04/09/2017

Bijak Mengelola Anggaran Keluarga Ala Prita Ghozie

Tanggal 24 Agustus yang lalu, saya berkesempatan mengikuti acara Visa Financial Literacy Series yang kedua di The Hook Restaurant Jakarta. Dannn,..saya nyeselll karena berhalangan hadir di acaranya yang pertama, satu bulan sebelumnya. Karena acaranya seru dan sangat bermanfaat sekali, siapa yang gak butuh ilmunya coba untuk urusan Financial literacy ini, karena jadi ibu rumah tangga hampir 18 tahun tidak membuat saya 'jago' untuk urusan keuangan rumah tangga heuheu. Keuangan dan keinginan kan terus bergerak, jadi sebagai istri, ibu dan manager keuangan di rumah harus terus meng-update ilmunya. Jadi bersama emak-emak blogger dan urban mama, kita seru-seruan belajar lagi tentang literacy.


Saya coba share ilmu yang saya dapet kemarin ya dari,... siapa lagi kalau bukan Mba Prita Ghozie sebagai Financial Educator yang ramah dan cantik. Diacara VISA yang pertama katanya membahas tentang Financial Check up, berhubung saya tidak datang aku skip ya.
Tema yang kemarin adalah Budgeting and Saving , bekerja sama dengan VISA acara ini bertujuan tentu saja supaya kita bisa mengelola keuangan atau anggaran dengan bijak. Karena jika seorang istri bisa mengelola anggaran rumah tangganya dengan baik, keluarga pasti akan sejahtera dan bahagia. Ini PR banget...karena saya juga menyadari sebagai seorang istri dan ibu, juga wanita banyak godaannya kan ya. Beli baju baru, tapi trus sepatunya juga pinginnya baru, belum lagi lipstik dan parfume padahal masih banyak cadangannya di meja rias. Kalau kita gak bisa mengelola keuangan dengan baik, wewwww... berantakan. Menurut Mba Prita bukan berarti kita gak boleh belanja-belanja tsantik atau mentengin OL shop di IG loh, tapi harus diatur.



Untuk menuju sukses mengelola anggaran keuangan ada beberapa langkah yang harus kita lakukan :

1. TENTUKAN PRIORITAS
Untuk point ini kita harus tahu dulu apa saja kebutuhan dasar yang harus kita prioritaskan. Jangan sampai kita mengabaikan basic needs kita dan lebih mendahulukan kebutuhan-kebutahan sekunder. Bicara soal kebutuhan, ada kebutuhan saat ini, contohnya kebutuhan bulanan rumah tangga, SPP anak-anak sekolah, gaji pembantu, dan lain-lain. Ada juga kebutuhan masa depan, contohnya kebutuhan di hari tua yang juga harus dipersiapkan, pendidikan jangka panjang anak-anak, atau naik haji.

Mba Prita juga mengingatkan dan mendahulukan kebutuhan seperti sedekah, zakat, infak dan lain-lain. Karena di dalam rejeki kita pasti ada rejeki yang dititipkan Allah untuk kita berbagi pada sesama. Dan untuk hal ini saya setuju sekali. Dahulukan urusan zakat ini, jangan nunggu sisa. Setiap bulan suami saya ikut program yang secara otomatis gaji bulanannya akan di potong sekitar 2,5 sampai 5 persen untuk sedekah atau infak. Dan program ini memang tidak wajib dikantornya, bagi yang ingin saja. Jadi yang hak para duafa dikeluarkan lebih dulu, jika setelah itu kita masih bisa berbagi allhamdulillah.


Setelah kita tahu apa saja kebutuhan kita, barulah kita bisa mengalokasikan dana atau mengelola untuk apa saja dana yang kita miliki. Dimulai dari zakat, bayar pinjaman, tabungan atau investasi masa depan, persiapan masa sulit/dana cadangan, biaya hidup, anak dan pendidikan serta yang terakhir gaya hidup.

2. KELOLA PEMASUKAN
Ini beberapa point panduan yang diberikan Mbak Prita Ghozie untuk mengelola penghasilan bulanan yang ada :
- Zakat 5 %
- Cicilan hutang 30%
- Dana darurat 10%
- Biaya hidup 30%
- Gaya hidup 10%
- Investasi 15%

Lalu sepakati dan komitmen dengan poin-poin di atas. Jangan kebalik antara gaya hidup sama biaya hidup ya buibuk :))). Lalu buat anggaran dengan persentase di atas.

Beberapa kebutuhan yang harus di anggarkan dari gaji bulanan kita adalah :
- Uang sekolah anak ( untuk ini saya bayar tahunan SPP satu tahun sekaligus, lumayan diskon 1 bulan. Dana di ambil dari bonus atau simpenan )
- Listrik, Telfon, Internet, PAM, iuran komplek
- Gaji pembantu
- Belanja bulanan, belanja harian
- Zakat, infak, sedekah
- Tabungan ( reksa dana, tabungan bulanan )
- Dana darurat
- Gaya hidup ( makan diluar, nonton, salon, arisan, dll )
- Bayar tagihan jika punya tagihan seperti KPR dll

Untuk pengeluaran tahunan seperti bayar sekolah anak di akhir tahun, liburan, berkurban, dan kebutuhan besar lainnya yang tidak rutin setiap bulan diambil dari bonus tahunan, THR, atau lainnya. Jadi tidak mengganggu pos bulanan.


3. MERAIH MIMPI
Karena setiap orang pasti punya impian dalam hidupnya. Impian personal atau impian bersama keluarga. Impian kaka Tazkia putri sulung saya ingin ke Korea, saya ingin punya second home di kampung halaman. Dengan halaman yang luas dan punya banyak jendela. Begitu juga hubby dan sean, kita punya impian masing-masing. Dan itu sah saja menurutku. Impian bersama juga banyak, dan sedang kita perlahan coba wujudkan. Dan semakin semangat mewujudkannya setelah dapat langkah apa saja yang bisa kita lakukan supaya bisa segera mewujudkan mimpi.
- Set Goal, menentukan apa mimpi kita. Apa yang paling kita impikan.
- Make Plan, buat rencana untuk mewujudkannya jangan cuma bermimpi. Buat rencana apa yang bisa kita lakukan untuk mewujudkan impian tersebut.
- Get To Work, mulai bekerja dan mewujudkan. Misalnya untuk impian saya, mulai menabung dan mencari informasi harga tanah dilokasi yang diinginkan dikampung halaman. Kaka mulai belajar bahasa Korea sekaligus menabung sisa uang sakunya. Bermimpi besar lalu buat langkah besar.
- Stick to it, tetap fokus pada impian yang sudah kita buat. Tidak mudah tergoda untuk berhenti atau mengalihkan mimpi karena tak kunjung terwujud misalnya, tetap fokus !
- Reach Goal, capai impian... ketika kita sudah bekerja, berikhtiar dan berdoa maka tidak ada yang tidak mungkin untuk mencapai mimpi :)

Ada beberapa catatan kecil yang dibagikan sama mba Prita nih, menurutku bagus memotivasi dan menjadi self reminder buat kita.

- Tabung dulu beli kemudian, jangan beli dulu cicil kemudian !
- Gaji tidak berhubungan langsung dengan kaya atau miskin, tapi gaya hidup.

TRus hari gini cuma punya satu kartu ATM ?? ya ampun... mba Prita menyarankan untuk membuat rekening sesuai dgn keperluannya. Misalnya kartu pertama untuk pengeluaran rumah tangga dll, yang lainnya untuk investasi dan tabungan, yang lainnya lagi untuk gaya hidup. Jadi kita akan terbiasa teratur mengatur uang tidak mencampur aduk dan akhirnya uang belanja malah terpakai buat shoping. Ambil uang di ATM perminggu, itu akan membuat kita merasa uang di dompet tidak banyak jadi agak mengerem pengeluaran harian. Untuk investasi dan tabungan juga bisa transfer otomatis dari bank nya, itu akan lebih aman jadi kita konsisten menabung setiap bulan. Yang terpenting dari mengelola keuangan memang harus komit ya buibuk.

Mengatur keuangan dan anggaran bulanan sudah, bulan depan kita akan belajar lagi tentang investasi. Wahhh gak sabarr,... semoga tidak ada halangan :)

Nah, mungkin itu yang bisa saya bagi teman-teman ... kalau ada yang belum lengkap boleh intip catatan di teman-teman blogger lainnya yang kemarin ikut acara ini juga xixiixix.


9 comments:

  1. Bagus ya materinya. Smoga kita bs ikutan lagi di meteri bulan depan. Dan smoga juga impian kaka ke korea + punya rumah impian segera terwujud. Aamiin....

    ReplyDelete
  2. Gaji tidak berhubungan langsung dengan kaya atau miskin, tapi gaya hidup. >> ngeJLEB menohok pisan euy

    ReplyDelete
  3. emang sulit ngatur keuangan keluarga itu ya... dan ATM saya cuma 1 dah cukup mbak wahahaha

    ReplyDelete
  4. makasih mbak tipsnya, saya selalu meleset nih tiap alokasiin dana bulanan.

    ReplyDelete
  5. nah kalo aku kebalik tuh persentasenya gaya hidup dan biaya hidup hahahahaa

    ReplyDelete
  6. ikut nyimak saja, belom paham, masih sendiri soalnya

    ReplyDelete
  7. berapapun gaji kamu kalau menejennya bagu maka hasilnya akan bagu pula

    ReplyDelete
  8. rasanya aku sudah mengikuti semua tipsnya tapi masih ajaaa boros hehehe..makasih tipsnya mba. Bisa mengingatkan diri sendiri lagiiii

    ReplyDelete

Terima kasih kunjungan dan komentarnya, salam.... :)