31/10/2016

Diary Ibu Anak Tentang Waktu Bersama

Mimpi : Jadi ibu hebat yang luar biasa sabar, sebisa mungkin selalu ada untuk anak-anak. Selalu memahami mereka, kalau bisa tidak pernah marah, selalu punya sejuta senyum dalam mendampingi mereka. Selalu siap kapan pun anak-anak membutuhkan. Pokoknya menjadi ibu hebat. Anak-anak selalu manis dan dekat dengan ayah dan ibunya. 

Kenyataannya ? hidup tidak selurus itukan ya Moms ? deadline pekerjaan, kesibukan rumah tangga, PMS ( salahkan hormon Lol ) bahkan tingkah laku anak-anak yang di saat tertentu menuntut perhatian lebih dengan bersikap yang tidak seharusnya kadang membuat kita mengurut dada. Kadangkala ayahnya atau saya terpaksa harus mendadak batalin janji, karena ada agenda pekerjaan lalu pulang ke rumah di cemberutin anak-anak juga pernah . Salah paham karena anak-anak merasa orang tuanya terlalu sibuk, juga menjadi naik turunnya hubungan kami di rumah. 


Giliran ayah dan ibunya sengaja meluangkan waktu bersama anak-anak, justru anak-anaknya yang sibuk dan mulai punya agenda sendiri. Entah kerja kelompok dengan teman-temannya atau mereka memilih main game saja di rumah sementara ayah ibunya ingin family time sekedar makan diluar atau nonton film di bioskop bareng. Mereka beranjak besar, drama Ibu Anak mulai sering terjadi. Meluangkan waktu bersama yang berkualitas semakin sulit rasanya.

29/10/2016

Story Telling Competition Shop&Drive



 
Story Telling Competition Shop&Drive


Gara-gara sempat tersendat di jalan tol menuju Bandung akhir pekan kemarin, sisa dari perjalanan kemarin obrolan saya dan suami berubah jadi membahas tentang mobil dan segala tetek bengeknya. Karena ternyata yang membuat perjalanan kami sempat tersendat itu sebuah mobil yang mogok di jalan tol. Ini hubby kaya nemu kesempatan untuk nasehatin istrinya yang memang tahunya cuma nyetir aja dan ogah mikirin hal-hal yang berkaitan dengan mobil dan perawatannya. Paling banter di cuci bawa ke car wash.

 " Duh jangan sampai deh, aku lagi di jalan trus mobil tiba-tiba mati gitu ya ayah. Harus gimana coba ? yang ada aku panik dan kebingungan. Belum lagi kalau mogoknya di jalan tol, yang jauh kemana-mana. Duh jangan sampai deh " Ucap saya ketika itu.

" Nah, makanya bubun juga harus lebih perduli sama urusan mobil. Jangan cuma asal pakai aja ... perhatikan kalau suatu saat tiba-tiba mesin mobil mulai susah di stater itu bisa jadi aki mobilnya sudah mulai soak dan harus di ganti. Perhatikan juga ban mobil, kurang angin atau nggak. Karena kalau bubun cuex sama kendaraan yang dipake, nanti repot sendirikan kalau tiba-tiba mogok dijalan "

Mengabadikan Momen Mengabadikan Kenangan

Sudah menjadi kebiasaan saya untuk mengabadikan semua moment kebersamaan bersama keluarga khususnya bersama anak-anak. Mungkin sudah menjadi kebiasaan semua ibu juga saat ini, di mana kamera atau gadget sudah menjadi gaya hidup sehari-hari. Saat family time, atau ketika bonding ibu anak sudah pasti inginnya terabadikan. Jangankan saat berlibur atau saat acara istimewa, saat uyel-uyelan di tempat tidur pun bersama anak-anak pasti ada yang saya abadikan. Buat saya bukan tanpa alasan mengabadikan moment kebersamaan bersama mereka, foto-foto itu akan memberikan sejuta kenangan indah saat kita melihatnya lagi kelak. Seolah mengabadikan momen waktu bersama akan mengabadikan kenangan

Seperti beberapa foto yang terabadikan di bawah ini. Kelak saat saya atau kami melihatnya lagi pasti akan menghadirkan senyuman dan membangkitkan kenangan.

19/10/2016

Waktu Bersama Begitu Berharga


Sejak kaka Tazkia dan Sean mulai tumbuh menjadi remaja, saya justru menjadi lebih protect dan fokus dalam mendampingi mereka. Bukan berarti saat mereka kecil dan sekolah di sekolah dasar saya cuex, nggak juga. Bagi saya keduanya adalah dunia saya. Tapi tumbuh menjadi remaja buat saya sedikit berbeda dengan mengurusi anak kecil, yang kalau memakai istilah hubby, Kaka dan Sean itu buntut ( istilah orang sunda yang artinya ekor) ibunya, jadi ketika mereka kecil kemana pun saya pergi ya mereka pasti bersama saya. Begitu juga sebaliknya. Dalam urusan Ibu Anak ini saya memang agak sedikit posesip hahahaa. 


Diusia remaja ini yang katanya masa pencarian identitas diri, saya tidak ingin mereka lebih dekat dengan teman-temannya dibanding dengan orang tuanya karena orang tuanya terlalu sibuk, saya tidak ingin mereka lebih betah dan sibuk diluar rumah. Saya ingin menjadi yang pertama memeluk mereka ketika mereka sedang sedih. Saya ingin menjadi yang pertama mendengar curhat atau keluhan-keluhan mereka ketika mereka punya masalah. Itu sebabnya waktu bersama mereka selalu menjadi prioritas saya sehari-hari. Aktifitas atau kegiatan saya diluar urusan rumah tangga menjadi prioritas kesekian setelah anak-anak.

Melihat perkembangan anak-anak sampai saat ini, jadi flashback ke masa lalu keinget waktu anak-anak sedang butuh perhatian namun kesibukan juga mengambil jatah waktu saya untuk anak-anak. Ada beberapa kesalahpahaman terjadi juga karena kurangnya komunikasi di antara kami. Mirip cerita di video ini


Oleh karena itu, saya dan hubby sepakat minimal saat weekend entah itu hari sabtu atau minggu kami harus menyempatkan #WaktuBersama khusus keluarga. Biasanya dari bangun tidur sampai tidur lagi kami bersama-sama. Entah pergi keluar rumah sekedar nonton atau makan diluar atau hanya seharian dirumah , ngobrol santai, main game, atau sekedar bermalas-malasan sambil nonton film favorite dan menikmati cemilan keluarga Nabati Wafer favorit kami. Intinya menikmati #waktubersama keluarga dalam kebersamaan. 


Mendampingi mereka setiap waktu bukan berarti mengikat erat hingga mereka tidak belajar bagaimana menjadi diri sendiri dan mandiri. Meski kami dan anak-anak begitu dekat, tapi mereka cukup mandiri. Sekarang kaka Tazkia sudah jauh lebih dewasa, ketika saya tidak sempat mengantar atau jemput ke sekolah. Dia sudah berani berangkat dan pulang sendiri. Sean juga jauh lebih mandiri, belum lama dia mengikuti program sekolah yaitu pesanten alam di luar kota. Sean bilang dia happy dan senang menikmati waktu-waktu bersama teman dan guru-gurunya meski dia juga bilang rindu ibunya. Ijinkan saya terharu dulu hehehe...

Waktu Bersama menjadi salah satu bagian parenting yang kami lakukan pada anak-anak. Karena ketika kami berkumpul sambil menikmati snack keluarga dan membangun komunikasi yang hangat, saat itu tidak hanya notabene menikmati enaknya snack atau film favorite ... tapi juga kebutuhan hati dan jiwa kami terpenuhi :)

Suatu kebohongan besar kalau ada orang tua yang bilang kalau anak-anak adalah prioritas utama mereka, tapi mereka tidak memiliki waktu yang dihabiskan bersama anak-anaknya.
  

Menikmati #UsiaCantik Lebih Lama

Menjadi wanita di usia 35 tahunan ke atas memang gak seribet ketika usia dibawah 30 tahun, sebagai istri dan ibu dari dua orang anak, keduanya kini sudah beranjak besar. Saya semakin punya banyak waktu luang, sudah mulai leluasa beraktifitas. Hobi saya mempertemukan saya dengan komunitas yang membuat saya memiliki aktifitas menyenangkan dan positif. Menulis membuat saya berkenalan dengan komunitas blogger dan kini menjadi pengurus di komunitas emak blogger. Aktifitas lainnya selain blogging, menjadi sopir, manager dan sahabat full time anak-anak dan suami. Saya juga mulai aktif menjadi pengurus di komunitas istri karyawan di tempat suami bekerja. Aktifitas yang dulu sulit saya lakukan ketika anak-anak masih kecil, karena saya komit menjadi ibu rumah tangga.

                 Menulis khususnya nge-blog menjadi self healing dan refreshing

IYA, dua bulan lalu usia saya genap 36 tahun, sudah tidak muda lagi. Saya pernah iseng bertanya pada ketiga sahabat saya, apa sih yang di rasakan ketika memasuki usia di atas 35 tahun ini. ( Kami bersahabat empat orang wanita berusia kisaran 36 - 38 tahun ). Lalu mereka kompak menjawab, hidup mereka setelah di atas usia 35 tahun katanya lebih adem, lebih damai, udah nggak seribet dan seberat sebelumnya. Secara psikologis lebih dewasa dalam mengambil keputusan dan menyikapi permasalahan hidup. Sebagai ibu kami mulai menikmati hari-hari di mana anak sudah bisa menjadi teman bicara, dengan pasangan pun... kami sudah saling memahami. Sudah menemukan cara komunikasi yang tepat sehingga hubungan dengan pasangan semakin baik dan bahagia. Dalam pencapaian karier dan ambisi, saya sepakat juga dengan sahabat-sahabat saya bahwa keluarga tetap dalam prioritas utama. Salah satu sahabat saya malah berpendapat, kalau kariernya sebagai dokter gigi tidak se-ngoyo dulu. Sudah lebih kaleum... sudah mulai menemukan kemapanan dalam karier tapi mengembalikan prioritas pada keluarga. Masih penuh semangat mengejar impian, tapi sudah bukan lagi impian pribadi.

16/10/2016

Fakta Menakjubkan Tentang Buah Kiwi


Dari sekian pilihan buah, saya suka... semua buah hahhaaha. Begitulah, saya mudah digoda memang kalau sama yang namanya buah dan sayur. Tapi pasti ada yang favorite donk, salah satu favorite saya ya buah kiwi Zespri. Buah kiwinya Zespri yaaa.... udah jaminan banget kualitasnya soalnya. Sedikit mengulas tentang Zespri, jadi Zespri adalah perusahaan asal New Zealand yang memasarkan buah ke lebih dari 54 negara di dunia. Meski dari luar nan jauh di sanah, jangan khawatir soal kualitasnya. Zespri menawarkan jaminan keamanan produk alami berkualitas dengan rasa yang lezat. Karena dari proses pengembangan buah, varietas buah, penanaman sampai pengiriman semua dilakukan dengan cara alami. Zespri sudah teruji memenuhi kepuasan dan citarasa konsumen di mancanegara.

Ini beberapa fakta tentang buah kiwi yang informasinya saya dapat saat di undang hadir di event Awali Sehatmu Dengan Kiwi Zespri , setelah tahu manfaatnya pasti tambah semangat untuk mengkonsumsinya. Untuk mencukupi kebutuhan vitamin dan menjaga kesehatan tubuh, saya makan dua buah kiwi setiap hari.

12/10/2016

October, Breast Cancer Day


Bulan Oktober diperingati sebagai Breast Cancer Day , untuk seseorang dengan riwayat survivor kanker meski bukan kanker payudara. Perasaan sependeritaan karena pernah mengalami pengalaman yang sedikit banyak sama-sama menyakitkan ( saya survivor kanker usus besar ) membuat saya turut ingin memperingati dengan mensuport teman-teman yang menjadi pasien atau survivor kanker payudara. 


Ketika vonis kanker usus besar saya terima yang terbayang hanya kematian dan rasa sakit juga penderitaan dan ketakutan yang tidak ada habisnya. Dan saya membayangkan, penderitaan teman-teman penyintas kanker payudara pasti tidak kurang menyakitkan. Bagaimana tidak, payudara adalah simbol kewanitaan kita dan menjadi pasien kanker payudara seolah merengutnya tanpa ampun. 

Operasi, biopsi, khemotheraphy, radiasi ... proses pengobatan kanker payudara yang biasanya harus dilewati. Pasti teramat menyakitkan dan melelahkan. Untuk keluarga yang mendampingi perjuangan pasien kanker pasti tidak kalah sulitnya. Huhuhu...saya suka mellow kalau sudah ngebahas hal seperti ini L. Kanker payudara adalah salah satu kanker yang banyak menyebabkan kematian.  Meskipun ketika kanker ditemukan dalam stadium dini, harapan sembuh lebih besar. Pola hidup yang tidak sehat, resiko paparan radiasi dan estrogen, obesitas, konsumsi minuman keras, pengaruh terapi penggantian hormon, bahkan stress bisa menjadi pemicu tumbuhnya kanker pada payudara. Usia rawan kanker payudara 25 – 45 tahun, meski pun saat ini banyak pasien kanker dialami oleh mereka yang jauh lebih muda. Untuk para survivor cancer, khususnya kanker payudara... terus berjuang sampai akhir yaa, sampai sel kanker itu menyerah, kalah dan akhirnya kalian menjadi pemenang. 

06/10/2016

Lomba Nulis #LampauiBatas


Hallooo, teman-teman blogger .... Apa kabar ??

Masih inget dua postingan saya tentang cinta dan kasih , eitsss... tentang #LampauiBatas ?? kalau ngomongin lampaui batasnya sih bisa apa pun sebenarnya, bisa untuk orang-orang sekitar, sahabat, teman, bahkan orang yang nggak kita kenal sekalipun. Tapi saya malah fokus ke keluarga dan anak-anak. Ngelakuin sesuatu yang lampaui batas untuk orang lain... ya pernah juga, sering sih. Tapi apa atuhlah ya, namanya ibuk-ibuk maunya nulisnya ya tentang anak-anak dan keluarga ajah :D 

Intinya sih, nggak ada salahnya kok kita #LampauiBatas untuk menghadirkan senyuman atau untuk membahagiakan orang lain. Karena ngga ada ruginya kalau bikin orang lain happy, Iya nggak. Membahagiakan sesuai norma yang berlaku ya. Misalnya, saya takut naik arung jeram... tapi karena di ajak sahabat dan saya nggak mau ngecewain dia, saya bela-belain ikutan dan eh kok seruuu... saya jadi lebih berani dan sahabat saya juga happy ;)

Saya ngerasain banget, kalau udah bikin orang lain senyum atau gembira pasti energi bahagianya menular dan kita ikut bahagia. Nggak harus hal-hal yang luar biasa, hal-hal kecil saja kalau di lakukan dengan tulus dan sepenuh hati pasti bisa bikin orang lain tersenyum gembira.

Tapi dipostingan kali ini saya justru mau ngajak teman-teman untuk gantian cerita tentang apa yang udah temen-temen lakuin yang sampai tahap #LampauiBatas dan ikutan lombanya sekalian biar saya puas xixixii. *Yeaaayyy,...memanggil para juara lomba nulis *

01/10/2016

CUT CARBO Demi Yang tercinta

Terpesona sama bayi kecil Bjorka yang lucu membuat saya ingin punya bayi lagi eh... rajin membuka akun Instagram kedua orang tuanya, artis Agus Ringgo dan Sabai. Familiarkan sama bayi bernama Bjorka ini ?? pasti tahulah kalau punya account Instagram mah. Siapa yang nggak terpesona donk sama bayi mungil yang lucu dan menggemaskan itu. Gak heran kalau akun kedua orang tuanya pun penuh dengan foto-foto Bjorka. Foto lagi ileran aja, Bjorka mahh lutcuuuuu pisann.
 
Foto dari IG nya Sabai, pinjem ya kaka ^_^

Menjadi follower kedua akun artis Agus Ringgo dan Sabai, saya jadi tahu kalau kehadiran Bjorka ternyata mengubah hidup pasangan muda ini sedemikian drastis. Untuk Bjorka, bahkan Agus Ringgo mau lebih memperhatikan kesehatannya dan mulai mengatur pola makannya gara-gara di diagnosis masuk kategori obesse tingkat 1. Katanya ingin sehat terus biar bisa ngajakin Bjorka main saat besar nanti. Gegara Bjorka juga saya ngintipin video Youtube #PesanUntukBjorka dari pasangan ini. Ini videonya, silahkan gemes liat baby Bjorka :D