    ReplyDelete
  15. biasa'y masalah suka jdi makin keruh krn ada yg "ngipasin" ya mak?heheee... alhmdlh pernah ada masalah sama ade ipar tpi udah baikan lgi krn ada penengahnya,kita duduk bareng diomongin unek2'y,slg mengakui kesalahan trus maaf2-an deh ^_^

    ReplyDelete
  16. khoir
    yang utama adalah mertua menjadi orang tua kita juga....

    ReplyDelete
  17. Aku sebenarnya inginnya akrab dengan semua, apa daya mereka curiga ha ha haaa

    ReplyDelete
  18. kalau aku akrab dengan semua kakak ipar :)

    ReplyDelete
  19. Saya orangnya cuek sebenarnya, akan tetapi kadang rada sebel karena ada ipar suka pinjam uang dan blg entar sore balikin nunggu udahnya..bla bla dan ternayta lupa jadi sekarang bilang aja gak ada cash blm ke ATM meski ada tapi setelah itu blg ke suami biar suami tahu apa alasan saya blg gitu.

    Kalau ipar yang lain so far so good....

    ReplyDelete
  20. Mak, kalau saya sih belum jadi ipar beneran, tapi memang saya sdh ngerasain bibit-bibit yang memungkinkan saya bakal geger terus kalo ngga liad 4 tips di atas, hahaha... So far, tips 2-3-4 sudah lumayan dicoba.. Tapi tips nomer 1 "maklum" ini yang kadang suka bikin gereget, wkwkwkw...

    ReplyDelete
  21. harus pandai-pandai memang dengan ipaaar ya mak...kalau ngg seruuu hehehe

    ReplyDelete
  22. Dan saya sedang berjuang dengan tips-tips itu...
    Ikut ngakak juga hahaha

    ReplyDelete

Terima kasih kunjungan dan komentarnya, salam.... :)