21/03/2016

Sepotong Senja Untuk Pacarku


Suatu hari di weekend bulan Februari yang cerah, ada paket yang datang ke rumah. Tanpa nama pengirim. Bingung dan bertanya-tanya siapa yang mengirimkan paket tanpa nama ini ? tertulis namaku yang dikirim langsung dari sebuah toko buku online Jakarta.

Sebuah buku dengan judul menarik, Sepotong Senja Untuk Pacarku ini membuat saya semakin bingung. Siapa gerangan pengirim buku ini ? sempat terlintas sebuah nama ketika di waktu yang lalu pernah mengirimkan buku-buku karena tokoh dalam buku itu bernama Senja atau bercerita tentang senja, tapi jelas itu tidak mungkin. Dengan ringan hati, dan berpikir akhh biarkan saja,... siapapun yang mengirimnya pasti hanya ingin buku ini saya baca.

Demi rasa penasaran pada buku karya Seno Gumira Ajidarma ini saya mulai membacanya, meski akhir-akhir ini hasrat membaca buku saya terkalahkan oleh browsing dan membaca artikel via gadget. Entah kemana terbangnya hasrat membaca dan tenggelam dalam rangkaian kata-kata pada sebuah buku atau novel. Bahkan sampai tulisan ini di tuliskan, ada 4 judul lagi dari beberapa judul cerpen pada buku ini yang belum usai saya baca. Tapi trilogi Alina membuat saya jatuh cinta. Tentang seorang pria bernama Sukab yang untuk membuktikan cintanya pada kekasihnya ( menurut pikirannya ) dia nekad mengerat Senja seukuran kartu pos, hingga membuat langit berongga karena senja yang indah dan kemerah-merahan itu dia potong dan dia kirimkan melalui surat pos untuk Alina. Ada juga balasan dari Alina, yang terlambat menerima senja dalam kartu pos sepuluh tahun kemudian karena tukang pos yang terlambat menyampaikan setelah ia terjebak dalam senja yang dikirim Sukab. Bingung... ? bagaimana bisa keindahan senja di kerat lalu dikirimkan untuk pembuktian cinta ? tidak perlu berfikir terlalu banyak dan keras dalam membaca buku ini, hanya nikmati dan imajinasikan pikiran dan rasa mengikuti sastra yang di tulis begitu indah.

Saya selalu suka pada semua hal berbau senja, puisi-puisi senja, buku tentang senja, terlebih keindahan langit senja ketika matahari di tarik turun dan menyerah pada lengkung cakrawala. Dan mengabadikan senja pada nama putri saya. Buku ini bisa terlalu berat untuk mereka yang tidak suka sastra, ceritanya mungkin sederhana namun di tulis dengan rangkaian diksi yang indah tapi butuh sedikit 'mikir'. Saya butuh sedikit fokus dan suasana yang pas untuk larut dan menikmatinya. Untuk seseorang yang gak terlalu paham tentang sastra, buku dengan tebal 208 akan saya baca hingga usai. Saya suka buku ini, seolah melembutkan hati dan menerbangkan imajinasi karena diksinya yang indah. Untuk pengirim tanpa nama, terima kasih untuk bukunya...siapapun anda :)


Itulah senja, yang seperti senja, tiada pernah tetap tinggal abadi, selalu berubah sebelum punah, meninggalkan segalanya dalam kegelapan dunia yang merana. 

Senja yang sempurna tidak terjadi setiap hari. Tidak semua senja hadir dengan langit yang semburat merah menyala-nyala bagaikan sebuah jeritan ketika bola matahari yang membara hilang lenyap dan tenggelam di balik kaki langit. Seringkali senja hanya kelabu saja. Langit kelabu, bumi kelabu kemudian hujan pula. Kadangkala awan gemawan begitu banyaknya, terapung di segala tempat seperti perahu kapas, menyembunyikan cerita senja, sebuah peristiwa ketika matahari seperti bola yang melesak ke balik cakrawala, yang selalu mengingatkan manusia betapa keindahan yang sempurna hanyalah sesuatu yang semu saja, seperti kebahagiaan, yang lewat melintas dalam kenangan terbatas. 

Terimalah sepotong senja itu, hanya untukmu, dari seseorang yang ingin mmebahagiakanmu. Awas hati-hati dengan lautan dan matahari itu, salah-salah cahayanya membakar langit dan kalau tumpah airnya bisa membanjiri permukaan bumi. Dengan ini kukirimkan pula kerinduanku padamu, dengan cium, peluk, dan bisikan terhangat, dari sebuah tempat paling sunyi di dunia. 
 

24 comments:

  1. Mungkin dari fans bubun kali yang nggak mau di publikasikan namanya hihi serasa secret admirer ya haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha.... bahas bukunya widaaaa jgn yg ngirimnya atuhlah :)))

      Delete
  2. Sepotong senja dari seorang secret admirer ya Neng. Indahnya :-)

    ReplyDelete
  3. wah perlu didatangkan detektif ini : )

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha,. biarkan jadi misteri aja :))

      Delete
  4. perlu di selekidi mbak, misteri didalam buku inimah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha, gak usah kang... kalo ketahuan emang mau ngapain ? :p

      Delete
  5. pengirim tanpa nama, aseg,
    semacam pemuja rahasia gt ya mak ir, :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hemmm, mungkin semacam pencinta buku yang ingin buku ini saya baca mak :D

      Delete
  6. Wuaaa. jadi pengen membaca bukunya
    Penasaran
    Senja oh senja, selalu saja menyisakan cerita...

    ReplyDelete
  7. Duh, ada secret admirer buat Bubun. Hehehe..

    ReplyDelete
  8. Percayalah, yang ngirim buku itu bukan aku. Suer! :D

    ReplyDelete
  9. seneng ya mba, punya pengagum rahasia.. ahhaa
    itu kayaknya semacam kode gitu mba :D

    ReplyDelete
  10. Jika sepotong senja bisa dikirim lewat pos, bisakah seseorang mengirimiku sepotong surga, plis..? :D

    Btw, kalau Mbak Irma nggak sempat baca, lempar aja kesini :P

    ReplyDelete
  11. Aku juga suka akan senja tapi harus ada yg menemani, kalo sendirian menatap senja nanti nanggis merana hahaha

    ReplyDelete
  12. Hmm .. Seno Gumira ... diksinya kaya tapi bisa bikin berimajinasi, sekaligus bingung yah membacanya.
    Pas yah buat Mak Irma .. tentang senja.

    ReplyDelete
  13. thanks for nice post, good job and success

    ReplyDelete
  14. ah kerasa banget kalau kyk gitu tuh, secret admirer wiiih wkwk

    ReplyDelete
  15. sebut saja dia mawar. hehe, senenngnya punya penggemar.

    ReplyDelete
  16. Sepotong Kue untuk Imam Jomblo, ada nggak mbak? :v

    ReplyDelete

Terima kasih kunjungan dan komentarnya, salam.... :)