27/08/2016

Sebuah perjalanan, pertemanan dan hilang arah :D

Postingan ini murni curhat,... entah apa pointnya xoxoxoo, yang selow aj silahkan baca :))))

Sejak Sean masuk SMP, saya memang agak mengurangi kegiatan saya di luar rumah, eh maksudnya agak menyesuaikan waktunya. Sesekali kalau ada acara blogger, atau berkaitan dengan kepengurusan saya di komunitas dan waktunya sesuai biasanya saya datang. Atau memilih saat weekend, karena ngeblog adalah hobi saya, sedangkan komunitas... keluarga kedua saya. Selebihnya ya dengan routine daily yang sama setiap hari. Anter jemput anak-anak, mengurus keperluan anak dan suami. Yang entah kenapa gak habis-habis ya buibuk :))). Jenuh,... ? pasti ada jenuhnya, melakukan aktifitas yang sama setiap hari pasti kadang bosan juga. Yang membuat hidup saya seimbang ya ngeblogdan berkomunitas itu.

Sebenarnya kalau mengusir kebosanan sih gampanglah ya, mall deket, bioskop deket, main sama anak-anak, bisa ngobrol-ngobrol dengan sahabat, baca buku atau menulis di blog ini. Mengusir kebosanan itu lebih gampang sih ya di banding mengusir kegalauan *nyengir.

Nah, hari kamis kemarin saya dan tiga orang sahabat saya ... sesama buibuk yang kerjaannya jadi manager sekaligus sopir anak-anaknya itu abis jalan-jalan ceritanya. Tujuan jalan-jalannya gak begitu jauh cuma ke Cirebon, di rencanainnya tiga minggu sebelumnya ckckck. Luar biasa, betapa susahnya kami meluangkan waktu sehari penuh untuk sehari aja melipir dari tugas harian. Akhirnya dengan perencanaan yang matang, nanti anak-anak dijemput siapa, makan siangnya apa, makan malamnya gimana, ngaji atau lesnya siapa yang nganter. Semua kami siapkan dulu. Diatas segalanya ijin, restu dari bapak suami sudah ditangan. Kalau urusan anak-anak sudah beres, biasanya ijin suami keluar. Lalu buibuk bisa tenang jalan-jalan ;). Setelah hompimpah kita putuskan pakai mobil ka Fannysa, kita bertiga duduk cantik aja sambil siap gantian kalau si empunya cape nyetir. Bagian hompimpahnya boongan :p

Perjalanan ke Cirebon ^_^
Tibalah pada hari H, tujuan ke kota Cirebon ( wiskul dan ke pusat batik Trusmi ) alias kampung halaman saya dan salah satu teman saya, teh Ika. Rencana berangkat jam 7.30- 08.00, yang terjadi berangkat jam 09.00 *ngokkk. Hari kerja kondisi tol arah Cikampek udah terbaca sih ya, jam segitu dijamin sampai Cikarang utama pasti ramai bahkan padat. Dilalahnya kemarin bahkan sampai perpecahan tol ke Cipali dan Cikampek jalanan cenderung padat dan tersendat. Tapi memasuki tol Cipali, bu sopir merangkap dokter gigi yang lebih sering liburan plus shoping dibanding praktek berasa di sirkuit balap kayanya ya buk. Jalanan sepi, jadi keenakan tekan pedal gas... 160 - 200 km/jam. Saya dan teh Ika malah ikutan sibuk ngerem *ngakakk. Cuma teh Dety yang tetap tenang, sahabat saya yang satu ini paling tenang di banding yang lainnya, umiiiiii :p



Jam 12.00 siang kita sampai di Cirebon, pas banget waktunya makan siang. Kita putuskan makan siang di nasi jamblang ibu Nur. Bukan hari libur pun tetep antriannya panjang. Kalau mau kuliner khas cirebon, yang enak, murah, dan mengenyangkan nasi jamblang ibu Nur recomended. Dengan menu nasi yang di bungkus daun jati dan aneka macam lauk yang menggoda selera. Gak usah khawatir soal pencuci mulut, es durian yang ada di depan warung nasi jamblangnya juga enak.


Berfoto di depan pusat batik trusmi Cirebon
 
Selesai makan siang lanjut ke pusat batik Trusmi di Plered, saya sempat nyetir karena ka fannysa gak hapal jalanan Cirebon, dan janjian ketemu dengan adik saya Anne disini. Ada hadiah kecil untuk Mama, karena kemungkinan gak bisa mampir ke rumah Mama ... ya kali kalo siang ke rumah pun kosong, karena masih pada ngantor. Untunglah adik saya mau memyempatkan di jam istirahat kantornya mendatangi saya di Trusmi. Hampir 3 jam saya dan ketiga orang sahabat saya di pusat batik Trusmi. Ngapain ?? poto-poto ... ngobrol, ketawa-ketiwi, di tutup dengan belanja. Selain belanja daster batik, bahan , taplak, dan lain-lain. Kita juga belanja kain panjang, katanya kita minimal harus punya 7 kain panjang di rumah. Buat apa ??*trus merenung

Mau cari batik dari yang murah meriah sampai yang mahal ada,
batik, aneka kerajinan, sampai oleh-oleh makanan khas ada disini.. pusat batik Trusmi.








Ini belanjaan ibuibuk :D


 Sempat ketemu adik bungsu tercinta :-*

Rencana wisata kuliner selanjutnya empal gentong H Apud, karena masih kenyang akhirnya kita lewati. Sempat melipir ke tempat oleh-oleh khas cirebon, beli kerupuk mlarat dan temen-temennya. Lalu lanjut ke salah satu tempat makan sea food yang juga lumayan terkenal di Cirebon. Sea food Haji Moel di pusat kota Cirebon, tepatnya dekat pasar pagi. Karena sudah masuk waktu maghrib kita sholat dulu, sambil menunggu pesanan datang. Sempat ngobrol-ngobrol juga dengan salah satu ownernya, yang ternyata teman baik teh Ika saat kuliah di Bandung. Makan seafood di Cirebon sudah pasti juara, karena ikan, udang maupun kerangnya benar-benar fresh banget. Bumbunya juga enak.

Sefood Haji Moel pasar pagi Cirebon
 
Rencana berangkat jam 7.30 dan pulang jam 4 sore hanyalah angan-angan belaka, karena jam 8 malem kita masih menikmati ikan bakar dan udang bumbu di tengah kota udang. Ibuibuk suka agak lupa diri memang kalau para suami sudah membalas pesan whatsappnya dengan kata-kata " hati-hati aja... nikmatin waktu dan perjalanannya. Santai aja, anak-anak aman "

Jalan-jalan kemarin memang gak niat belanja sih ya, meski tentengan tetep bikin penuh bagasi... tapi kebersamaan bersama sahabat ini yang mahal banget harganya. Sepanjang jalan gak ada jeda ngobrol atau ketawa. Obrolan random, bahasan juga macam-macam. Dari obrolan biasa, sampai melantur kemana-mana. Bukan rumpiin orang tapi asyik rumpiin diri sendiri #Lol. Sharing banyak hal, atau sekedar cerita-cerita ringan. Backsound yang diputar dari MLTR,westlife,Tommy page sampai murotal Al-quran. Hidup harus seimbang memang -____-

Baru setahun belakangan saya intens dan dekat dengan mereka, seperti paket lengkap. Saya yang cenderung agak 'diam' dan moody menemukan teman-teman yang berpembawaan lebih supel dan seru, dan yang pasti menerima kejutexan plus kemoody-an saya, dan saya nyaman bersama mereka. Dan pergi seharian bersama-sama menjadi pengalaman seru mengingat moment seperti ini jarang terjadi. Mungkin karena keasyikan ngobrol dan bercanda yang membuat saya yang dianggap tahu jalan di Cirebon, nggak ngeh saat kita masuk pintu tol yang salah saat menuju arah pulang ke Jakarta. Setelah beberapa kilometer dan menemukan petunjuk jalan tol, baru kita sadar kalau kita masuk tol pejagan, Semarang *trus pengsan*


Tahu dong ya, tol arah pejagan Brebes saat malam hari ... ? jalanannya sedang diperbaiki, jadi hanya satu jalur. Sepi, jarang sekali kendaraan dan entah pintu keluar di mana yang paling dekat. Sementara kita sudah jauh meninggalkan Cirebon tapi bukannya ke arah Jakarta, tapi ke arah Brebes Semarang. Untung yaaa.... kepanikan teh Ika, dan ka fannysa yg shock karena atuhlah kan gak lucu kalau kita harus bablas ke Semarang ?? gak bawa baju ganti cyiinnn hahahhaa. Dibikin tenang sama teh Dety yang terbiasa nyasar :p. Saya pura-pura cool aja ,... meski menyalahkan diri sendiri karena gak fokus. Ahhh maafkeun aku gak fokus kemarin -_____-

Saat sadar kita menuju arah yang salah ... yang pertama kita lakukan, telpon para suami. Eh saya telpon Papa sih, berharap papa di Cirebon tahu ada pintu keluar lain sebelum kita semakin jauh... tapi malah bikin mereka khawatir. Malam itu deg-degan karena jalan tol pejagan brebes ternyata sepi banget. Setelah ngasih tahu para suami di rumah karena cinderela pasti bakal pulang lewat tengah malam, kami berdoa aja berharap ketemu exit tol supaya bisa putar arah masuk tol ke arah Jakarta.


Malam itu kita menjauh kurang lebih sekitar 3 jam dari arah yang seharusnya, setelah yakin menemukan arah jalan pulang lewat tol Cipali. Kita baru bernafas lega, dan berdoa semoga kejutan diujung hari itu cuma salah masuk pintu tol. Dan kita bisa sampai selamat pulang ke rumah dan bertemu anak-anak tercinta. Kapok karena nyasar ?? nggak tuh... hahahha, jalan-jalan ke cirebon seperti pecah telor. Kita malah merencanakan jalan-jalan ke kota lainnya. Tapi namanya ibukibuk, rencana mah gampang... realisasinya banyak banget pertimbangan :D

Pelajaran yang di dapat dari melakukan perjalanan dengan sahabat adalah membuat kita semakin mengenal seperti apa teman-teman kita. Saat kita mengenal cukup baik seperti apa pribadi teman-teman kita, kita akan saling maklum dalam berteman dan berinteraksi satu sama lain. Otomatis hubungan pertemanan akan lebih harmonis. Saya termasuk perempuan yang sedikit butuh waktu untuk akhirnya dekat dengan seorang teman. Saya bukan tipikal perempuan yang mudah akrab dan memiliki banyak teman. Saya tipe intens, yang kalau sudah dekat dengan seseorang bisa dipastikan saya pasti perduli. Sahabat saya hanya beberapa, bisa dihitung dengan sebelah jari tangan saya. Saya pikir menjadi istri dan ibu tidak lantas membuat kita berhenti bersosialisasi dan menutup diri. Seorang wanita biasanya tetap butuh sahabat wanita untuk berbagi dan bercerita, dan menemukan sahabat baik adalah sebuah keberuntungan.

Ps : Saat menulis cerita ini, tiba-tiba saya ingat sahabat saya yang lain. Yang betapa intensnya kami berkomunikasi, betapa dekatnya saya dengan dia, bercerita dan berbagi hal-hal yang biasanya hanya saya simpan sendiri di dalam hati. Dimana ada dia biasanya ada saya, begitu juga sebaliknya. Saat ini ketika jalan kami mulai menuju arah yang berbeda, karena kesibukan dan keharusannya lebih fokus pada hidup dan pekerjaannya. Begitu juga saya, ketika pertemuan dengannya menjadi agak mahal... saya tetap mengingatmu sahabat, mendoakanmu dan akan menjadi sahabat terdekatmu selamanya. Insyaalloh :)

15 comments:

  1. Duh itu batik ijo putih yang di sebelah kanan cakeeep, Ir *gagal fokus*
    Temen deketku juga ga banyak. Kan aku juga orangnya pendiam, apalagi kalau lagi tidur hahaha....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwkwk
      ... cicing bari peureumnya teh )))

      Delete
  2. Huaaaa. Serunya Mbak Irma jalan-jalan ke Cirebon bareng para sahabat. Itu saya pas baca bagian Nasi Jamblang Bu Nurkok jadi ngilerrrrr. Hahahaha.... Trus ke Trusmi. Adududuh, rute favorit saya ini. Kejadian agak kesasar juga malah bikin seru... Hihihi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak seru kalo malem2 nyasarnya ke tol antah beranta mas :))))

      Delete
  3. Saya sering nyasar, meski udah pakai GPS :D :D

    ReplyDelete
  4. Wah, bukibuk sedang ngumpul ini.. Ssstt.. jangan diganggu. :)
    Apa kabar mbak?

    ReplyDelete
  5. Asyik banget itu bisa melipir ke cirebon bareng temen deket. Satu kompleks semua itu ya mak?

    ReplyDelete
  6. pertemuan dg sahabat itu emang mahal ya, Mak.

    tapi itu batiknya kece,,kalo kesitu bisa khilaf neh, hehe

    TFS, Mak Nengnong

    ReplyDelete
  7. hai mba Irma :) seneng kemarin sempet ketemu di acara vitamin anak.

    Aku juga belum pernah kesampaean mau nyobain ke Cirebon. Padahal udah deket banget ada jalan tol segala. Kapan2 dijadiin deh..

    ReplyDelete
  8. hahaha... gue apalagi kak kemana mana selalu aja nyasar entaah lupa jalan atau jalannya yang udah berubah 😂😂😁😁

    happy blogging
    indonesiaitugue.com

    ReplyDelete
  9. Wah kakak sama adiknya mirip banget :D

    ReplyDelete
  10. Biar nyasar tapi seruuuuu... Itu cakeeeep batiknya :)

    ReplyDelete

Terima kasih kunjungan dan komentarnya, salam.... :)