28/02/2018

Sahabat yang menikammu dari depan


" Sahabat adalah mereka yang menikammu dari depan "

Mungkin tepat ungkapan yang saya buat untuk persahabatan saya dengan ketiga teman wanita ini. Bermula sering bertemu di tempat les mengaji anak-anak, dengan teh Dety semakin dekat ketika ibu tercintanya di vonis kanker. Seolah berada di frekuensi yang sama, kami merasakan kekhawatiran dan kecemasan yang sama lalu akhirnya sering ngobrol dan semakin akrab. Dengan dua orang teman lainnya, teh Ika dan kak Fannysa entah gimana mulainya. Yang jelas pada awalnya kita saling berprasangka sepertinya. Tuh ibuk-ibuk mukanya judes amat ! hahaha... reaksi yang sudah saya terima sejak di bangku sekolah dulu :D ( kenapa saya memanggil mereka dengan panggilan teteh atau kak, karena kelihatanlah ya... saya bungsu diantara mereka, paling muda. Cmiww... )

Untuk saya berteman dan menjadi sahabat bukan perkara mudah, butuh 'klik' banget deh untuk bisa memasuki lingkar hidup saya yang terdekat. Saya ingat, saat SMA saya bahkan duduk 3 tahun sebangku dengan sahabat saya Shanty ( i miss you, Shan... ). Bayangkan, 3 tahun duduk sebangku dengan orang yang sama. Dihari pertama di SMA sampai lulus. Sahabat buat saya adalah bagian hati saya yang lain, yang namanya juga saya tempatkan di tempat istimewa disana. Hanya hitungan jari, jika didunia blogger saya dekat dan akrab dengan 5 orang makmins dan bersahabat dengan mbak Mira, maka diluar lingkar itu ketiga orang ini yang paling dekat dalam hidup saya. Saya ingat ucapan hubby yang mengomentari pertemanan kami setelah melihat saya menikmati berinteraksi dan bertemu mereka. " Allhamdulillah, nenk punya teman juga..ayah pikir nenk gak akan bisa punya teman akrab lain selain mira sahid dan icoel " HAHAHA..

Sebenarnya saya bukan orang yang rumit sih sampai sulit punya teman, tapi saya tipe yang pake feeling banget. Soalnya kalau udah dekat saya pasti sayang, kalau mau disayangkan harus selektif atuhlah *ngakak  sendiri*

Okey, balik lagi ngomongin persahabatan saya dan ketiga ibu-ibu diatas yang fotonya saya pampang di diary virtual ini. Beda kepala sudah jelas beda karakter, dan kami berempat udahlah beda banget sebenarnya. Tapi perbedaannya jatuhnya jadi saling melengkapi. Yang gampang cemas dan parnoan ada, tapi yang menenangkan, yang cuex bikin semua jadi ringan ada, dan pada akhirnya yang ngademinnya juga ada. Yang sembrono ketemu yang detail emang bikin kalimat kritik gampang bertaburan diseputar kami, nyatanya itu jadi membangun. Yang doyan belanja, yang susah nabung tapi ketemu yang hemat meski banyak duit malah akhirnya kita saling ngasih semangat buat jadi ibuk-ibuk yang meski suami punya duit kita juga harus pintar secara finansial, mandiri alias pinter-pinter nyelipin sisa uang belanja bulanan jadi tabungan kheusus uang istri. Hohohoho, bagian ini yang paling membangun kayanya :D. Dan persamaan kami menurut hosip, sama-sama bermuka judes aja kayanya hahaha. Naseeb.


Buat saya, mereka juga sahabat yang baik. Yang menusuk saya dari depan. Yang berkata tidak meski saya ingin, jika itu bukan sesuatu yang baik untuk saya. Yang berkata kamu salah, meski saya pasang tampang memelas berharap mereka sepaham dengan apa yang saya rasakan. Ini jelas nyebelinkan, karena sahabat seharusnya juga jadi partner in crime atuhlah #LOL. Tapi mereka juga sahabat yang apapun kondisinya selalu berusaha ada untuk saya. Kalau denger saya sakit dan masuk RS, mereka jadi orang pertama yang menawarkan diri dan ribut pingin nemenin, sayangnya pasiennya yang jual mahal ogah keliatan jelek dan menyedihkan. Hahaha, yakin kalian sanggup melihat abdomenku di obok-obok *huh 

Dan benar yang dituliskan oleh Hubert H Humprey " The greatest healing theraphy is friendship and love ". Terapi penyembuhan terbesar adalah persahabatan dan cinta, bertemu mereka membuat saya tertawa dan gembira. Ada saja yang membuat kami tertawa, untungnya ketika berkumpul kami lebih suka mentertawakan diri sendiri dan berdiskusi banyak hal tentang hidup kami masing-masing. Bukan membicarakan orang lain, bagian itu bukan bentuk theraphy sih yaa... 

Bagian favorite dari persahabatan saya dan mereka adalah, ritme hidup kami sama. Urusan anak-anak yang utama, bertemu atau ngopi disela waktu anak-anak sekolah setelah itu ketika alarm jam berbunyi kita balik kanan bubar jalan jemput sekolah atau nganter les, kembali ke rutinitas dirumah. Angan-angan jalan keluar kota atau negara tetangga berempat pun, belum juga kesampaian karena jadwal sekolah anak-anak yang belum kondusif. Jangan-jangan bagian itu harus nunggu mereka kuliah dulu semua yak, baru waktu kita lebih panjang huhuhu.

Standar hidup setiap orang berbeda, ketika melihat ke bagian yang lain jelas saya tidak bisa dibilang sempurna. Konsep hidup dan fokus setiap orang juga tidak sama. Bahkan konsep bahagia setiap orang juga tidak bisa dipukul rata. Menjadi istri dan ibu sudah mengubah konsep hidup saya sejak lama, saya berhenti mengejar impian sendiri dan fokus mendampingi anak-anak mengejar mimpi mereka. Tapi tentu saja saya tidak melupakan bahwa saya juga harus menjadi individu yang bahagia. Berada diantara orang-orang baik, yang membuat saya tertawa lepas & bergembira adalah salah satu cara berbahagia. Karena ternyata tertawa itu menyembuhkan banyak rasa sakit, dan mendatangkan banyak kebahagiaan. 

Dear bloggers yang berbaik hati sudi membaca tulisan ini, siapa sahabat baikmu ? jika belum, jadilah seorang sahabat untuk memiliki sahabat baik, karena itu satu-satunya cara menemukan persahabatan dalam hidup :)


4 comments:

  1. girls squad? hihi. Alhamdulillah senangnya kalau punya sahabat yang nyambung diajak ngobrol dan berbagi ya mba ^_^ semoga persahabatannya langgeng selalu.

    ReplyDelete
  2. Happy to see you happy ����

    ReplyDelete
  3. Ta Ada jarak yg bisa pisahkan kata " sahabat " ta Ada kata yg mampu ceraikan kata sahabat,saking kuatnya kata itu seorang musisi senior membuat sebuah lagu tentang " sahabat " sebuah bait " ....sahabat lama dilupakan jangan " ta bertatap muka,Tak berkata dengan video call n dll... Tp terselip sebuah doa untuk kau,kalian wahai SAHABAT...by. KD

    ReplyDelete
  4. Baca tulisan ini, aku jadi mikir, karakter kita mirip kayaknya hahahaha

    ReplyDelete

Terima kasih kunjungan dan komentarnya, salam.... :)