27/07/2016

Tentang Memaafkan

Ini tulisan self reminder aja sih dan murni postingan curhat, gara-gara beberapa hari kebelakang sempat senewen tentang hal ini. Tentang memaafkan, ngomong dan nulisnya gampang prakteknya kudu latihan dan tekad kuat hohoho. Iya, memaafkan... kita semua pasti pernah ada di posisi menjadi terdakwa atau menjadi seseorang yang merasa '
benar ' dan harus memaafkan. Kok harus ?? demi kestabilan jiwa ragamu loh.

Jadi gini, singkat aja ceritanya... konflik terjadi di antara dua orang. Weww.... tulis aja kaka ke 1 dan ke 2, saya ada di tengah yang jadi 'tempat sampah' nya. Ikut stress ?? ya iyalahh karena saya menerima kata-kata kemarahan, sakit hati. Percayalah, kalimat-kalimat negatif juga ngefek bangett buat kestabilan jiwa dan raga orang yang bacanya loh. Gak usah bahas siapa yang salah dan yang benar deh, kali ini mau bahasnya soal MAAF nya aja dulu. Karena percayalah, terluka itu pasti semua orang pernah merasakan... saya pun sama ( elap air mata ) tapi alangkah singkatnya hidup ini dan betapa sia-sianya jika hidup hanya diisi dengan membenci, apalagi jika kebencian itu hanya timbul karena prasangka yang hidup di kepala saja. Jangan sampai kebencian mengikis nilai-nilai silaturahmi dan kekeluargaan, merusak kesehatan dan mencuri kebahagiaanmu ;)

# ini tulisan murni banget curhat yak heheuheu, kali aja baca... iya kali aja sih, gak yakin juga :))))


Nih ada beberapa manfaat dari memaafkan hasil googling, dan pengalaman pribadi.

Nih, beberapa manfaat memberi maaf bagi kesehatan : 

- Memberi maaf membuat jantung lebih sehat
 Nahloh, berarti membenci membuat jantungmu sakit... penelitian menyatakan bahwa ketika kita memaafkan membuat denyut jantung, kerja jantung menjadi lebih baik. Otomatis kesehatan jantung kita menjadi lebih sehat.
- Hubungan sosial lebih baik
Memaafkan akan membuat konflik selesai, dan tercipta hubungan lebih haromonis. Silaturahmi terjalin dengan baik lagi. Damai deh dunia ini
- Mengurangi stress
Ketika kita marah, membenci, mendendam membuat otot tubuh, tekanan darah tegang. Peredaran darah gak lancar, bahkan pencernaan bisa juga bermasalah belum lagi kepikiran trus sama orang yang kita benci. Buang waktu, buang energi. Kasihan tubuhmu :)
- Mengurangi rasa sakit
Ada sebuah penelitian pada sekelompok penderita sakit pinggang. Ketika mereka bermeditasi dan fokus pada pengampunan, memaafkan rasa sakit mereka berkurang di banding pada kelompok dengan sakit yang sama dan hanya melakukan pengobatan rutin saja.
- Lebih bahagia
Ketika kita berdamai dengan diri, karena memaafkan bukan hanya memberi pengampunan bagi orang lain tapi juga berdamai dengan diri sendiri. Itu yang terpenting, memaafkan orang lain dengan tulus akan mendatangkan ketenangan batin dan mendatangkan kebahagiaan ke dalam diri. Ketenangan hati akan membuat hidup lebih bahagia. Alloh aja Maha pemaaf sedangkan DIA Maha Segalanya... kita manusia yang penuh kesalahan masa mau begitu keras hati membenci dan tidak memaafkan.
- Memaafkan membuat hidupmu lebih ringan
Iyalah, satu musuh terlalu banyak kan... duniamu bisa sempit. Memaafkan kekesalan pada orang terdekat juga membuat perjalanan hidupmu lebih mudah. Karena hati yang ringan dan terbuka yang bisa menyentuh hati yang lain juga untuk melakukan hal yang sama. Energi kita membenci ya terasa juga di pihak lawan, kalau kitanya positif feeling insyaalloh diterimanya akan baik juga. Kalau tetep gak baik ? itu urusan dia dengan hatinya. Yang penting selesaikan urusanmu dengan hatimu sendiri. 

Saya pernah ada di posisi membenci orang lain, merasa sebagai korban, sakit hati dan merasa di perlakukan tidak adil, Judulnya benci, ogah memaafkan. Yang terjadi ? lelah... karena saya merasa benar dan enggan memaafkan ( sombong ya ). Membalas kebencian sih nggak, tapi saya menutup hati dan menganggap orang itu gak ada. Lama-lama hati saya beku ( es kali ) hahaha... ternyata yang saya benci berjiwa besar, dia meminta maaf. Alangkah sombongnya ketika seseorang datang dan meminta maaf, trus kita mengabaikan. Hanya mereka yang berjiwa besar yang mau meminta maaf, dan mereka yang berhati besar yang tulus memaafkan. Itu kata peribahasa :D

Udahan dulu deh, postingan curhat ini mengisi pagi saya hari ini... ketika blog mulai berdebu karena kesibukan ngurusin anak-anak dan suami. Kebutuhan nulis dan ngomong sama hati juga sebenarnya kuat, makanya awali dengan self reminder deh. Sambil nyeruput juice sehabis sarapan bubur pagi ini.

Selamat menjalani rabu seru temans :)

18 comments:

  1. Secara lahiriah bisa. Tapi kadang traumanya ga ilang mba

    ReplyDelete
  2. Meski sulit, tapi selalu berusaha untuk memaafkan dan biar nggak jadi beban pikiran saya usakan untuk tidak mengingatnya. Suka menganggapnya sebagai angin lalu gitu.

    ReplyDelete
  3. Iya, kalo marah dan memaafkan kok ya banyak menggerus energi.
    Jadi ya sudahlah, damau aja, minta maaf. Masalah dia mau maafin atau engga, ya masalah belakangan. Ya toh?

    ReplyDelete
  4. begitulah
    memaafkan itu menenangkan ya kan mbak ir :)

    ReplyDelete
  5. hmmm... maaf itu sebenernya cuma terdiri dari 4 huruf ya. Tapi pada prakteknya, kadang sulit dilakukan dengan legowo. Buat aku pribadi, mungkin yang tepat, ya sudah... melepaskan saja apa yang mengganjal di hati. Karena kalau ngomongin maaf mah, selama itu udah pernah terucap, saat itu pula sudah clear. PR nya ya setelah maaf memaafkan itu... :)

    ReplyDelete
  6. makasih sharingnya mba, saya pernah merasa suliiiiiit memaafkan. Tapi perjalanan waktu akhirnya membuat saya pasrah dan berusaha memaafkan :)butuh perjuangan ya..

    ReplyDelete
  7. maafin aku ya neng ...apa sih..

    memaafkan emang sulit bgt, tapi seiring dg bertambahnya usia, wiw makin mudah memaafkan, ya sudahlah..ya sudahlah yg penting hati legowo, plong..

    ReplyDelete
  8. Saya jadi ingat ada sebuah kata motivasi begini,

    "Org lain hanya menyakiti kita sekali, namun seringkali kitalah yg menyekiti diri berkali-kali krn terus mengingat-ingat dan tdk mau memafkan".

    ReplyDelete
  9. Aku pernah denger tausyah dari seorang budayawan, Kyau Zawawi Imron "hati yang diliputi kasih sayang Tuhan, tidak akan memiliki waktu untuk mmebenci orang lain", sampai sekarang kupegang terus kata2 itu, jadi ku buang segala rasa iri, dengki, dendam, hasud, juga memaafkan segala perlakuan orang lain yang tidak nyaman di hatiku, berharap kasih sayang Tuhan, maka aku juga berharap orang lain memaafkan segala salah dan khilafku ;)

    ReplyDelete
  10. Banyak latihan memaafkan efeknya lumayan juga mak irma.. Kadang malah suka lupa rasanya butuh dimintai maaf, krn setelah memaafkan trus melupakan..

    ReplyDelete
  11. Memaafkan bukan demi orang lain, tapi demi kebaikan diri sendiri ya mbae :)

    ReplyDelete
  12. sepakat sih dengan tulisannya. Tapi untuk saya priadi, ada beberapa kondisi yang membuat saya sulit untuk memaafkan dikarenakan yang bersangkutan justru tidak pernah merasa salah. Emang enggak enak di diri sendiri juga, tetapi emang sulit lepas...

    ReplyDelete
  13. itu seninya memaafkan ya mba..terutama dari lubuk hati yang paling dalam :)

    ReplyDelete
  14. Btw lebaran udah lewat sebulan, kita blm maaf maafan ya, hehe...

    Maaf lahir batin ya Mak. Terimakasih untuk semua ilmu dan kebaikan Mak min selama ini.

    Ayo atuh diantos di kampung biar hati makin adem �� #gaknyambung

    ReplyDelete
  15. SETUJU banget tulisannya, susah memaafkan, ga bales sih cuma mengingat saja tapi ya itu rasanya ada yang ganjel engga enak sendiri jadi berjiwa besar lebih baik biar lega hatinya

    ReplyDelete
  16. ya serba salah kalo denger org curhat ya, kadang kita jadi kepengaruh emosinya tapi kalo ga didengerin kasian jg heheee

    ReplyDelete
  17. Mohon maaf lahir batin ya neng. Tumben curhat begini, biasanya si eneng polos2 aja :))

    ReplyDelete
  18. mb irma, how r u today?,.,aku justru tertarik sama kalimat diakhir paragrafnya "ketika blog mulai berdebu karena kesibukan ngurusin anak-anak dan suami ",., hah ini aku banget mb,.,iyah blognya gampang kena debu,.,heee,., mampir lagi ya mba ke blog ku (semoga masih inget linknya)

    ReplyDelete

Terima kasih kunjungan dan komentarnya, salam.... :)