27/04/2019

#UninstalKhawatir Kamu Bersama GOJEK

Hai sahabat blogger,…

Apa kabar ?? Semoga kita semua selalu dalam lindungan Tuhan selalu ya. Amiin.
Lagi sibuk apa teman-teman ?? Kalau saya, sibuk wara-wiri menemani Sean. Antar jemput sekolah, les, sampai nemenin dia jalan ke mall sampai nonton di bioskop. Bisa dibilang saya ibu merangkap sopir pribadinya, hohoho, yang dengan setia dan ikhlas menemani dia ke mana pun. Cukup dibayar dengan senyum dan cinta dari anak kesayangan sudah bahagia.

Terbiasa ke mana-mana bawa kendaraan sendiri, membuat saya tidak terlalu akrab dengan kendaraan umum. Setelah menikah dan tinggal di Bekasi (sebelum nikah, ya, anak daerah), bisa dibilang hampir enggak pernah naik kendaraan umum. Naik KRL, kayanya belum sampai 10 kali sepuluh tahun terakhir ini. Itu pun ya rame-rame bersama teman atau saudara kalau mau menjelajah Thamcyt #Lol. Naik bus kota ? belum pernah hahaha, kecuali bus pariwisata untuk acara piknik. Jadi sejujurnya kalau berkegiatan menggunakan moda transportasi umum bisa dibilang saya tidak terlalu familiar. Aku penakut soalnya, dan suami posesif #eh

Satu atau dua tahun belakangan, traffic lalu lintas semakin menyebalkan dan membuat stres. Padahal saat itu saya diharuskan untuk aktif menghadiri event atau acara komunitas, dengan venue acara yang kadangkala saya enggak tahu di mana. Untuk yang berdomisili di Bekasi, menghadiri acara di Jakarta tentu saja butuh effort yang lumayan, ya kannn. :)


Acaranya dua jam, tapi perjalanannya Pulang-Pergi bisa sampai 5 jam. Antara capek menyetir sendiri, berantem sama macet yang kadangkala enggak masuk akal, sampai rempong nyari alamat dan parkiran. Duhhh, saya pernah mengalami banget situasi ini. Acaranya 2 jam, tapi perginya bisa seharian. Biasanya saya cari teman untuk datang ke event atau kerjaan, untuk menemani sekaligus jadi navigator atau gantian nyetir (lirik soulmate saya). Tapi, ya enggak melulu juga ada teman yang bisa kita ajak janjian berangkat bareng, kan? hikkssss….

Sampai akhirnya, saya berkenalan dengan GOJEK. Tapi, itu saja enggak langsung jatuh cinta sama transportasi online ini. PDKT-nya lumayan lama. Memberanikan diri dulu. Khawatirnya itu, lho... Khawatir kalau misalnya di jalan ada tindakan kriminal yang tentunya kita enggak tahu kan, atau kalau harus bepergian sendiri di malam hari, misalnya.

Tapi itu dulu, masa lalu … Sekarang kalau harus menghadiri acara atau ada pekerjaan ke penjuru Jakarta sekali pun, selama ijin keluar didapat dari Pak Suami, sudah nggak mikir lagi soal cape nyetir, enggak tahu alamat atau khawatir naik transportasi online. Karena jadi sopir cukuplah anter jemput Sean saja. Untuk keluar Bekasi, apalagi menjelajah belantara Jakarta dan sekitarnya kupilih GOJEK ajah. Aman, enggak pake khawatir, enggak pusing nyari parkir :D