21/08/2018

Bijak kelola keuangan, kunci keluarga sejahtera

Menghadiri event blogger tepat di hari ulang tahun memang sedikit berbeda rasanya, selain saya dapat kejutan brithday cake dari sahabat-sahabat saya. Event yang di adakan oleh VISA kali ini memang terasa berbeda. Bukan pertama kalinya saya menghadiri acara yang diadakan oleh VISA, dengan tema kecerdasan finansial untuk para mom bloggers. Yang berbeda VISA tidak hanya mengundang para blogger wanita, tapi juga ibu-ibu dharma wanita DKI. Bertempat di gedung Nyi Ageng Serang Jakarta, mengangkat tema  " Bijak kelola keuangan, kunci keluarga dan masa depan sejahtera " membuat saya sekali lagi, tercerahkan. Berasa diingetin lagi,... tahu sendirikan kalau ibu-ibu banyak banget yang harus dipikirkan selain urusan keuangan rumah tangga ini. Harus sering direminder nih soal #ibuberbagibijak :D


Dengan narasumber Mba Prita Ghozie, sekali lagi saya belajar tentang literasi financial. Menurut Mba Prita, biasakan untuk melakukan Financial Check Up secara berkala. Nah, lakukan hal ini untuk mengetahui sampai di mana kondisi keuangan kita.


Sudah sehat belum keuangan kita ?? 
Setelah di check, gimana kondisi keuangan kita ? punya hutangkah ? berapa banyak cicilan yang kita punya ? lebih besar pengeluaran dari pada pemasukan ? sering terjebak cicilan 0% ? atau SEHAT !
Tidak punya utang konsumtif, bisa menabung, masih bisa merencanakan liburan ? huaaaa,... allhamdulillah bangett kalau begini ya. Tapi menurut Mba Prita Ghozie, gak masalah kok punya hutang. Contoh, cicilan hutang KPR rumah, atau cicilan beli ruko yang rukonya disewakan. Kalau hutang konsumtif ? contoh, beli gadget. Cicilan belum kelar, model terbaru sudah keluar, lalu beli lagi, nyicil lagi. ckckckk... ( jauhkan hamba dari godaan ini ya Rabb )

Keuanganmu sehat nenk ? hhhmmmm,... allhamdulillah :)

Pentingnya memiliki Dana Darurat
Untuk saya dana darurat juga penting, kita kadang nggak tahu apa yang terjadi esok atau lusa. Ada keuangan yang bisa direncanakan, seperti uang tahunan sekolah, rencana biaya kuliah atau tahun ajaran baru, atau rencana qurban. Semua itu bisa kita agendakan dan alokasikan. Tapi, kadangkala ada hal-hal yang terjadi diluar kendali kita. Nah, dana darurat ini kita alokasikan untuk hal ini. Misalnya, tiba-tiba orang tua sakit.


Karena suami saya seorang pegawai tetap sebuah perusahaan, jelas pengaturan keuangan ini lebih mudah karena kita sudah tahu berapa penghasilan kita setiap bulan/tahun. Berbeda dengan pengusaha, untuk pengusaha jika memiliki anak minimal harus menyiapkan dana darurat 1 tahun untuk biaya hidup dari anggaran rutin setiap bulan. JIka tidak memiliki anak, minimal punya dana darurat untuk biaya hidup 3 bulan.

Oh ya memiliki lebih dari 1 rekening bank juga bisa menolong untuk rapih mengelola keuangan. Supaya uang bulanan atau gaya hidup tidak tercampur dengan investasi atau tabungan misalnya. 

Pentingnya memiliki tabungan : tabungan untuk rencana kita. Kalau investasi, untuk masa depan kita. Jika pemasukan adalah pemberian/ penghasilan yang kita dapat dari perusahaan atau bisnis. Maka pengeluaran, mutlak kontrol ada ditangan kita. Kita yang memutuskan akan menghabiskan penghasilan kita seperti apa dan bagaimana.

Ada 5 kelompok besar dari pengeluaran :
1. Zakat
2. Assurance
3. Present consumption
4. Future spending
5. Investment

Alokasi ideal versi Prita Ghozie yang bisa kita jadikan panduan nih buibuk :
- 5 % zakat, infaq, sedekah
- 10 % dana darurat, asuransi
- 30 % biaya hidup
- 30 % cicilan atau pinjaman
- 15 % investasi
- 10 % gaya hidup

Untuk kali ini Mba Prita juga membagikan tipsny untuk moms yang ingin berbisnis, dalam mengatur keuangannya.   

Tips untuk mompreneur :
1. Punya rencana pengeluaran
2. NO utang konsumtif
3. Tabung & Investasi
4. Dana darurat
5. Asuransi kesehatan & jiwa


Selain menyimak ilmu literasi keuangan ala Prita Ghozie, ada Mba Jenahara yang juga sharing tentang serunya menjadi mompreneurs dan life style sehatnya. Mba jenahara juga menerapkan pola pengaturan keuangan seperti yang dipaparkan Mba Prita, memisahkan keuangan rumah tangga dengan keuangan usahanya. Enggan bergantung pada orang tua, padahal kita tahu kalau ibu dari Jenahara juga seorang desainer ternama tanah air. Ditengah kesibukannya sebagai pebisnis, Jenahara juga seorang istri dan juga ibu dengan 3 orang anak. kebayang donk gimana sibuknya mba cantik itu ya. Tapi bisnisnya berkembang, bahkan brand bajunya menjadi salah satu brand kenamaan di Indonesia. Tetap bisa menerapkan pola hidup sehat dengan rajin olah raga satu minggu 3 x itu super banget menurutku. Kerenn mbak, inspiring !

Dari kedua narasumber yang keren itu, satu hal yang saya garis bawahi. Tidak akan ada keuangan yang sehat, bisnis yang berjalan lancar, keluarga yang sejahtera tanpa disiplin menjalaninya. Ilmu yang dipahami, tapi gak disiplin menerapkannya tetap saja akan berantakan. Ngatur keuangan itu menurut saya susah-susah gampang. Susahnya kalau terlalu banyak keinginan tidak menyesuaikan dengan pemasukan, susahnya kalau gak disiplin menerapkan ilmu yang didapat dan meluruskan niat. Jadi mengelola keuangan dengan bijak butuh niat dan disiplin banget menurut saya. Dan seminar seperti ini seolah mengingatkan kembali untuk bijak mengelola keuangan keluarga. Karena keuangan keluarga sehat, wajah juga cerah ceriakan yaa. Hayoo ngaku, saldo atm kurus dan cicilan berantakan pasti membuat ibu-ibu kehilangan kegembiraannya kaannnnn Hahahaha.


Makanya thank you banget VISA, yang secara berkala terus membagikan financial education pada para wanita Indonesia. Kali ini bahkan tidak hanya para mom bloggers, tapi ibu-ibu dharma wanita dan mungkin kedepannya akan mengajak lebih banyak lagi wanita Indonesia dari berbagai kalangan. Memberikan pemahaman bagaimana mengatur financial, investasi, resiko dan sebagainya. Ibu-ibu ini mentri keuangan rumah tangga di rumah, jadi kalau bijak mengelola keuangan rumah tangga, keluarga aman sentosa maka keuangan negara juga akan sejahtera.



3 comments:

  1. Iya kalau keuangan oke, dibijak secara oke, maka keluargapun bahagia yaaa.

    ReplyDelete
  2. Konsumtifnya aku masih tapi ga pake ngutang hihihi. Masih pr banget nih ngelola keuangan sesuai persentase idealnya

    ReplyDelete
  3. aku konsumtif banget.. susah buat irit pula.. ngga tau deh nanti kalo udh berkeluarga gimana :(

    ReplyDelete

Terima kasih kunjungan dan komentarnya, salam.... :)