15/10/2015

The Pink Ribbon Month #finishthefight


Bertahun-tahun yang lalu tidak pernah terbayangkan sebelumnya, bahwa akan datang saat di mana ketakutan dan rasa sakit mendominasi hari-hariku bersamaan dengan harapan yang naik dan turun. Tidak pernah terbayangkan bahwa penderitaan yang di alami nenekku menimpaku begitu saja.

Waktu itu usiaku sekitar 20 tahunan, kondisi fisikku mendadak menurun. Mudah sakit dengan kondisi fisik kurus dan pucat. Pemeriksaan kesehatan di daerah ternyata menguji kesabaran, aku lelah karena kepastian rasa sakitku tidak terjawab juga. Kutinggalkan proses pengobatan tanpa kepastian, penyakit apa yang ku derita. Aku ingat hari itu, aku mengantar seorang sahabat untuk menemui ahli pijat refleksi di kota kami. Aku hanya mengantar, tapi entah mengapa ahli pengobatan alternatif itu membujuk untuk mencoba mimijat telapak kakiku. Dia bilang, Nenk nya pucat sekali tampak terlihat tidak segar. Siapa tahu ada penyakit yng bisa terdeteksi. Akhirnya aku memutuskan untuk mencoba di pijat refleksi telapak kakiku. Ahli pengobatan alternatif itu sebenarnya hanya menekan secara perlahan beberapa titik saraf di kakiku, tapi efeknya aku menjerit kesakitan. Ahli pijat refleksi bilang ada sel kanker di tubuhku, tepatnya dia bilang KANKER PAYUDARA. 

Karena diagnosa yang hanya berdasarkan pijat syaraf itu aku dan keluarga memutuskan untuk meneruskan kembali pemeriksaan di rumah sakit. Tidak terbayangkan perasaan dan rasa takut ketika mendengar penyakit itu di sebut. Peemeriksaan yang panjang di kota kelahiranku tidak kunjung menemukan titik temu, akhirnya setelah perjalanan yang cukup melelahkan aku menerima vonis kanker di kota di mana aku di boyong suamiku setelah kami menikah. Bukan kanker payudara tapi kanker colon atau kanker usus besar. Tetap saja, kanker usus besar menjadi mimpi buruk untukku...

Hari ini di bulan yang sama di mana vonis kanker pertama kali aku terima sepuluh tahun lalu. Aku baik-baik saja... aku sehat dan berhasil melewati tiga kali operasi dan berkali-kali khemotheraphy baik khemotheraphy infus maupun khemotheraphy oral. Aku bersyukur melewati masa kelam itu dengan baik, kanker tetaplah kanker... dia datang dan pergi meninggalkan banyak hikmah, trauma dan penderitaan. Kanker masih menjadi ketakutanku hingga saat ini, kanker kolon maupun kanker payudara. Aku masih menjalani pemeriksaan rutin terkait kanker colonku, kolonoskopi setiap tahun. Dan terus melakukan SADARI untuk pemeriksaan awal dan pencegahan kanker payudara. Terus menjalani hidup sehat, terus memaksa diri untuk bergerak aktif dan berolah raga. Sebisa mungkin tidak begadang, menghindari stress dan menghindari makanan-makanan yang mengandung pengawet dan zat karsinogenik lewat makanan yang di bakar.

Belum lama ibu dari sahabatku meninggal karena kanker payudara yang sudah bermetastasis ke seluruh tubuhnya, ustadzah yang mengajar sean dan kaka mengaji pun berjuang bersama kanker payudara hingga saat ini. Aku jadi ingat kalimat beliau, saat aku menemani Sean outing belum lama ini. Beliau menghampiriku, menanyakan kabar... dia bilang, kita sehat ya bundanya Sean, harus sehat meski sehatnya kita ya begini. Sambil menunjuk ke tubuhnya yang meski tampak ringkih tapi semangat berpijar di matanya. Kurang dari dua bulan lalu, aku mengunjungi RS Dharmais tempat di mana bibi, istri dari pamannya hubby yang menderita kanker payudara. Wanita cantik dan aktif itu harus melewati operasi pengangkatan payudaranya sebelah.

Ditengah informasi yang sebenarnya sudah begitu banyak mengenai penyakit ini, masih banyak mereka yang menutup mata. Takut, malu dan bahkan pura-pura tidak mau tahu. Mengabaikan sinyal yang di berikan tubuh, karena takut di periksa dan mengetahui penyakitnya maka lebih memilih untuk menutup mata. Hingga akhirnya kanker sudah tidak bisa di kendalikan. Tidak ada rahasia bagi survivor kanker yang membuatnya bertahan kecuali terus berjuang, tidak menyerah, disiplin berobat dan menyertakan Tuhan disetiap hela perjuangan kita. Bulan ini di kenal sebagai The Pink Ribbon Month, bulan yang di kenal sebagai bulan kesadaran terhadap penyakit kanker payudara. Dimana kita memperingati terhadap bahaya penyakit ini, saling mengingatkan, membagi informasi mengenai penyakit ini dan terus menebarkan semangat positif terhadap sahabat-sahabat kita yang masih terus berjuang bersama kanker khususnya kanker payudara.

TANDA-TANDA PENYAKIT KANKER PAYUDARA : 
• Teraba benjolan di payudara. Benjolan seringkali tidak berasa nyeri
• Terdapat perubahan pada kulit payudara, mengeras dengan permukaan seperti kulit jeruk
• Terdapat luka yang tidak kunjung sembuh
• Keluar cairan dari putting
• Terdapat cekungan ataupun tarikan di kulit payudara

PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI ( SADARI )
Berikut Lima Langkah Sederhana Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI)
Pencegahan kanker payudara yang paling murah dan mudah adalah dengan melakukan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) setiap bulan dengan rutin. Dengan SADARI, wanita dapat memahami perubahan sekecil mungkin di payudara mereka. Jika terdapat tanda tanda kanker payudara , dapat langsung ditemukan dalam stadium awal sehingga tingkat kesembuhan akan tinggi.

Langkah 1: Mulailah dengan melihat payudara anda di cermin dengan bahu lurus dan lengan di pinggang.
Langkah 2: Angkat lengan dan cari perubahan yang sama.
Langkah 3: Ketika di depan cermin cari tanda-tanda apapun cairan yang keluar/berasal dari salah satu atau kedua putting susu (ini bisa jadi cairan seperti susu, kuning atau darah).
Langkah 4: Selanjutnya, periksa payudara anda sementara berbaring, gunakan tangan kanan untuk memeriksa payudara kiri dan gunakan tangan kiri untuk memeriksa payudara kanan. Palpasi (perabaan) dilakukan dengan perlahan, sentuhan lembut dengan 3 ujung jari tangan secara bersamaan. Lakukan melingkar setiap bagian payudara. Tekan seluruh payudara dari atas ke bawah, dari satu sisi ke sisi lain – dari bagian atas ke arah perut, dan dari ketiak ke tengah.
Mengikuti pola tersebut. Anda dapat mulai memeriksa puting susu, bergerak ke bagian yang lebih besar dan lebih besar hingga mencapai tepi luar dari payudara. Anda juga dapat memindahkan jari-jari anda secara vertikal ke atas dan ke bawah. Pastikan untuk merasakan semua jaringan dari depan sampai belakang payudara: untuk kulit dan jaringan di bawahnya, gunakan tekanan ringan. Sedangkan untuk jaringan yang lebih dalam gunakan tekanan yang kuat.
Langkah 5: Rasakan payudara anda sambil berdiri atau duduk. Banyak wanita yang menemukan cara yang mudah untuk memeriksa payudara mereka yaitu ketika kulit mereka basah dan licin dengan melakukan langkah ini di shower ( mandi ). Menekan seluruh payudara melakukan gerakan tangan yang sama seperti dijelaskan pada Langkah 4

WAKTU YANG TEPAT UNTUK MELAKUKAN SADARI ADALAH 10 HARI SETELAH MENSTRUASI DI HITUNG DARI HARI PERTAMA MENSTRUASI. 

Kanker payudara bukan hanya peperangan mereka yang sedang berjuang untuk sembuh dari penyakit ini. Kanker payudara adalah ancaman untuk kita semua. Gaya hidup, makanan, stress, polusi, kurang olah raga, bukan tidak mungkin kanker payudara akan menyapa saudara kita, sahabat kita bahkan kita sendiri. Yuk kenali gejala dan sebarkan informasi sebanyak-banyaknya mengenai penyakit ini. Lakukan SADARI dan ajak teman dan sahabat kita untuk perduli dan melakukan SADARI.  

SAVE YOUR BREAST, SAVE YOUR LIFE
  #finishthefight #gopink #breastcancerawareness

 

Bukan pertama kali aku menulis tentang kanker, kanker usus besar atau kanker payudara. Berharap tulisanku sedikit menyentuh kesadaran 
siapapun yang membacanya.
Say No to Cancer, dengan hidup sehat 
berfikir positif dan menjaga makanan. Terima kasih survivor breast cancer mba Indah Nuria yang menginspirasi dengan semangat perjuangannya 
yang luar biasa. #finishthefight mba ;)

29 comments:

  1. Thanks untuk share pengetahuannya, mbak Irma. Meski tidak terkait langsung dengan saya namun informasinya bisa saya share ke isteri.

    Semoga selalu sehat dan menjadi sumber kebaikan bagi keluarga.

    ReplyDelete
  2. ass mba..mudah2an selalu sehat ya,,,

    ReplyDelete
  3. TFS teh, sejak operasi benjolan thn 2007 lalu, aku jd lbh perhatian ke badan sendiri. Misalnya klo sakit disekitar PD, pasti lsg dicermati, takut soalnya :(

    ReplyDelete
  4. Semoga kesadaran untuk SADARI semakin besar ya, mak. Makasih infonya.

    ReplyDelete
  5. Sedih tiap membaca kisah yang kena kanker, tapi selalu bahagia tahu banyak yg bisa sembuh, termasuk dirimu. Asal sabar berobat dan jalani hidup sehat ya.

    Semoga Allah selalu menjagamu dan kita semua dr kanker apapun ya, aamiin

    ReplyDelete
  6. Trimakasih tulisan bermanfaatnya mak irma,,, sehat terus dan menginspirasi banyak orang ya teh,,

    ReplyDelete
  7. terima kasih atas informasinya mba.. saya termasuk orang yang jarang melakukan SADARI dan hanya mengandalkan medical cek up setiap tahunnya yang juga ada pemeneriksaan payudara.. makasih mba

    ReplyDelete
  8. Alhamdulillah dirimu berhasil ngelewatin semuanya, Mbak. Salut! :)))
    Mudah-mudahan kita semua sehat selalu, ya. Anak-anak juga. Aamiin.

    ReplyDelete
  9. Aku pernah dianggap ada benjolan pada pyd, sampai akhirnya ke darmais, Alhamdulillah semua baik2 aja :)

    ReplyDelete
  10. Terima kasih udah sharing cara SADARI, Mak Irma. Bermanfaat sekali buat saya :)
    Sehat terus ya Mak...supaya bisa terus menginspirasi.

    ReplyDelete
  11. Thanks buat sharing dan mengingatkan ya, Irma. Salut, Irma tetap semangat dan ceria dan kalau ga kenal lewat blogging mungkin orang lain ga kan ngira Irma pernah kena kanker.

    ReplyDelete
  12. Informasinya penting nich untuk para wnita yang kadang mneyepelekan sesuatu ya Mbak.

    ReplyDelete
  13. semoga terus semangat berjuang, ya, Mak :)

    ReplyDelete
  14. peluuuuk mak Irma sayaaang...kita dan banyak survivor lainnya akan terus berjuang untuk bisa hidup sehaaat ya mak. Terima kasih untuk informasi lengkapnya ..saya yakin, apapun yang kita buat, sepanjang berdasar pada niat baik untuk memberi semangat pada yang lain, insya Allah membantu yaaa mak...thanks for joining #finishthefight #gopink #breastcancerawarenessmonth :)

    ReplyDelete
  15. Mbaaaa

    Ya Allah, semoga Allah melimpahkan kesehatan untuk kita semua

    ReplyDelete
  16. aku selalu kagum sama survivors cancer, apalagi mba irma wkwkwkwk

    ReplyDelete
  17. Nyess bgt mak bacanya, smoga senantiasa sehat

    ReplyDelete
  18. Kakaku jg sempat divonis kanker payudara dan udah di operasi dua tahun lalu. Skrg tinggal rutin kemoterapi. Moga sehat selalu mbak....

    ReplyDelete
  19. Semoga diberi kesehatan terus
    terimakasih sharingnya

    ReplyDelete
  20. MasyaAllah.... kita memang harus benar2 waspada ya...

    ReplyDelete
  21. pelukkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk
    sehat-sehat sehat

    ReplyDelete
  22. Peluk Irma... aku pertama kali liat dirinu di acara gathering kampanye pink ribbon 2013 di Grand Indonesia. Tapi kita belum saling kenal waktu itu. Hanya wajah cantikmu mudah lekat di ingatan. Eh... gak taunya termasuk jajaran orang penting di KEB. Selalu suka dengan kesabaran dan kekaleman dirimu mak.

    ReplyDelete
  23. Maakk, apakah bisa sembuh 100% bebas cancer lagi makk?
    Dan apakah semua benjolan adalah kanker?
    Kalau pakai bra gak pakai bra ngaruh gak sih makk?
    *nanya, macam wartawan*

    ReplyDelete
  24. Terima kasih sharingmya Mak Irma. Semoga selalu sehat ya sekarang. Saluut buat para survivor..

    ReplyDelete
  25. semangat terus mba .. suport kami selalu dibelakang mu

    ReplyDelete

Terima kasih kunjungan dan komentarnya, salam.... :)