31/01/2018

Menjaga Romantisme Bersama Resik V

Assallamuallaikum sahabat bloggers,....Akhirnya meluangkan waktu duduk di meja kerja dan buka laptop, curhat timeee hohoho. Mendadak pingin nulis soal romansa bersama suami nih :D

Usia pernikahan saya dan hubby sudah memasuki usia pernikahan ke 18 tahun. Jelas bukan waktu yang sebentarkan ya,... berasa sudah 180 tahun cyiin HAHAHA boong ding. Pernikahan kami memasuki masa di mana rasa maklum dan komunikasi menjadi segalanya. Perjalanan yang sudah lumayan panjang dan urusan kami sudah bukan hanya remeh temeh dinner date dan kejutan romantis kecuali ultah kudu ada itu sih setahun sekali lah hahaha. Urusan pendidikan anak-anak, kebutuhan dan kepentingan anak-anak yang jauh menyita pikiran dan perasaan kami. Berbagai tanggung jawab sosial, pekerjaan, dan lain-lain.


Kebayang gak sih usia pernikahan ke 18 tahun, sama-sama sibuk khususnya hubby yang berangkat pagi pulang malam, belum lagi kalau ada tugas keluar kota. Saat weekend biasanya kita memaksakan untuk berkumpul, itu juga kalau kita sama-sama tidak punya acara sendiri menyangkut pekerjaan masing-masing. Apa kabar hubungan romantisme suami istri ? kalau kita tidak menyiasati dan mengusahakan untuk tetap membuat hubungan suami istri tetap hangat, ya lama-lama mati juga nyala api cinta mah -____-

Dari sekian kesibukan dan urusan kehidupan kami, biasanya dalam satu bulan saya dan hubby berusaha meluangkan waktu untuk pergi berdua. Kalau nggak nonton ya sekedar makan atau ngopi berdua di luar. Meskipun tetap saja agenda itu sering terlewatkan oleh kesibukan dan segala urusan yang kok gak ada habisnya. Tapi ada satu waktu di mana saya dan suami biasanya bisa duduk berdua. Dan akhirnya justru momen itu menjadi kebiasaan kami, yang ternyata lumayan ampuh untuk menjadi cara menghangatkan hubungan pernikahan. Kalau di pagi hari khususnya saya, sudah pasti gedubrakan riweuh ngurusin keperluan anak-anak dan keperluan suami, boro-boro bisa ngobrol santai. Saya sibuk antara seragam, sarapan, sampai antar sekolah :D