10/12/2015

Kehilangan


Pagi ini air mata saya sudah menetes, duhh... sedih rasanya.

Jadi selama hampir sepuluh hari ini si mpok yang bekerja di rumah tidak bekerja karena anak kesayangannya meninggal dunia. Sebuah kehilangan yang sangat berat, bayangin....kehilangan buah hati tercinta yang usianya baru menginjak 23 tahun. Lelaki muda yang menjadi tumpuan harapan orang tua, itu mendadak sakit lalu meninggal. Anak yang gak pernah mengeluh sakit ini, ternyata menurut pemeriksaan dokter mengidap penyakit yang sudah kronis. Jadi selama ini, sakitnya tidak di rasa. Mungkin karena tidak ingin membuat orang tuanya khawatir dia gak bilang kalau sedang merasakan sakit :(

Jatah umur seseorang memang rahasia Alloh, tapi kematian yang begitu mendadak...hanya tiba-tiba sakit lalu di rawat di RS selama tiga hari langsung kondisinya menurun dan meninggal, bukanlah ujian yang mudah bagi ibu mana pun.

Hari ini Mpok masuk untuk pertama kalinya, saya sempat kaget dan bilang apa mpok baik-baik saja dan sudah cukup kuat kembali bekerja ? tapi katanya diam di rumah membuat perasaannya justru semakin sedih. Membuat ingatannya justru hanya tertuju pada anaknya yang meninggal itu. Tapi di tanya sedikit kabarnya aja, si mpok langsung meneteskan air mata. Dan terus bercerita tentang kronologis sakit hingga kematian anaknya. Saya jadi serba salah dan ikut merasa tidak enak, karena membiarkannya bekerja sambil merasakan kesedihan. Saat saya bilang mpok kalau masih berat jangan bekerja saja, gak papa. Mpok malah semakin terlihat sedih...Hufftttt,.... saya diam-diam masuk ke kamar dan mengusap air mata di sana. Kok dada saya ikut sesak, tidak terbayangkan rasanya kehilangan seperti ini.

Saya lebih memilih berjibaku dengan setrika dan bermain-main dengan detergent ( nggak lagi sih, cucian kirim ke laundry ajah ) dari pada melihat si mpok memaksakan diri bekerja di saat perasaannya masih sangat berduka :( . Sebagai seseorang yang hampir sepuluh tahun bekerja di rumah saya, mpok jelas lebih dari seperti asisten rumah tangga biasa. Saya bahkan mengganggapnya seperti saudara. Kesedihannya kali ini juga kesedihan kami. Semoga almarhum di beri kelapangan di sana dan Mpok juga keluarga di berikan kesabaran dan keikhlasan.

Tips menghadapi orang/ kerabat yang sedang kehilangan atau berduka : 

- Bersikap wajar, tidak perlu mengekspresikan turut berduka dengan berlebihan. Itu akan membuatnya merasa semakin sedih dan merasa paling menderita.
- Tunjukkan rasa perduli yang tulus dan tidak di buat-buat.
- Beri waktu, biarkan kerabat atau teman kamu mengungkapkan perasaannya.
- Bersabarlah menghadapi perasaannya yang masih labil dan berubah-ubah.
- Ringankan kesedihannya dengan menawarkan bantuan atau menghiburnya, ajak melakukan hal-hal yang menyenangkan. Misalnya mnegajaknya refreshing, sekedar ke toko buku atau berbelanja.
- Kadangkala, saat merasa kehilangan dan sedih... cukup ada seseorang yang bersedia duduk di sampingnya meski tidak mengatakan apapun. Cukup intens mendengar, cukup menepuk atau menggenggam jemari perlahan dan duduk diam di sampingnya akan membuat perasaan menjadi lebih lega.

11 comments:

  1. betul mbakk...gaperlu pasang muka sedih trus malah nanya-nannya...aku sih kurang suka digituin

    ReplyDelete
  2. anak bagi ortu segalanya ya mak. semoga mpok baik2 aja

    ReplyDelete
  3. Hiks hiks jangan bersedih ya
    Please don't be

    ReplyDelete
  4. Iya, bener banget, Mak. Pengalaman saya sendiri kalo lagi sedih trus ditanyain terus, jadi makin sedih dan nangis, malah gak bisa ngomong apa2.
    Btw semoga si mpok semakin kuat dari hari ke hari ya, Mak.

    ReplyDelete
  5. Pasti sedih deh di tinggal orang yang di sayangi apalagi tulang punggung keluarga, yang tabah untuk keluarga yang ditinggalkan :')

    ReplyDelete
  6. innalillahi buat mpok ya.. semoga diberi ketabahan dan kekuatan..

    ReplyDelete
  7. ya Allah, kebayang sedihnya si mpok yaa...

    btw, makasih tipsnya mba Irma. Dari pengalaman pribadi, saat kehilangan papa dan kakak laki2 saya dulu, saya pun tidak terlalu suka jika ditanya2i dengan detail (yang hanya menunjukan bahwa org tersebut sebenarnya hanya penasaran dengan apa yang terjadi, bukan karena benar2 ikut merasakan kesedihan saya). Justru yang lebih menghangatkan adalah pelukan dari keluarga dan teman serta org2 di sekitar yang langsung turun tangan membantu keluarga saya mengurus semuanya.., rasanya jadi nggak sendirian.. :)

    ReplyDelete
  8. sedih banget pasti ya mbak
    apalagi kehilangan anak
    aku aja pernah keguguran dan belum ngelihat muka bayiku rasanya ngenes banget, apalagi ini udah gede dan masih muda >.< semoga mpoknya tabah

    ReplyDelete
  9. Semoga si mpok diberi kesabaran ya.

    ReplyDelete
  10. Semoga si mpok di beri keikhlasan dan anak nya di terima disisi allah

    ReplyDelete
  11. Innalillahi, giman askr si mpok masih libur ya?

    ReplyDelete

Terima kasih kunjungan dan komentarnya, salam.... :)