04/01/2016

Filosofi hidup dari olah raga memanah




Bukan kebetulan kalau saya girang bukan kepalang ketika liburan kemarin ke dusun bambu Bandung ada pilihan game memanah.

Rasulullah bersabda: “Berlatihlah memanah dan berkuda. Dan jika kalian memilih memanah maka hal itu lebih baik daripada berkuda "  ( di kutip dari era muslim )

Saya pikir memanah itu mudah, tapi ternyata ishhh tidak semudah yang terlihat. Berulang kali saya belajar membidikkan busur ke sasaran, busur meleset dan jatuh ke tanah. Posisi tangan yang salah saja membuat tangan cepat pegal, dan sasaran melenceng jauh. Begitu posisi tangan dan tarikan busur tepat dan kuat, gak menjamin busur kita mencapai sasaran ketika kita tidak fokus mengarahkan busur pada sasaran. Setelah beberapa kali baru deh itu busur gak terbang gak jelas kemana hahaha, setelahnya bisa mencapai sasaran meski gak masuk lingkaran merah ( utama ).


Siapa sangka olah raga ini juga memiliki nilai filosofi yang tinggi. Orang yang memanah membutuhkan konsentrasi yang tinggi, juga fokus pada sasaran/tujuannya. Tenaga yang kuat tidak cukup untuk menarik busur hingga mencapai sasaran, ketika kita tidak fokus. Di olah raga ini juga kita belajar menahan diri, terburu-buru hanya akan membuat busur terbang percuma. Butuh ketenangan, konsentrasi dan fokus. Ketiga hal ini menurut saya bagus di aplikasikan dalam kehidupan kita. Baik dalam bekerja, belajar mau pun menjalani kehidupan. Konsentrasi dan fokus akan membuat kita lebih mudah mencapai sasaran/tujuan. Seorang pelajar akan mudah mencapai nilai terbaik, ketika konsentrasi belajar dan fokus pada cita-cita.

Seorang pedagang butuh ketekunan dan fokus pada barang dagangannya, pada cara dia menawarkan dan melayani pembeli. Ketika tidak fokus, bermain-main dan bahkan sering ditinggal untuk melakukan hal lain, maka jangan harap barang jualannya laku di pasarkan.

Untuk seorang wanita,... khususnya wanita seperti saya yang sudah menjadi seorang istri dan ibu. Jelas berbeda konsentrasi dan fokusnya dengan seorang gadis remaja atau anak sekolah. Untuk saya konsentrasi pada keluarga khususnya fokus pada kepentingan dan kebutuhan anak-anak. Meskipun fokus bukan berarti kita menafikan bagian hidup yang lain. Setiap manusia memiliki kepentingan yang berbeda, filosofi memanah tentang konsentrasi, dan fokus pada tujuan bisa kita aplikasikan dalam kehidupan ini.

 

Meski baru pertama kali belajar memanah, saya nagih... walaupun setelahnya tangan kiri saya memar-memar tetep gak bikin kapok. Gampanglah ya kalau untuk urusan memar, untungnya di arena memanah kemarin tersedia juga peralatan P3K jadi setelah memanah, tangan saya langsung di oles thrombopop salep dingin. Oleh-olehnya, bukan hanya memar di tangan tapi folosofi hidup yang semoga bisa menambah pemahaman saya tentang hidup di tahun yang baru ini. InsyaAlloh.... 








15 comments:

  1. dusun bambu ya mba, jd pengen jg cobain memanah..:)

    ReplyDelete
  2. duuhhh cita-cita xylo nanti mau les memanah. xylonya aja akunya mah engga hahahaha

    ReplyDelete
  3. pingin nyobain memanah juga :) di sekolah Pascal ada ekskulnya nih memanah

    ReplyDelete
  4. Yang orang jauh malah udah nyobain memanah di dusun bambu, saya yang tinggal selemparan batu baru sekali ke dusun bambu, itupun karena kopdaran sama temen blogger. Kalau ngga ada temen, entah kapan sampai Dusun Bambu .. :D

    ReplyDelete
  5. Lebih suka maen panah yang mini ...

    *ambil ketapel*

    ReplyDelete
  6. akuuu udah pernah belajar saat SMP dan sukaaa...mustinya diteruskan yaaa :)

    ReplyDelete
  7. ternyata cukup banyak hal yang perlu hayati, sampai-sampai memanah pun bisa dijadikan filosofi, salut saya sayma si penulis :) salam kenal ya :)

    ReplyDelete
  8. Aku pengen juga ih belajar memanah :) Tapi aku baru ngeh kalo ini di Dusun Bambu ya? Waktu aku ke sana asa gak lihat ada tempat memanah hehehe

    ReplyDelete
  9. wah jadi pingin nyoba memanah juga

    ReplyDelete
  10. Selain memanah dan berkuda, disunnahkan juga olahraga renang, Irma.
    Makanya Mas Iwan sekarang 'maksa' anak-anak untuk belajar ketiganya. Sekarang anak-anak lagi konsen kursus renang dulu. Taruli mulai les memanah bulan Februari nanti, Kayla setelah UN. Di Yogya, memanahnya tradisional, pakai duduk :D

    Di KEB, Mak Irul tuh jago manah :)

    ReplyDelete
  11. persiiiis seperti pas aku belajar memanah mba..tangannya unguuu hehehe..kena stringnya yaa..

    ReplyDelete
  12. Abangku lg sibuk latihan manah2an gini mba. Pas aku bilang. Aku mau dong belajar. Aku bisa ga ya?? Eh abangnya jawab : Gak! Hahhahaha hancoooorrr hatikuuuu. Padahal pasti seruuuuuu yaaa hiks

    ReplyDelete
  13. seru nih kayaknya.... itu lukanya kenapa mbak.... ke gesek sama panahnya ya mbak...? tapi mantep lo mbak...

    ReplyDelete
  14. Alhamdulillah mbak walaupun pertama kali berlatih tapi blm pernah ke gesek memar seperti itu..
    Tetap semangat berlatih mbak.. hehe..

    ReplyDelete

Terima kasih kunjungan dan komentarnya, salam.... :)