08/02/2016

SENJA




" Irma senja ? masih saudaraan sama penulis Bunda Pipit senjakah mba ? "

Beberapa kali saya mendapat pertanyaan seperti kalimat di atas, heuheu... nggak ada hubungannya sama sekali sebenarnya dengan penulis novel bunda Pipit senja kok. Saya menambahkan nama senja karena Senja adalah nama putri saya, Tazkia Senja. Jadi Irma Senja itu adalah Irma bundanya Tazkia Senja... gitu deh maksudnya :D

Dan menambahkan nama senja di belakang nama putri saya pun tentu bukan tanpa alasan. Saya suka suasana senja, menurut saya senja ... fenomena langit ketika matahari turun ke peraduannya adalah saat - saat yang magis, misterius sekaligus indah. Misterius karena menuju malam, ketika matahari terbenam dicakrawala dan tirai langit malam mulai turun... menutup hari, mengingatkan semua orang tentang hari siang yang tlah usai. Seolah mengingatkan pada kata pulang... tentang sebuah jeda, ketika adzan berkumandang pada surau atau masjid, senja menuntun siapapun untuk sejenak menepikan segala. Menepikan hati pada yang maha tinggi. Tapikan sekarang senja justru kadang menjadi awal menuju malam yang penuh cahaya ?? benar,... tapi senja dalam ingatanku di masa lalu adalah senja yang menjadi penutup hari. Senja yang mengingatkan pada waktu, bahwa semua hal ada batasnya...


Dan Tazkia Senja lahir ketika matahari perlahan lindap ke peraduannya, ketika matahari siang berubah kemerahan. Membentangkan warna jingga di cakrawala, indahh... meski sesaat sampai tirai malam sempurna menutup hari. Ketika Tazkia lahir saat senja, saya ingin mengabadikan waktu kelahirannya menjadi namanya.


 
Dua hari yang lalu, saya bertemu senja tanpa penghalang gedung atau bangunan tinggi. Sempurna menatap langit bersama deburan konstan suara ombak. Sebagai seseorang yang tidak terlalu suka berenang di laut, tidak terlalu suka berjemur dalam terik matahari, saya memilih menuju pantai ketika matahari perlahan mulai turun dan suasana tak lagi terik. Membiarkan kaka Tazkia, Sean dan ayahnya setelah saya pakaikan Sunblock untuk bermain pasir dan air laut. Dan saya membiarkan air laut membasahi kaki ketika ombak memecah pantai, sambil menatap hamparan air laut yang berdebur tenang. Menikmati keMAHA besaran Sang Pencipta, yang sempurna menciptakan alam dengan segala perniknya sambil menunggu SENJA rebah di cakrawala.

Senja hanya waktu, mungkin keindahannya ketika kita masih bisa menikmatinya dalam syukur dan sabar. Bahwa semua hal ada permulaan, dan pada akhirnya ada batas penghabisan. Seperti hidup,... seperti semua hal di dunia ini.

Selamat menikmati waktu-waktu terbaik, sahabat :)

Foto : Dokumentasi Pribadi
Lokasi : Pantai Carita Anyer 2016

17 comments:

  1. senja berlalu dari peraduannya sungguh tak pernah bosan untuk selalu dinikmati. bahkan saya sering mengkoleksi photo nuansa senja sore hari cz dekat pematang sawah dan mudah mengambil gambar panaroma :)

    ReplyDelete
  2. Menurutku, senja itu waktu yg romantis

    ReplyDelete
  3. Jadi pengen berburu senja lagi.. Ah, enggak sabar buat ke pantai lagi nih. Btw, fotonya kece neng.

    ReplyDelete
  4. Aku kira juga nama senja itu nama kepanjangan mba irma tapi ternyata bukan.

    Waktu senja juga indah kalau di nikmati dengan hati yang tenang hihi

    ReplyDelete
  5. Ah, Nengnong mah paling bisa bikin kalimat indah gini. Mengartikan senja aja bisa bikin saya baca dari awal sampai akhir sambil nikmati foto-fotonya :)

    ReplyDelete
  6. kesenjaan hari tidaklah tentunya dapat kita hindari, maka sebaiknya mendingan senja nya kita nikmati sambil jeprat-jepret bikin siluet

    ReplyDelete
  7. nama kakak tazkia indah sekali ya mba, ponakanku juga senja namanya usianya baru sebulan, panggilannya neng senja..hehe, suka fotonya...

    ReplyDelete
  8. Saya juga suka senja Mbak, tapi kalau disini menikmatinya di pematang sawah. Mau ke pantai jauh :)

    ReplyDelete
  9. Aku juga pecinta senja mak. Momen yg paling syahdu menurut aku

    ReplyDelete
  10. momen senja memang momen yang paling indah yah mba :)

    ReplyDelete
  11. Akhirnya tahu juga asal usul nama Senja, saya kira itu nama suaminya mbak, soalnya nama anak ada senja juga, hehe.

    Senja memang indah mbak, manis, hangat, romantis, bikin hati adem :)

    ReplyDelete
  12. duh aku kok gak pernah ya sengaja menikmati senja, apa krn biasa udah ada di dalam rumah ya. Kalau lagi di suatu tempat niat mau lihat eh suka lupa keburu malem

    ReplyDelete
  13. wah keren juga nih pemandangannya...
    di agendakan dulu haha

    ReplyDelete
  14. Masya Allah..sunsetnya cantik banget mbak :))

    ReplyDelete
  15. Aku Dari jaman kerja, ga ketemu matahari sore, tiba2 udah gelap aja.
    Sekarang pun gitu, sibuk nyuapin, mandiin, tiba2 udah maghrib aja.
    *sok sibuk :p

    ReplyDelete

Terima kasih kunjungan dan komentarnya, salam.... :)